
Dita selesai menyelimuti istrinya yang bersiap untuk tidur, lalu pria itu hendak mematikan lampu kamar Ketika istrinya tiba-tiba saja berkata, "kalau kau pergi ke kantor polisi jangan lupa menggunakan dua mantel, cuaca di luar sangat dingin."
Dita menganggukkan kepalanya, "Jangan khawatir, aku akan menggunakan mantel tebal dua lapis. Kamu tidurlah Sekarang dan tidak perlu menungguku kembali," ucap Dito dijawab anggukan heriani hingga Dito menekan saklar lampu mematikan lampu di dalam kamar lalu dia pergi meninggalkan apartemen.
Saat Dito tiba di kantor polisi, dia melihat ibunya sudah ada di sana menunggunya dan perempuan itu langsung berdiri menghampirinya.
"Ibu sudah menyuruh mu untuk datang lebih awal, kenapa kau baru datang sekarang?!" Bentak Clarissa pada putranya.
"Maaf Bu, aku harus menunggu istriku tertidur dulu baru datang kemari," membuat Clarissa menjadi sangat kesal.
"Apa?!! Emangnya istrimu tidak bisa tidur kalau kau tidak ada di sampingnya?!!" Gerutu Clarissa yang merasa kesal pada putranya karena pria itu jauh lebih mementingkan perempuan asing yang masuk ke rumah mereka ketimbang saudara kandung nya sendiri.
Tetapi Dito tidak menjawab ucapan Ibunya, dan dia hanya berjalan menghampiri polisi yang bertugas di sana, "saya adalah kakak dari perempuan bernama Kesya. Bolehkah saya bertemu dengannya sebentar?" Tanya Dito yang hendak membicarakan sesuatu dengan Kesya.
"Silakan ikuti saya," ucap sang polisi menunjukkan jalan pada Dito hingga Dito mengikuti polisi tersebut dengan Clarissa bersama wasti juga ikut dibelakang Dito karena mereka penasaran untuk mendengarkan pembicaraan Dito dan Kesya.
Sambil berjalan menuju tempat untuk berbicara dengan Kesya, Dito kemudian berkata, "Apakah ada pengacara umum yang disiapkan untuk adik saya?"
"Tentu saja akan ada pengacara yang disiapkan, tetapi akan ada baiknya kalau kalian keluarga menyewa pengacara lain dari firma hukum yang berkelas, karena biasanya pengacara umum yang disediakan hanyalah pengacara yang baru, Jadi mereka belum memiliki pengalaman yang cukup seperti pengacara-pengacara yang bisa disewa di firma hukum," ucap polisi membuat Dito menganggukkan kepalanya.
Sementara Clarissa yang mendengarkan itu, dia langsung berkata, "kita harus menyewa pengacara untuk adikmu! Karena masalah ini harus selesai dengan cepat dan sebisa mungkin dia tidak usah masuk penjara supaya tidak mempermalukan keluarga kita!"
Dito menatap ibunya, "kita tidak punya uang untuk menyewa pengacara seperti itu," ucap Dito yang sebenarnya tidak mau lagi menyewa seorang pengacara untuk adiknya, Karena dia pikir perempuan itu memang harus mendapatkan pelajaran lewat pengalamannya supaya nanti tidak lagi mengulangi kesalahannya.
"Aku belum 1 bulan bekerja bu, jadi belum ada gaji," tegas Dito.
"Tapi kau bisa meminta pinjaman ke perusahaan supaya nanti dipotong dari gajimu saja!" Tegas Clarissa yang benar-benar malu jika putrinya harus masuk ke penjara.
Namun Dito berkeras kepala, Dia tidak ingin terlalu memanjakan Kesya sehingga Dito hanya menggelengkan kepalanya dengan pelan sampai akhirnya mereka tiba di tempat untuk bertemu dengan kesya.
Polisi yang mengantar mereka berkata, "saya akan memanggilnya kemari, kalian tunggu sebentar."
Dito mengganggukan kepalanya dengan pelan lalu membiarkan polisi itu pergi sambil berbalik menatap ibunya yang tampak sangat kesal duduk di samping Dito.
Tetapi setelah beberapa saat menunggu, sang polisi kembali sendirian lalu menghampiri mereka, "katanya dia tidak mau bertemu dengan siapapun," ucap polisi tersebut membuat Clarissa sangat terkejut.
"Apakah anda tidak mengatakan bahwa ibunya ada di sini?" Tanya Clarissa yang tak percaya bahwa putrinya tidak mau menemui mereka.
"Saya sudah berkata bahwa keluarganya ada di depan, Tetapi dia tidak mau keluar dari sel," jawab sang polisi.
"Kalau begitu kami hanya akan mengurus surat-suratnya terlebih dahulu," ucap Dito membuat sang polisi menganggukkan kepalanya hingga dia pun mengantar Ketiga orang itu untuk pergi ke ruangan lain mengurus surat-surat perwalian Kesya.
🎡Penasaran dengan bab berikutnya? baca di YouTube dengan kata kunci Novel Toraja