
Plak!!!
Sebuah tamparan yang mendarat di pipi Clarissa langsung membuat perempuan itu tersungkur di lantai di sembari memegangi pipinya yang terasa pedih.
🐬🐬🐬
Kesya yang baru saja turun dari lantai 2 langsung melototkan matanya lalu berlari mendekati kedua orang tuanya.
"Apa yang ayah lakukan?!!" Bentak Kesya pada ayahnya sembari membantu ibunya berdiri.
Tetapi Agus sama sekali tidak memperdulikan ucapan putrinya pria itu menatap istrinya sembari berteriak keras, "Kauu!!! Kau masih belum tahu kesalahan mu?!! Mengubah pemilik Rumah ini menjadi namamu! Apakah kau pikir Ayah tidak akan mengetahui tentang apa yang kau lakukan?!! Sekarang di mata Ayah, keluarga kita sudah tidak ada nilainya dan semua itu gara-gara kau!!
"Nikmati rumah mewah ini! Tetapi hanya rumah mewah ini yang akan kita dapatkan, tidak dengan yang lain-lainnya!! Dasar perempuan bodoh yang tidak berguna!! Tidak ada gunanya memeliharamu, karena perempuan bodoh sepertimu malah menularkan kebodohanmu pada kedua Putri kita!!!" Bentak Agus dengan penuh kekesalan pada perempuan di depannya.
Clarissa pun terdiam mendengarkan ucapan suaminya, dan dia tidak bisa berkata apa-apa lagi melihat suaminya yang sangat marah.
Kesya yang ada di sana pun menatap ayahnya, "Apa maksud Ayah?" Tanya Kesya.
"Dari dulu kalian selalu membicarakan tentang warisan keluarga Romania bukan?!! Mulai sekarang Jangan pikirkan itu lagi, karena kita tidak akan mendapatkan sepeserpun!!!" Bentak Agus dengan penuh kemarahan.
Kesya masih ingin bertanya memperjelas masalah itu ketika ponsel Agus tiba-tiba saja berdering hingga Agus pun memilih mengambil ponselnya untuk melihat siapa yang menelponnya.
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
"Sial!!" Gerutu pria itu langsung duduk di sofa tunggal yang ada di sana sembari menekan tombol terima pada layar ponselnya lalu mendekatkan ponsel tersebut ke telinganya.
"Halo?" Ucap Agus.
"Tuan besar menyuruh saya menyampaikan pesan pada Tuan, katanya mulai sekarang Tuan tidak perlu lagi bekerja di kantor utama Karena sekarang Tuan sudah dipindahkan ke cabang di kota M. Tuan besar juga berpesan supaya keluarga Kalian tidak perlu datang ke acara ulang tahun tuan besar. Itu saja yang saya sampaikan, kalau begitu saya tutup ponselnya," ucap Dian dari seberang telepon sebelum telinga Agus dihiasi nada sambungan ponsel yang dimatikan.
Tut tut tut...
Seluruh tubuh Agus menjadi lemas, pria itu bersandar pada sandaran kursi dengan tatapan kosong.
Hal itu membuat Kesya sangat terkejut hingga dia meninggalkan ibunya yang sangat sedang duduk lalu perempuan itu pun menghampiri ayahnya.
"Ayah,, ada apa?" Tanya Kesya sembari memegang tangan ayahnya yang terasa begitu dingin seperti tidak dialiri oleh darah.
Agus tidak mengatakan apapun, pria itu masih berusaha menenangkan dirinya agar dia tidak jatuh sakit setelah mendapat kabar buruk dari Dean.
Clarissa yang duduk di tempatnya pun tidak berani berkata apapun, dia hanya diam saja dalam ketakutannya menatap suaminya yang tampak terpukul setelah mendapat kabar lewat panggilan telepon yang diterima oleh pria itu.
"Ayah??" Kesya segera memijat lengan pria itu Dan berharap agar ayahnya bisa segera berbicara dengannya.
Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya Agus yang sedari tadi memejamkan matanya kini membuka matanya, "keluarga kita sudah dikucilkan. Ayah diperintahkan untuk pergi pindah ke perusahaan di kota M. Juga tidak diizinkan untuk menghadiri acara ulang tahun tuan besar." Ucap Agus membuat terkejut kedua perempuan yang bersama-sama dengannya.