Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
208


Sepanjang hari, Dito bekerja seperti biasa, sampai pada saat jam makan siang, Dito yang ada di kantin perusahaan makan sambil memikirkan apa yang harus ia lakukan agar bisa membuat manajernya mau menangani kasus pemalsuan data yang dilakukan oleh anak perusahaan.


Saat Dito masih terus berpikir dan tidak menemukan solusinya, tiba-tiba saja Michael datang di depannya sambil membawa makanan lalu pria itu makan dengan tenang seolah-olah tidak ada apa-apa.


Hal itu membuat Dito merasa semakin frustasi saja sehingga dia hanya memainkan makanannya tanpa ada niat untuk memakan makanan tersebut.


Michael yang melihat kelakuan Dito akhirnya menghela nafas dengan panjang, "hah,,,, apa Kau masih memikirkan tentang berkas-berkas itu?" Tanya Mikael.


Dito akhirnya menatap Mikael, lalu dia mengangguk dengan pelan, "ya," jawab Dito dengan suara yang tak bersemangat.


"Tidak perlu dipikirkan, Kau hanya membebani dirimu sendiri, sekarang gajimu di perusahaan ini sudah sangat banyak, dan tidak mudah untuk menemukan perusahaan yang mau menerima anak magang sepertimu!" Ucap Michael.


Dito menatap pria di depannya dan dia tidak harus tahu harus menjelaskan apa pada pria itu, karena dia juga tidak mau mengatakan bahwa sebenarnya Dia berasal dari keluarga Romania yang memiliki perusahaan mereka.


Namun dia memiliki tekad yang kuat untuk mengungkapkan kebusukan yang telah dilakukan oleh manajernya sehingga dia pun berkata, "Aku tidak akan bisa dikeluarkan dari perusahaan ini, hanya saja, Bisakah senior mengatakan padaku Apa yang harus kulakukan supaya aku bisa membuat direktur Teo dan juga manajer bisa mendapatkan konsekuensi atas kelakuan mereka?"


Melihat pria di depannya yang memiliki tekad yang sangat kuat, maka Michael akhirnya berkata, "seandainya kita punya kenalan dengan Pak Brama, maka kita bisa langsung meneruskan kasus ini tanpa melalui manajer. Tapi kita tidak mengenalnya sehingga akan sulit bagi kita untuk menemuinya, karena para bawahan seperti kita jika tidak mendapatkan wewenang dari manajer untuk menemui atasan, maka kita tidak akan bisa pergi menemui mereka!"


"Begitu ya?" Dito menganggukkan kepalanya sambil mengambil ponselnya lalu dia pun membuka situs perusahaan untuk melihat informasi tentang pria bernama Brama.


"Aku akan bergerak sendiri, pokoknya aku akan membuat semua orang yang melakukan kecurangan mendapatkan konsekuensi atas perbuatannya!!" Tegas Dito sambil memperhatikan informasi tentang pria bernama Brama yang dimaksud oleh Michael.


'Pria ini juga hadir di ulang tahun kakekku, kalau begitu, dia seharusnya mengenaliku,' ucap Dito yang kini merasa bahwa dia mungkin memiliki kesempatan untuk berbicara dengan pria tersebut.


Oleh sebab itu, Dito kembali lagi bersemangat dan dia pun makan dengan lahap hingga membuat Mikael mengerutkan keningnya dengan perubahan suasana hati Dito yang begitu tiba-tiba dan cepat.


"Jangan bilang kau sudah punya rencana?" Tanya Mikael.


"Ya, aku akan menemui para Brahma secara langsung dan menyerahkan file-file itu!" Tegas Dito sembari terus menikmati makanan yang ada di piringnya.


"Apa?! Kau akan langsung dipecat kalau kau berani menemui atasan tanpa persetujuan mereka! Selain itu, sekretarisnya tidak akan mengizinkanmu masuk ke ruangannya! Dan kalau manajer sampai mengetahui kau berusaha untuk menemui atasan, dia pasti akan langsung memecat mu!" Tegas Michael memperingatkan pria di depannya karena dia cemas pada pria itu.


Tetapi Dito malah tersenyum, "tidak apa-apa, kalau dia mengeluarkan ku, maka aku masih bisa masuk kembali. Setidaknya aku harus mencobanya dan aku harus menjadi pria yang lebih berani, Aku mau memiliki keberanian yang jauh lebih tinggi dari istriku!" Ucap Dito dengan suara dipenuhi api semangat yang berkobar-kobar.


Ucapan pria di depannya benar-benar membuat Mikael tak bisa berkata apapun lagi, dia hanya diam saja karena tidak mengerti mengapa pria di depannya sangat semangat. Padahal dia sudah memperingatkan pria itu tentang konsekuensi yang akan terjadi kalau dia masih terus memaksa untuk melawan manajer mereka.