
Johan yang berada di ruangannya mendengar pintu ruangannya yang diketuk oleh seseorang.
Tok tok tok...
"Masuk," perintah Johan pada orang yang ada di seberang pintunya.
Asisten Johan kemudian membuka pintu lalu masuk menemui Johan yang saat itu menatapnya Karena penasaran apa yang akan dibicarakan oleh asistennya, sebab dia tak memanggil pria itu masuk ruangannya.
"Ada apa?" Tanya Johan pada pria yang kini berdiri di hadapannya.
"Saya baru saja mendapat informasi bahwa Dito bersama timnya pergi ke cabang perusahaan xx dan mereka meminta akses penuh ke sistem perusahaan yang dipakai di sana." Ucap sang asisten membuat Johan menyipitkan matanya sambil berpikir.
"Apakah dia diberikan akses oleh tuan besar untuk melakukan hal itu?" Ucap Johan sambil mengusap dagunya untuk memikirkan masalah tersebut.
"Kemungkinan besar seperti itu, tetapi direktur tidak memberikan akses baginya, dia menyuruh mereka untuk meminta izin pada CEO dan juga pada tuan besar," ucap sang asisten membuat Johan menganggukkan kepalanya.
"Sepertinya mereka berusaha mencari tahu kesalahan direktur. Kau urus masalah ini jangan sampai mereka mencari tahu lebih banya,k karena kalau sampai mereka mendapatkannya, kita dalam masalah besar!! Atau kalau perlu, jebak saja mereka supaya mendapatkan informasi yang palsu supaya nanti kita bisa menggunakan informasi palsu itu untuk balik menyerangnya," ucap Johan.
Ia merasa bahwa sikap Dito yang terlalu ingin tahu bisa mereka manfaatkan untuk membuat pria itu menuduh mereka melakukan sesuatu, padahal sebenarnya hal tersebut tidak benar sehingga tuan besar Romania akan berpikir bahwa Dito bukanlah orang yang bisa dipercayai untuk bekerja.
"Saya akan mengaturnya," jawab sang asisten sebelum asisten tersebut keluar dari ruangannya.
Begitu sang asisten keluar, Johan langsung mengambil teleponnya lalu menghubungi putranya.
Drrtt.... Drrtt... Drrtt...
Drrtt.... Drrtt... Drrtt...
"Ya, ayah," jawab Niko dari seberang telepon.
"Ah,, hanya pria itu saja, tidak perlu terlalu ditakuti, Karena sekarang dia hanya berada di atas angin sebab cucu pertama keluarga Romania mendukungnya, tetapi tetap saja dia tidak akan memiliki kemampuan apapun untuk menjatuhkan kita. Dia hanya tahu cara mengurus ternak, jadi tidak ada pengalaman apapun di dalam perusahaan!" Ucap Niko yang benar-benar meremehkan Dito karena dia tahu pria itu telah sangat lama berada di desa dan pekerjaannya hanyalah memandikan sapi.
Tetapi Johan yang mendengar ucapan putranya, pria itu berkata, "kau Jangan menganggap remeh dia. Apa kau tidak tahu kalau istrinya saat ini sudah menjadi seorang direktur di sebuah perusahaan? Itu Bahkan bukan perusahaan orang lain tetapi perusahaan yang ia beli dengan uangnya sendiri. Bahkan perusahaan yang bangkrut itu bisa dia buat menjadi sangat sukses sekarang, bahkan perusahaan kita sudah mulai bekerja sama dengan mereka!!!"
"A,, apa?!" Nico sangat terkejut, "Bagaimana bisa mereka memiliki perusahaan sendiri?" Tanya Niko.
"Kau sebaiknya lebih banyak mencari informasi tentang mereka, dan sekali lagi Ayah peringatkan padamu, jangan membuat masalah dan Jangan meremehkan mereka!!" Tegas Johan sebelum dia mematikan panggilan telepon tersebut.
Sementara Niko, Setelah berteleponan dengan ayahnya, Niko kemudian mencari tahu tentang perusahaan milik heriani.
Pria itu duduk di depan komputer selama beberapa waktu sampai ia mengerutkan keningnya saat mendapati informasi tentang perusahaan yang dikelola oleh heriyani, itu adalah perusahaan yang baru dan memiliki perkembangan yang sangat pesat.
"Bagaimana bisa perempuan itu menjalankan perusahaan yang hampir bangkrut sampai sekarang bisa seperti ini?" Ucap Dito yang tidak mengerti bagaimana cara heriani mengelola perusahaan sehingga sekarang perusahaan itu berkembang begitu baik dan bahkan sekarang memiliki koneksi di mana-mana.
Laporan terbarunya tentang keuntungan mereka berada di atas rata-rata perusahaan yang sama besar dengan perusahaan yang dikelola oleh heriyani hingga membuat Niko semakin kesal.
"Ini tidak bisa dibiarkan, aku harus melakukan sesuatu untuk mencegah perusahaannya semakin berkembang," ucap Dito sambil minggertakkan giginya, lalu dia pun mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang yang bisa membantunya.
Drrtt... Drrtt... Drrtt...
"Halo?" Jawab pria dari seberang telepon.
"Aku mengirimkan nama perusahaan dan alamatnya padamu, aku ingin kau melakukan apapun untuk menghancurkan perusahaan itu, aku akan mengirimkan sejumlah uang padamu!" Tegas Dito pada pria di seberang telepon.
"Serahkan saja padaku, aku bisa melakukannya dengan baik!" Tegas pria dari seberang telepon sebelum panggilan telepon itu diakhiri dan niko tersenyum puas.
"Lihat saja heriyani, aku akan membuatmu tidak berdaya karena perusahaanmu akan kubuat bangkrut! Selain itu, suamimu juga akan ku keluarkan dari perusahaan ini supaya kalian bisa kembali ke posisi kalian semula, menjadi gelandangan yang tidak dianggap!!" Ucap Niko dengan kemarahan serta kebencian pada heriyani yang begitu mendalam.