Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
86


Setelah menyelesaikan kasus yang menimpa perusahaan Nyonya asmiati, maka kini heriyani meneguk habis air yang diberikan padanya.


Nyonya asmiati duduk di depan heriyani dan menatap heriani dengan raut raut wajah bahagianya, kini dia tidak teringat lagi bahwa perusahaan mereka telah kehilangan beberapa miliar, sebab yang saat ini dipikirannya ialah kebanggaannya terhadap perempuan muda yang ada di depannya.


"Terima kasih banyak sudah menyelamatkan perusahaan kami, Aku benar-benar senang atas apa yang kau lakukan, Bagaimana bisa kau menggerakkan jari-jarinya begitu cepat di atas keyboard komputer, aku sampai tidak bisa berkata apa-apa saat melihatmu tadi," kata Nyonya asmiati memuji perempuan di hadapannya.


"Ahh,, pujian itu berlebihan, tapi meskipun aku sudah menyelesaikan sistem perusahaannya, sepertinya masih ada banyak kerugian yang ditanggung oleh perusahaan kalian," ucap heriyani dengan nada suara yang menyesal.


", Kau tidak perlu khawatir masalah itu, lagi pula tadi orang-orang di ruangan sudah mengatakan kalau uang yang keluar itu masih bisa dikembalikan dengan cara melacak ID orang-orang yang melakukan pengambilan uang. Tapi, aku benar-benar berterima kasih padamu, kau boleh meminta apapun dariku aku pasti akan mengabulkannya," ucap Nyonya asmiati langsung membuat heriani tersenyum dalam hati.


Inilah yang ia inginkan, tetapi Nyonya asmiati akan sangat curiga Jika dia langsung memintanya sehingga perempuan itu melemparkan senyumnya pada nyonya asmiati.


"Itu,, anda tidak perlu mengabulkan permintaan saya, lagi pula Saya senang membantu, hanya beberapa menit saja, tidak terlalu berat," ucap heriyani.


"Ahh,, mana bisa begitu, kalau kau tidak meminta sesuatu padaku, maka akulah Yang merasa sangat tidak enak padamu, kau tahu aku sudah tua, aku akan kesulitan untuk tidur kalau tidak membalas kebaikanmu hari ini," ucap nyonya asmiati.


"Ahh, itu, kalau begitu cukup berikan saja satu barang untuk saya, apapun itu saya akan terima dengan baik," kata heriani sembari menoleh ke arah salah satu lukisan yang terletak di ruangan tempat mereka berada.


Tetapi ketika dia ingin berbicara untuk memberikan lukisan itu, heriyani mendahuluinya berbicara, katanya, "lukisan di dinding ini sangat bagus."


Nyonya asmiati yang mendengarkan itu langsung mengerutkan keningnya memperhatikan lukisannya, dan dia bermaksud menyerahkan lukisan itu pada heriyani, tapi dia menyadari dia tidak mungkin melakukannya sebab pada lukisan itu ada kata Arab yang lekat dengan islam.


Sementara Nyonya asmiati mengetahui bahwa heriyani berasal dari keluarga dengan kepercayaan Budha, Oleh sebab itu, dia merasa lega bahwa dia tidak menawarkan lukisan tersebut pada Heriani.


Meski begitu, dia teringat bahwa heriani sangat senang membahas lukisan, sehingga dia berpikir untuk menghargai pertolongan Hariani pada hari ini dengan memberikan salah satu lukisan yang ada di ruangan pamerannya.


"Kalau begitu, Bagaimana kalau aku memberimu salah satu lukisan yang ada di ruangan lantai 3 rumahku?" Tanya Nyonya asmiati langsung membuat heriyani menatap perempuan itu.


"Itu,, lukisan yang Nyonya koleksi di lantai 3 semuanya memiliki harga yang fantastis, bahkan seingatku yang paling murah adalah seharga 3 miliar," kata heriani dengan raut wajah tidak enaknya.


"Tidak masalah, lagi pula Apa yang kau lakukan hari ini menyelamatkan perusahaan kami, seandainya tadi terus terjadi kerusakan sistem maka mungkin kami akan bangkrut sebab kerugian yang akan ditanggung oleh perusahaan. Jadi satu lukisan saja tidak akan seharga dengan Pertolonganmu hari ini. Pokoknya kau harus memilih satu lukisan di lantai 3, atau kalau tidak, maka aku mungkin akan mati sebelum waktunya Karena hutang Budi yang tidak bisa kubalas," kata Nyonya Asmiati langsung membuat heriani berpindah tempat duduk mendekati perempuan itu lalu Dia memegang tangan nyonya Asmiati.