Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
142


Drrriririiriririririinggg......


Drrriririiriririririinggg......


Tak!


Niko yang baru saja bangun di pagi hari kini menekan tombol jam alarmnya dengan kesal sambil mengucek matanya dan melihat jam alarmnya di mana Di sana juga terdapat kalender.


Saat ia melihat tanggal 15, maka pria itu dengan buru-buru terbangun lalu dia pun mengambil ponselnya.


"Ini sudah hari ketiga seperti yang dikatakan oleh Adrian," ucap Niko buru-buru mengecek nilai sahamnya karena sesuai dengan yang dikatakan oleh temannya yang bermain saham bahwa hari ini akan terjadi perubahan di mana harga saham akan mengalami kenaikan yang signifikan pada tempat di mana mereka menanam saham.


Namun, saat Niko membuka layar ponselnya, pria itu gemetar memegang ponselnya saat ia melihat bukannya harga saham mengalami kenaikan, Tetapi malah mengalami penurunan yang sangat drastis.


"Ini,,, Bagaimana bisa seperti ini?" Ucap Niko dengan rasa tak percayanya bahwa dia mengalami kerugian yang sangat besar.


Pria itu pun kembali teringat akan ucapan heriyani sehingga dia kembali membuka portal untuk melihat nilai saham yang dimaksud oleh heriyani.


Benar saja, saat ini nilai saham itu sudah sangat tinggi hingga membuat Niko hanya bisa tercengang di tempatnya dan pria itu merasakan kepalanya menjadi sangat panas memikirkan dia yang sudah mempercayai orang yang salah.


"Bagaimana bisa???" Niko meletakkan ponselnya dengan sembarangan lalu pria itu pun segera turun dari tempat tidur dan berlari membuka pintu kamarnya.


Tanpa menggunakan alas kaki, Niko berlari ke arah pintu kamar heriyani dan Dito lalu dia berdiri di sana untuk mengetuk pintu kamar tersebut.


Tangannya sudah hendak mengetuk pintu itu ketika dia menghentikan gerakan tangannya hingga tangannya menjadi melayang di udara.


'Tidak, aku tidak mungkin menanyakan masalah itu pada heriyani karena saat ini dia pasti sedang menertawakanku atas kebodohanku sendiri. Tapi bagaimana perempuan itu bisa mengetahui dan menebak dengan tepat tentang nilai saham?' ucap Niko dalam hati yang sungguh tidak bisa mengerti mengapa perempuan bodoh seperti heriyani bisa mengetahui masalah saham.


Ketika dia masih berada dalam kedilemaan nya untuk mengetuk pintu kamar haryani atau tidak, tiba-tiba saja pintu dibuka dari dalam hingga membuat Niko terdiam di tempatnya saat melihat heriyani muncul dari dalam kamar.


"Kenapa kau berdiri di depan pintu kamar kami?" Tanya heriani dengan nada suara tidak bersahabat menatap pria di depannya.


Bagaimanapun, setelah Andika melukai suaminya, maka heriyani menjadi semakin kesal pada keluarga kedua dan dia serasa tidak mau lagi bertemu dengan orang-orang dari keluarga kedua bahkan jika itu hanya hewan peliharaan mereka saja.


Hal itu membuat heriani tersenyum mencibir sembari menutup pintu kamarnya lalu dia pun berjalan menjauhi Niko untuk pergi ke lantai bawah membuat sarapan untuk dia dan suaminya.


Niko berdiri di tempatnya selama beberapa saat sampai akhirnya pria itu berlari ke lantai bawah tanpa memperdulikan pelayan yang memperhatikannya.


'Aku tidak peduli, aku harus mengetahui rahasia heriyani memprediksi nilai saham!' ucap Niko dalam hati terus berlari sampai ia tiba di dapur dan melihat heriani sedang mengambil bahan makanan segar dari dalam kulkas.


"Aku mau bicara denganmu sebentar!" Ucap Niko langsung membuat heriani menghentikan gerakan tangannya lalu perempuan itu menatap Niko dengan tatapan tidak sukanya.


"Aku tidak mau berbicara dengan siapapun yang berasal dari keluarga kedua!" Ucap heriyani sambil berbalik meninggalkan Niko dengan perempuan itu pergi ke wastafel untuk mencuci bahan makanan yang ia ambil.


Niko yang melihat itu, ia langsung mengejar heriani, "hanya sebentar saja, biarkan aku--"


"Apa kau tuli?!!" Bentak heriani sembari menatap pria di depannya dengan tatapan garangnya, "kau tidaklah tuli, kalau begitu, Apakah kau tidak mengerti bahasa manusia?! Tapi kau bisa berbicara bahasa manusia, kalau begitu, Apakah kau seseorang yang tak tahu malu?!!" Ucap heriyani yang amat kesal pada pria di depannya.


Niko pun tak menyangka bahwa heriani akan berkata seperti itu padanya, Padahal dia hanya ingin menanyakan masalah saham, tetapi perempuan itu, kenapa dia sangat marah??


"Tuan muda, tolong kenakan ini," ucap seorang pelayan yang datang membawakan sandal untuk Niko hingga membuat Niko akhirnya mengenakan sendal yang dibawa oleh pelayan itu.


Setelah memakai sandal, Niko pun menatap Heryani yang tampak serius mencuci sayuran segar, "aku akan melakukan apapun untukmu asal kau mengajariku cara membaca perkembangan saham!" Ucap Niko yang masih belum menyerah untuk mendapatkan ilmu yang dimiliki oleh heriani.


Tetapi ketika dia melihat heriani sama sekali tidak merespon, maka Niko hanya bisa menggerakkan giginya lalu dia meninggalkan heriani dengan perasaan kesalnya.


Saat mi keluar dari dapur, Niko menghentikan langkahnya kala ia melihat seorang pelayan yang ada di sana Lalu dia pun berkata, "apa kata perempuan yang ada di dapur itu sedang mengalami PMS sehingga dia menjadi sangat marah?!!"


Pelayan terkejut dengan baik pertanyaan Niko, tetapi pelayan itu tetap berkata, "sepertinya tidak begitu, tetapi Nyonya muda keenam sedang marah setelah tiga hari yang lalu Andika memukulnya bersama-sama dengan suaminya."


Ucapan pelayan itu langsung membuat Niko mengerutkan keningnya, 'benar juga, selama ini keluarga kami tidak bersikap baik pada mereka, Jadi tidak mungkin dia mau mengajariku,' ucap Niko yang baru sadar Mengapa heriyani begitu tidak mau berbicara dengannya.


Niko pun neng Hela nafas sembari melangkahkan kakinya untuk kembali ke lantai 2, "bagaimana bisa aku lupa? Gara-gara memikirkan saham sampai aku sangat lupa kalau heriyani dan keluarga kami memang saling membenci," ucap Niko yang merasa konyol pada dirinya sendiri yang tadinya kebingungan Kenapa heriannya bersikap saat ketus padanya, Padahal dia melupakan masalah keluarga mereka karena dia terlalu fokus pada sahamnya.