
"Kau bilang Andika Sudah ada di peternakan? Kenapa heriyani berteleponan dengan suaminya dan mengatakan bahwa dia tertahan di stasiun kereta api?!" Tanya tuan besar Romania.
🌟🌟🌟
"Maafkan saya tuan, tapi saya hanya mengatakan apa yang dikatakan oleh Tuan Muda kedua pada saya, bahwa dia sudah berada di peternakan," jawab Bayu.
"Telpon dia!" Perintah Tuan besar Romania langsung membuat Bayu mengambil ponselnya dan menghubungi pria itu.
Ketika Bayu hendak mendekatkan ponsel itu ke telinganya, tuan besar Romania berkata, "buat dalam mode speaker dan jangan beritahukan padanya bahwa aku ada di sini."
Perintah Tuan besar Romania benar-benar mengejutkan Bayu, tetapi pria itu tidak bisa membantah sehingga dia dengan perasaan yang cemas hanya bisa mengikuti perintah pria itu dengan memasukkannya ke mode speaker.
Drrtt.... Drrtt... Drrtt...
Drrtt.... Drrtt... Drrtt...
"Ada apa?!" Tanya Andika dari seberang telepon begitu panggilan telepon mereka terhubung.
"Maaf mengganggu tuan muda, tapi saya mau bertanya, saat ini tuan muda ada di mana?" Tanya Bayu.
"Kau ini!! Kenapa kau bertanya seperti itu? Tentu saja aku berada di hotel, Memangnya kau pikir aku ada di mana lagi?!" Bentak Andika dari seberang telepon segera membuat tangan Bayu yang memegang ponsel kini gemetar.
Bayu bahkan takut mengangkat wajahnya menatap tuan besar Romania yang kini tampak tidak senang.
Tetapi ketika Bayu berpikir bahwa Tuan besar Romania akan mengatakan sesuatu, malah tuan besar Romania berbalik meninggalkannya hingga Bayu pun merijek panggilan telepon tersebut dan mengikuti tuan besar Romania.
Begitu duduk di dalam mobil bersama-sama dengan tuan besar Romania Bayu merasakan keringat dingin meluncur di punggungnya, padahal saat itu, AC di dalam mobil menyala dan suhu AC cukup rendah.
Mobil pun berjalan meninggalkan kediaman, dan Bayu menatap ke arah heriyani yang saat itu sedang berjalan menjauh dari kediaman keluarga Romania.
"Bagaimana persiapan untuk acara di hari Senin?" Tuhan besar Romania memulai pembicaraan.
"Saya sudah mengkonfirmasi, dan semuanya sudah berjalan dengan lancar, saya pastikan tidak ada kesalahan di acara ulang tahun Tuan," jawab Bayu.
"Baguslah," kata Tuan besar Romania merasa lega dengan hal tersebut.
Sementara Bayu yang ada di sana, dia masih berada dalam kecemasannya karena Tuan besar Romania belum mengatakan apapun tentang Andika yang sudah melakukan kebohongan.
Maka mobil pun terus melaju sampai akhirnya ponsel Bayu berdering.
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
"Halo?" Jawab Bayu pada orang di seberang telepon.
"Kami sudah menerima berkas yang dibuat oleh Tuan besar, tetapi yang datang membawa berkasnya meminta agar nama yang tertulis di bawah atas nyonya Clarissa Halmania." Ucap seorang pria dari seberang telepon.
Maka Bayu pun dengan cepat menjauhkan panggilan telepon itu dari telinganya lalu dia menatap tuan besar Romania sambil berkata, "berkas yang Tuan berikan pada tuan ke-3 untuk ditulis atas nama Dito sudah dibawa ke bagian pemerintahan, namun bukan nama Dito yang akan ditulis di sana, melainkan nama Clarissa lah yang diajukan oleh pembawa berkas."
"Dasar orang-orang serakah itu, biarkan dia melakukannya sesuka hati!" Ucap Tuan besar Romania langsung diangguki oleh Bayu hingga pria itu pun kembali menjawab panggilan teleponnya dan menyuruh pria di seberang telepon melakukan semuanya sesuai permintaan orang yang membawa berkasnya.
Setelah panggilan teleponnya ditutup, tuan besar Romania pun berkata, "untuk acara ulang tahunku, Aku tidak ingin keluarga menghadiri acara itu, kecuali Dito dan istrinya!"
"Baik Tuan," jawab Bayu.