Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
155


Di dalam kamar, sebelum heriani dan Dito tidur, heriani duduk di depan komputer sambil menggerak-gerakkan jarinya di atas komputer.


Dito duduk di samping perempuan itu sambil menatap ke arah layar monitor untuk melihat hasil informasi yang dicari oleh istrinya.


"Sayangku, Aku tidak mengerti mengapa kau mencari tahu tentang Kesya di komputer." Ucap Dito yang merasa bahwa tidak ada hubungannya Kesya yang datang ke restoran untuk menipu kedua temannya dengan hal-hal yang ada di komputer.


Tetapi Hariani menggelengkan kepalanya dengan pelan, "lewat komputer kamu bisa mengetahui rekam jejak kemana saja seorang pergi, bahkan transaksi mereka, percakapan mereka dengan seseorang, dan segala sesuatu yang menggunakan hal-hal digital," kata heriyani dengan jarinya terus menari di atas keyboard.


"Ah ya, tapi Kesya hanya datang ke sana untuk menipu temannya makan malam lalu meninggalkan kedua temannya, jadi apa hubungannya dengan internet?" Tanya Dito.


Melihat suaminya yang begitu bingung, maka heriani hanya bisa menghela nafas tanpa mengatakan apapun dan memilih fokus pada layar komputernya.


Setelah beberapa saat, semua informasi tentang muncul di layar komputer dengan Dito yang memperhatikan komputer tersebut.


"Oh,, itu,," Dito menggerakkan jarinya menunjuk sebuah aplikasi yang terlihat aneh karena di sana ada gambar laki-laki dan perempuan, "Apa itu?" Tanya Dito langsung membuat heriani mengklik aplikasi tersebut Lalu muncullah segala sesuatu yang dilakukan Keisha pada aplikasi tersebut.


Dua orang yang ada di sana tercengang membaca segala informasi itu, "ini,, Apa maksudnya dengan kata sugar daddy?" Ucap Dito dengan nafas tertahan.


Ketika dia masih remaja, Dia pernah mendengar istilah itu, dan istilah itu ialah istilah yang tidak baik, jadi Tentu saja dia terkejut melihat istilah tersebut muncul di samping nama Kesya.


"Ah,,, ini,,, ini aplikasi yang biasa digunakan para pria untuk mencari sugar baby. Ini,," heriyani mengklik sebuah halaman lainnya pada layar komputernya lalu memperlihatkan sebuah transaksi yang masuk ke rekening Kesya, "ini pembayaran yang dilakukan oleh sugar Daddy pada Kesya, dan ini,,, ini riwayat check in Kesya di hotel!" Ucap heriani benar-benar membungkam Dito hingga pria itu tak bisa berkata apa-apa lagi.


Heriani bisa melihat keterkejutan suaminya, tetapi perempuan itu lanjut lagi berbicara, katanya, "Dia sudah menjadi sugar baby selama 2 minggu, dan bukan hanya 1, ada dua pria."


"A,, apa?!" Dito benar-benar tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh adik perempuannya.


Maka sambil menggertakan giginya, Dito langsung berdiri dan hendak pergi ke kediaman keluarganya untuk menemui adiknya.


Tetapi Hariani dengan cepat menahan pria itu, "Jangan lakukan itu!!" Ucap heriyani menahan suaminya.


Dito pun balik menatap istrinya, "lalu apa yang harus kulakukan? Membiarkan dia melakukan apapun yang ia inginkan seperti menjual tubuhnya?!" Tanya Dito pada istrinya.


"Ini,," heriyani pun merasa bingung, Tetapi dia tidak bisa membiarkan suaminya pergi ke sana malam-malam seperti itu, lagi pula saat ini akan jarang taksi yang beroperasi karena sudah larut malam.


Dito yang melihat istrinya terdiam akhirnya menyadari kesalahannya yang kini berkata kasar pada istrinya hingga pria itu pun mengulurkan tangannya membawa heriyani ke pelukannya.


"Maaf, aku sudah salah," ucap Dito.


"Aku tahu kau sedang emosi, tetapi ini sudah larut malam, jadi tidak baik untuk pergi ke sana. Bagaimana kalau Kau membiarkan aku mengurus masalah ini? Lagi pula, Kesya akan sangat terkejut kalau kau yang mengurusnya, karena dia adalah seorang perempuan dan kau adalah seorang laki-laki meski kalian bersaudara," ucap Heryani.


Mendengar ucapan istrinya, maka Dito pun melonggarkan pelukan mereka sehingga kedua orang itu saling bertatapan.


Dan karena dia itu sangat mempercayai istrinya bisa menyelesaikan segala masalah dengan cara yang sangat bijak, maka pria itu pun menganggukkan kepalanya, "Baiklah, kalau begitu aku percayakan masalah ini padamu." Ucap Dito langsung membuat heriani tersenyum menganggukkan kepalanya.


"Tentu saja sayang," kata heriani sambil bersorak kegirangan dalam hati.


Sekarang Dia memiliki sesuatu yang sangat menarik untuk dipermainkan dengan ketiga perempuan yang sudah menyiksa heriyani yang lama secara tidak manusiawi.