
"5! 4! 3! 2! 1!"
Heriani dan Dito secara bersamaan menekan sebuah tombol yang terletak di belakang kotak sehingga membuat kotak terbuka dan balon beserta kertas yang disiapkan dalam kotak langsung meluncur keluar dari kotaknya membuat semua orang sangat terkejut.
Balon biru bercampur dengan pink langsung membuat semua orang sangat terkejut.
Heriani dandito pun sontak langsung berpelukan satu sama lain dengan heriyani yang merasakan matanya berkaca-kaca mengetahui bahwa anak kembar Mereka adalah pasangan antara perempuan dan laki-laki.
Tuan besar Romania juga sangat terkejut sampai pria itu mengalami syok berat dan mengejutkan semua orang.
"Kakek!!!" Teriak Andien langsung meraih kakeknya hingga membuat semua orang yang menatap ke arah panggung kini melihat ke arah tuan besar Romania yang sudah mulai terjatuh di kursinya.
Adam yang ada di sana cepat-cepat mengambil ponselnya menghubungi ambulans sebelum dia membantu ayahnya menggendong Tuan besar Romania meninggalkan tempat acara.
Dito yang saat itu berpelukan dengan istrinya juga sangat terkejut, sehingga mereka segera turun dari panggung.
Tetapi semua keluarga pertama dan juga Ayah Dito telah pergi mengantar tuan besar Romania sehingga pesta yang awalnya terlihat penuh kebahagiaan kini langsung dipenuhi kecemasan atas apa yang terjadi pada tuan besar Romania.
"Sayang, sebaiknya acaranya dihentikan saja, Aku cemas pada kakek," kata heriani pada suaminya langsung membuat Dito menarikkan kursi untuk istrinya.
"Kamu duduklah di sini sebentar, biar aku yang berbicara pada semua orang," ucap Dito sebelum dia berlari ke arah panggung lalu mengambil mic dari pembawa acara.
Pria itu pun berdiri di tengah-tengah panggung sambil menatap semua orang yang kini cemas dan terlihat kebingungan harus melakukan apa.
Dito menatap semua orang, "Saya minta maaf Yang sebesar-besarnya atas apa yang terjadi, kami sangat berbahagia hari ini atas jenis kelamin anak kami yang telah diketahui, tetapi karena kakek saya tiba-tiba mengalami sebuah gangguan kesehatan, maka dengan berat hati saya berkata bahwa acara ini akan berhenti sampai di sini saja. Kami segenap keluarga sangat berterima kasih untuk kehadiran kalian semua, dan kami akan menebus Apa yang terjadi hari ini di lain hari kemudian.
"Kami sangat memohon untuk pemahaman dari semua orang, dan kami sudah menyiapkan bingkisan untuk setiap orang yang datang hari ini, sekali lagi terima kasih untuk kehadiran kalian," ucap Dito sebelum dia membungkuk pada semua orang.
Beberapa orang pun menghampiri Dito dan memberi pemahaman pada Dito bahwa semuanya akan baik-baik saja serta ucapan selamat untuk jenis kelamin anaknya.
Heriani pun juga dihampiri oleh beberapa orang, sehingga dia dengan Rama menyapa semua orang sampai akhirnya satu persatu tamu meninggalkan tempat tersebut termasuk Dito dan istrinya yang juga langsung pergi menyusul tuan besar Romania ke rumah sakit.
Begitu mereka duduk di atas mobil yang membawa mereka ke rumah sakit, heriani memegang erat tangan suaminya sambil berkata, "Aku tidak menyangka hal seperti ini akan terjadi, tapi kenapa kakek tiba-tiba seperti itu?"
Dito beralih memeluk istrinya sambil mengusap kepala istrinya, "jangan khawatir, semuanya pasti akan baik-baik saja. Aku rasa Kakek sangat bersemangat dan terlalu senang sehingga dia mengalami gangguan kesehatan. Apalagi kakek memiliki riwayat penyakit jantung," ucap Dito sambil menghela nafas karena sebenarnya dia juga sangat khawatir pada kakeknya tetapi tentunya dia tidak boleh membuat istrinya menjadi lebih khawatir lagi.
Begitu keduanya tiba di rumah sakit, Dito langsung pergi bersama istrinya ke ruangan gawat darurat lalu mengetahui bahwa tuan besar mengalami stroke ringan yang membuat pria itu merasa lemas dan kini berbaring di tempat tidur.
Tuan besar Romania dikelilingi oleh seluruh keluarga, tetapi ketika heriani dan Dito datang, Andien bersama dengan kakaknya langsung memberi ruang pada dua orang itu agar melihat lebih dekat kakek mereka.
Tuan besar sudah sadar sehingga Tuan besar kemudian berkata, "selamat untuk jenis kelamin anak kalian yang laki-laki dan perempuan, itu sangat membahagiakan."
"Terima kasih kakek, tetapi yang paling penting sekarang adalah kesehatan kakek," ucap heriyani sambil memegang tangan Tuan besar Romania.
"Maaf, aku merusak acara kalian gara-gara penyakitku ini. Aku terlalu senang sampai tidak bisa mengendalikan diri, tapi sekarang kau tidak perlu khawatir, Dokter bilang semuanya baik-baik saja, hanya perlu dirawat beberapa hari ke depan. Ah,, ibu hamil juga tidak baik lama-lama di rumah sakit, bisa berpengaruh pada kesehatannya, jadi sebaiknya kau segera pulang dan istirahat!" Kata Tuan besar Romania pada heriani sebelum dia berbalik menatap cucu laki-lakinya.
"Dito, bawa istrimu pulang, kakek cemas Dia mungkin tertular penyakit di rumah sakit," ucap Tuan besar Romania langsung membuat Dito menganggukkan kepalanya.
"Baik Kek, kalau begitu kami permisi dulu," ucap Dito dianggap oleh Tuan besar Romania sehingga dia bersama dengan istrinya pun pergi meninggalkan tempat itu.
Orang-orang yang lain masih tetap tinggal di sana, dengan Tuan besar Romania yang langsung mengeluh ketika pintu ruangan tertutup.
"Ah,,, dadah aku sangat sakit, ahh!!" Gerutuan besar Romania sambil memegangi dadanya hingga membuat semua orang yang ada di sana menjadi panik.
"Cepat panggil dokter!!" Ucap Andien langsung membuat Adam dengan cepat menekan bel darurat yang terletak di ruangan tersebut.
"Kenapa ayah menahannya?" Ucap Agus kini mengusap-ngusap dada ayahnya.
"Ayah tahanlah sebentar, tahan sebentar, Ayah pasti akan baik-baik saja, dokter akan segera datang memeriksa ayah," ucap Marwah.
"Ah,,, bantu aku menganggap sedikit tangan kiriku!!" Ucap tuan besar Romania dengan suara yang begitu berat hingga Agus dengan cepat mengangkat tangan kiri ayahnya.
"Kenapa dokternya lama sekali?" Gerutu Andien sambil menatap ke arah kakaknya yang tidak melakukan apapun sehingga membuat Adam dengan cepat berlari ke arah pintu lalu membuka pintu untuk melihat kedatangan dokter.
Untunglah saat itu dokter segera datang Lalu pria itu pun menyuntikkan obat pada Tuan besar Romania hingga membuat Tuan besar Romania merasa lebih baik.
"Ah,,, kalian semua pulang lah, biarkan Dean yang menemaniku di rumah sakit!!" Perintah Tuan besar Romania langsung membuat semua orang menatap Tuan besar Romania dengan tatapan tak senang mereka.
"Ayah ini bagaimana, Ayah sedang sakit begini tapi malah menyuruh orang lain untuk menjaga ayah, kami di sini ada untuk menjaga Ayah, jadi tidak perlu merepotkan asisten Dean!" Tegas Marwan pada ayahnya.
"Kalian tidak mengerti apa-apa, cepat pergi dari sini dan suruh asisten Dean masuk ke dalam ruangan!!" Perintah Tuan besar Romania akhirnya membuat semua orang mau tak mau menuruti keinginan pria itu, karena terlihat tuan besar Romania tampak kesulitan.
"Baiklah, kalau begitu Kami pergi dulu," ucap Agus menyusul semua keluarganya yang lain yang telah keluar dari ruang perawatan.
Setelah keluar, semuanya duduk menunggu di koridor Rumah sakit dengan Dean yang masuk ke dalam ruangan lalu mengunci pintu kamar dan menghampiri tuan besar Romania.
"Tutup tirainya!" Perintah Tuan besar Romania langsung membuat Dean menutup tirai.
Setelah tirai ditutup, maka tuan besar Romania langsung tersenyum lalu duduk dengan tenang sambil menatap Dean, "hah,, lelahnya berpura-pura sakit di depan mereka semua!!" Gerutu tuan besar Romania sambil menunjuk air putih sehingga Dean pun memberikan air putih pada Tuan besar Romania.
Setelah Tuan besar Romania minum, Dean kemudian berkata, "Apakah tidak apa-apa membohongi mereka seperti itu? Saya cemas kalau Dito dan Heryani mengetahui bahwa anda berpura-pura sakit di acara gender reveal, mereka mungkin tidak akan memaafkan Tuan besar!"
"Aku tidak punya pilihan lain lagi, ini untuk menjadi peringatan bagi mereka semua kalau mereka sampai melakukan kesalahan kecil saja bisa membuatku langsung masuk ke surga!! Ah,,, tadi dokter menyuntikkan sesuatu, kau sudah berbicara dengannya supaya tidak melakukan hal-hal aneh bukan?" Tanya Tuan besar Romania.
"Ya, Saya sudah berbicara dengan dokter, jadi tuan besar tenang saja," jawab Dean.
"Baguslah, sekarang berikan pekerjaan ku, aku akan menandatangani beberapa berkas," kata Tuan besar Romania membuat Dean mengangkat sebelah alisnya menatap Pria tua yang kini memperbaiki posisi duduknya di atas tempat tidur.
Meski begitu, Dean tidak mengatakan apapun dan hanya mengikuti perintah pria itu dengan mengambil tasnya lalu membuka beberapa berkas dari dalam tasnya.
Sementara semua orang yang berada di koridor rumah sakit, saat ini Andien menatap semua orang sambil berkata, "kondisi Kakek sangat buruk, sedikit saja kita membuatnya terkejut akan membuat Kakek masuk rumah sakit. Aku jadi sangat khawatir."
Marwa menatap putri nya, "makanya, mulai sekarang kita semua harus menjaga segala sesuatu yang kita ucapkan pada Tuan besar Romania, Jika ada hal-hal yang begitu mengejutkan maka sebaiknya diberitahukan saja pada asisten Dean supaya dia yang menyampaikannya baik-baik. Bagaimanapun, kita semua sudah melihat kalau ayah hanya menginginkan asisten Dean yang menemaninya, asisten Dean itu sudah seperti keluarga tunggalnya saja!"
"Tapi ini aneh, kalau di perusahaan aku memberitahunya banyak masalah perusahaan dia sama sekali tidak terkejut, tapi kenapa sekarang secara tiba-tiba?" Ucap Adam yang merasa aneh, karena semenjak ia menjadi wakil CEO, Ia banyak membahas berbagai hal tentang perusahaan dengan tuan besar Romania namun pria itu tampak biasa-biasa saja saat menangani sebuah masalah, meskipun itu adalah masalah proyek yang besar.
"Mungkin beberapa waktu yang lalu kakek masih baik-baik saja, tetapi sekarang mungkin semuanya sudah berubah," kata Andien yang tetap saja merasa cemas pada kakeknya.
Adam yang mendengarkan itu tidak mau membahas masalah itu lagi, karena semua orang pun sudah mengerti sehingga dia tetap diam saja di tempatnya.
Mereka semua menunggu selama 1 jam di rumah sakit sampai akhirnya asisten Dean keluar menemui mereka.
"Bagaimana keadaan kakek?" Tanya Andien dengan perasaan penuh khawatir.
Semua orang pun langsung berdiri mengelilingi asisten Dean untuk mendapatkan informasi dari pria itu.
"Tuan besar sudah tidur, dia bilang kalian semua sudah bisa pulang, biar saya yang menjaganya di rumah sakit. Ah,,, Tuan besar berpesan supaya ke depannya jika ada hal-hal penting yang mau disampaikan langsung katakan saja pada saya, supaya saya yang mengatakannya padanya." Ucap asisten Dean langsung membuat semua orang menganggukkan kepala mereka dengan perasaan lega bahwa Tuan besar Romania baik-baik saja.
Maka setelah itu, semua orang pun pergi meninggalkan Rumah sakit dengan asisten Dean yang kembali masuk ke dalam kamar lalu mendorong kursi roda yang ditempati oleh tuan besar Romania.
"Kita pergi ke apartemen xx, Aku akan menghabiskan waktuku di sana," kata Tuan besar Romania yang saat itu sedang memegang sebuah buku di tangannya.
"Baik Tuan," jawab Dean.