Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
36


Pada pukul 10.00, Dito kembali menghampiri istrinya Setelah dia selesai berkeliling dan mendengarkan semua opini para karyawan di peternakan tersebut.


Heriani yang melihat suaminya memasuki ruangan dengan wajah yang kusut langsung mengerutkan keningnya.


"Ada apa?" Tanya heriani sembari berjalan ke arah galon yang terletak dalam ruangan lalu mengambil air untuk pria itu.


Setelah menerima air dari istrinya, Dito meneguk air tersebut sampai habis lalu menatap putrinya yang sudah kembali duduk di depan komputer.


"Di mana semua orang yang kau bilang akan bekerja?" Tanya Dito.


Heriyani langsung melihat jam tangannya, lalu berkata, "mungkin mereka masih dalam perjalanan, tapi kenapa wajahmu sangat suntuk di pagi hari begini?"


"Hahhhh,,,,,," Dito menghembuskan nafasnya dengan panjang, "semua orang menyuruhku untuk membujukmu mengembalikan semua posisi dari 30 orang lebih Yang Kau turunkan posisinya. Mereka bilang besok mereka tidak akan masuk bekerja kalau sampai sore nanti belum ada keputusan. Juga, Mereka bilang mereka akan berdemo di depan peternakan," ucap Dito langsung membuat jari jemari tangan heriani yang sedari tadi menari di atas komputer kini berhenti lalu perempuan itu tertawa terbahak-bahak.


"Ha ha ha..." Tawa heriani langsung membuat Dito mengerutkan keningnya, sebab dia sama sekali tidak mengerti dengan istrinya yang sama sekali tidak cemas terhadap ancaman dari orang-orang itu.


Padahal, kalau tidak ada yang bekerja, maka siapa yang akan memberi makan ternak-ternak? Memandikan hewan-hewan tersebut dan membersihkan kotorannya?


"Kenapa kau malah tertawa?" Tanya Dito.


Mendengar pertanyaan suaminya, maka heriani menghentikan tawanya lalu perempuan itu pun berkata, "orang desa ini benar-benar menakjubkan, mereka yang melanggar kontrak kerja di sini tapi mereka yang menyalahkan kita. Ahh,,,, sepertinya mereka perlu diberikan penjelasan yang lebih baik agar mereka bisa mengerti apa yang telah mereka lakukan."


Melihat istrinya yang terlalu santai, maka Dito semakin tidak mengerti dengan perempuan itu, tetapi saat dia masih dalam kebingungannya, tiba-tiba saja pintu diketuk oleh seseorang hingga sepasang suami istri pun menatap ke arah pintu yang sedari tadi terbuka.


"Ahh,, kalian sudah datang, silakan masuk," ucap heriani yang memang mengenali pria yang datang itu, Sebab Dia sudah mencari banyak informasi tentang pria itu sehingga dia melihat foto pria tersebut.


Heriani segera berdiri, lalu dia pun berkata, "Di mana berkas lamaran kalian?"


Semua orang langsung mengeluarkan amplop coklat yang mereka bawa lalu menyerahkannya pada heriani.


Heriani mengumpulkan satu persatu map itu lalu membawanya ke meja kerjanya dan menatap semua orang yang ada di sana.


"Aku mengundang 30 orang untuk datang, tetapi sepertinya hanya ini saja yang datang?" Ucap heriyani menatap semua orang yang ada di sana, rata-rata mereka masih berusia sekitar 20 sampai 24 tahun.


Dari orang-orang itu, semuanya berpandangan satu sama lain sampai akhirnya salah satu dari mereka kemudian berkata, "ada temanku yang juga mendapat undangan, tapi katanya mobil mereka mengalami sesuatu di jalan sehingga akan lebih lambat untuk sampai kemari Sebab mereka masih ada di bengkel. Kalau yang lainnya, Saya tidak tahu jelas."


"Tidak masalah, kalau begitu sambil menunggu mereka, kalian bisa melihat kontrak kerja ini," ucap heriyani mengambil kontrak kerja yang telah Ia persiapkan saya dari pagi lalu perempuan itu memberikannya pada semua orang untuk masing-masing dibaca.


"Jika ada pertanyaan, silakan bertanya," ucap heriyani sembari mengambil salah satu map coklat yang ada di depannya lalu perempuan itu pun membukanya untuk membaca biodata yang tertera di sana.


Sementara Dito yang ada di dalam ruangan tersebut, dia hanya terbengong melihat bagaimana istrinya langsung mengumpulkan banyak orang untuk mengisi posisi yang kosong.


"Apakah mereka yang akan bekerja?" Tanya Dito yang merasa agak tidak yakin Sebab mereka masih muda dan belum memiliki pengalaman apapun.


"Ya, anak muda jauh lebih berbakat dalam masalah ini." Ucap heriyani yang mana saat itu dia percaya bahwa anak-anak muda tersebut bisa melakukan pekerjaan di peternakan itu Sebab Dia menjanjikan keuntungan yang baik untuk semua anak muda itu, dan terlebih, program yang ia buat akan lebih mudah dikelola oleh anak muda.


Juga, dia punya jurus cepat untuk melatih mereka semua.