
Cukup lama menghadiri acara penghargaan, Akhirnya sekarang semua orang sudah mulai berbincang bebas, ada orang yang mengambil makanan ada juga yang berusaha berbincang-bincang dengan orang-orang dari perusahaan terkenal untuk mencari relasi kerjasama.
Sementara heriani dan Dito, keduanya berdiri di depan meja yang menyediakan berbagai makanan minuman dan cemilan.
Dito mengambil salah satu gelas berisi minuman lalu memberikannya pada istrinya sebelum dia mengambil untuk dirinya sendiri.
Haryani memperhatikan minuman yang ada di tangannya, "Ini mengandung alkohol," ucap heriani sambil melirik ke arah suaminya yang sudah meneguk minuman tersebut.
"Tidak apa-apa sekali," Kata Dito langsung membuat heriani mengeluarkan tangannya mencubit perut suaminya.
"Kau bilang tidak apa-apa sekali? Awas aja kalau nanti kalau kecanduan! Aku tidak suka pria yang kecanduan alkohol!" Tegas heriani memperingatkan suaminya hingga membuat Dito langsung meletakkan gelas miliknya.
"Ayo kita cari jus saja," ucap Dito dengan tangan terulur mengambil gelas dari tangan istrinya lalu mereka meninggalkan tempat itu.
Melihat kelakuan suaminya yang sangat patuh padanya, maka Heryani menjadi sangat senang hingga Mereka pun hanya pergi mengambil jus dan beberapa cemilan lainnya lalu kembali ke meja mereka untuk makan bersama-sama.
Sambil makan, Dito memperhatikan sekitarnya, "sayangku, tidakkah kau juga berniat untuk berbicara dengan orang-orang di sini?" Tanya Dito yang selalu ingat ketika ada acara besar yang digelar oleh keluarga Romania, maka semua orang berusaha untuk berkenalan satu sama lain.
Tetapi heriani malah tersenyum sambil menyuap sepotong makanannya, "kita makan saja dulu, nanti juga ada waktunya, kita akan keliling-keliling," kata Heryani yang memang merasa lapar karena tadinya dia hanya makan sedikit di rumah.
"Baiklah, Apakah kau masih mau makan yang lain?" Tanya Dito langsung membuat heriani menganggukkan kepalanya.
"Aku mau coklat, yang ada di sana, akan bagus kalau coklat itu membalut buah-buahan yang ditusuk," ucap heriyani menunjuk air mancur coklat yang sangat besar di tempat itu.
Dito pun menatap ke arah air mancur tersebut sambil menganggukkan kepalanya, "baiklah, akan ku ambilkan," ucap Dito sembari berdiri lalu dia pun berjalan ke air mancur tersebut meninggalkan heriani yang masih sementara makan di tempatnya.
"Hai," ucap perempuan itu sembari melemparkan senyum terbaiknya pada Dito hingga membuat Dito menatap perempuan itu dengan perasaan aneh.
"Ya?" Tanya Dito.
"Hm, Aku juga mau itu dong, kamu bolehkah kau membantuku?" Tanya Sang Perempuan langsung membuat Dito menatap ke arah buah yang sedang ia guyur dengan air mancur coklat.
"Ah, Maaf, tapi ini untuk istriku," jawab Dito langsung membuat Sang Perempuan memperlihatkan wajah kecewanya.
Namun perempuan itu tidak langsung menyerah dengan cepat memperbaiki ekspresi wajahnya, j"Aku dengar kau dari keluarga Romania? Bagaimana kalau kita bertukaran nomor ponsel? Kau bisa menghubungiku kapanpun kau mau," kata perempuan tersebut dengan nada suara dan raut wajah yang sangat menggoda hingga membuat Dito menjadi sangat kesal serta geli.
"Istriku menungguku," ucap Dito berjalan meninggalkan perempuan tersebut hingga membuat sang perempuan menatap kesal ke arah Dito yang berjalan menghampiri istrinya.
"Hah,, pria ganteng itu sangat setia, tapi dia berasal dari keluarga kaya," kata perempuan itu merasa kesal karena Dito sama sekali tidak tertarik dengannya.
Jadi perempuan itu berniat untuk kembali merayu Dito dengan cara yang lebih ekstrem lagi, sehingga dia berdiri di tempatnya sambil mengamati kedua orang itu menunggu keduanya berpisah dan mencari kesempatan yang tepat untuk mendekati Dito.
Sedangkan heriyani yang dihampiri suaminya, ia merasa senang melihat buah-buahan yang dibawa oleh suaminya kini telah diguyur dengan coklat.
"Ini terlihat enak," ucap heriani yang di kehidupan sebelumnya Dia jarang menikmati hal-hal seperti itu, karena Setiap ada pertemuan seperti sekarang ini dia sibuk menjalin relasi bisnis dengan orang-orang, namun sekarang ia sadar bahwa pekerjaan bisa dikesampingkan, tetapi yang paling penting ialah membahagiakan diri sendiri supaya tidak menyesal di kemudian hari.
"Biar kubantu kau maemakannya," Kata Dito menyuapi istrinya hingga membuat heriyani tersenyum lebar.
"Para perempuan akan merasa iri melihat suamiku sangat tampan dan juga sangat baik serta sangat sayang padaku," kata heriani yang tadinya sempat melirik perempuan yang mendekati suaminya, meski ia merasa kesal tapi ia merasa senang melihat wajah kecewa perempuan itu.