Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
63


Ting!


Lift yabg di tempati Heriani berhenti di sala satu lantai.


Perempuan itu kemudian keluar dari sana dan pergi menyusuri koridor, ia menghentikan langkahnya ketika ia tiba di kelas g 15 c.


Perempuan itu menatap dari sala satu jendela yang terletak pada kelas itu dan tersenyum melihat seorang perempuan berusia 60 tahun yang masih senang belajar melukis.


Maka dia pun mengetuk pintu tersebut dan membukanya.


Semua orang menoleh ke arahnya, sehingga heriyani kembali menutup pintu di belakangnya lalu berjalan menghampiri sang pengajar yang ada di depan kelas.


Heriani kemudian memperlihatkan sebuah kartu.


"Ahh,, kita kedatangan satu murid baru," kata Sang pengajar segera mengambil kartu tersebut lalu dia pun menyimpannya di salah satu tempat khusus untuk menyimpan kartu.


"Silakan perkenalkan diri," kata Sang pengajar langsung membuat heriyani menatap semua orang dengan sebuah senyum terukir di wajahnya.


"Halo semuanya, perkenalkan nama saya heriyani, senang bertemu dengan kalian semua," kata heriani memperkenalkan diri pada semua orang.


Orang-orang yang ada di sana langsung bertepuk tangan dan mereka menatap haryani dari ujung kaki sampai ujung rambut, namun untungnya heriani sudah mempersiapkan segalanya, Dia memakai pakaian dan berpenampilan seperti orang dari konglomerat agar dia tidak ditindas di tempat itu.


"Kalau begitu, heryani silakan duduk di sana," kata Sang pengajar pada heriani menunjuk ke arah sebuah tempat kosong di dekat perempuan berumur 60 tahun yang diincar oleh heriyani.


Semua orang memperhatikan heriyani, dan dalam hati mereka agak cemas pada perempuan muda Itu, sebab perempuan berumur 60 tahun yang ada di tempat itu memiliki kebiasaan yang buruk memberikan komentar buruk terhadap lukisan orang lain.


Sementara sang pengajar yang ada di kelas itu, dia segera berkata, "baiklah, kita lanjutkan pelajaran kita hari ini."


Setelah sang pengajar berbicara demikian, maka perempuan itu pun memperlihatkan sebuah lukisan contoh pada mereka, "ini adalah lukisan yang akan kita buat hari ini,," kata Sang Perempuan kemudian melanjutkan dengan menjelaskan detail-detail lukisan itu dan teknik-teknik yang digunakan.


Selain itu, pengajar itu juga memberikan contoh teknik-teknik yang digunakan dalam pelajaran itu sehingga semua orang memperhatikannya dengan seksama.


Setelah sang pengajar selesai memberikan materi, barulah semua orang dipersilakan untuk melukis.


Belum lagi melukis, heriani baru memegang kuas yang disiapkan untuknya, perempuan yang ada di sebelahnya langsung menatap heriani dan berkata, "cara memegang kuas tidak seperti itu, lakukan seperti caraku."


Semua orang yang ada di ruangan itu langsung menoleh ke arah haryani, dan mereka menggelengkan kepalanya karena merasa prihatin dengan perempuan itu, tetapi heriani dengan semangat menganggukkan kepalanya.


"Ahh,, maafkan saya, Apakah sudah seperti ini?" Tanya heriani.


"Ahh ya, kau belajar dengan cepat, kemarin ada orang yang duduk di kursimu, tapi memegang kuas saja dia tidak tahu sampai-sampai membuatku darah tinggi harus mengajarinya berkali-kali!!!" Kata perempuan tua itu sembari tertawa membuat keriput di wajah semakin kentara.


Seorang perempuan yang duduk di pojok ruangan itu hanya menggelengkan kepalanya sembari berkata, "bukannya mengajar, dia memaksa perempuan itu memegang kuas seperti keinginannya, padahal kan setiap orang punya cara dan teknik yang nyaman bagi mereka saat memegang kuas, tapi dia ingin semua orang mengikuti caranya!!!"


Ucapan perempuan itu pelan sehingga Sang Perempuan tua yang sudah tidak terlalu bagus pendengarannya tidak mendengarnya. Tetapi semua orang dalam ruangan yang tenang itu bisa mendengar ucapannya.


Heriani memperhatikan semua orang dan Mereka tampak setuju dengan ucapan perempuan itu.


Tetapi Hariani tidak terlalu mempedulikannya, Sebab Dia hanya ingin mengincar sesuatu yang dimiliki oleh perempuan itu sehingga tidak terlalu peduli dengan masalah seperti itu.