Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
122


Setelah semua orang kembali duduk di kursinya, maka acara pun sudah dimulai oleh sang pembawa acara dengan pembukaan ialah pembawaan lagu dari sebuah band ternama dan juga tarian dari penari terkenal di negara mereka.


Semua orang menikmati pertunjukan tersebut sambil menatap ke arah panggung, tetapi heriani tentunya tidak.


Perempuan itu sibuk melihat-lihat setiap orang yang ada di tempat itu sebab dia ingin menghapal wajah-wajah setiap orang yang menjadi kenalan keluarga Romania.


Dia menghafalkan satu persatu wajah yang datang ke tempat itu sampai akhirnya ketika heriyani menoleh ke arah panggung dia sudah melihat pembawa acara yang terdiri dari dua orang, satu perempuan dan laki-laki sudah berdiri di samping sebuah kue ulang tahun.


"Kami persilakan kepada Tuan besar Romania beserta keluarganya untuk naik ke panggung agar bisa meniup lilin bersama-sama sebagai simbol pertambahan umur Tuhn besar Romania yang disyukuri pada hari ini," ucap salah seorang pembawa acara Langsung membuat tuan besar Romania berdiri diikuti oleh semua orang yang duduk satu meja dengan Dito dan heriani.


Dito yang melihat semua orang sudah berdiri dan pergi ke panggung kini menatap istrinya, "kita tidak pergi?" Tanya Dito yang sebenarnya merasa sedih dalam hati sebab memang setiap kali ada acara ulang tahun kakeknya, dia dan keluarganya tak pernah naik ke panggung untuk menemani pria itu meniup lilin.


Semua itu karena keluarga mereka tidak dianggap dan tidak ada satupun orang yang mengenali mereka sehingga tidak masalah jika mereka tidak naik ke atas panggung.


"Kita duduk saja menonton," ucap heriani sambil mengulurkan tangannya memegang tangan suaminya Sebab Dia tahu apa yang menjadi beban hati pria itu.


Suaminya tidak ingin diakui, tetapi suaminya hanya ingin menemani kakeknya meniup lilin, itu adalah perasaan yang tulus dari seorang cucu, bukan karena ada sesuatu di belakangnya.


Maka Dito pun menganggukkan kepalanya dan menatap ke arah panggung di mana semua orang Sudah menemani tuan besar Romania, namun tampak terlihat tuan besar Romania memperhatikan setiap orang yang ada di sana.


Beberapa saat kemudian, tuan besar Romania tampak berbicara pada pembawa acara yang ada di sana.


Setelah berbicara dengan Tuan besar Romania, pembawa acara perempuan pun menoleh ke arah Heryani dan Dito, "tuan muda dan nyonya muda ke-6 keluarga Romania dipersilakan untuk naik ke panggung," ucap sang pembawa acara sangat mengejutkan Dito hingga pria itu pun menoleh ke arah istrinya.


Heriani pun tersenyum pada suaminya lalu dia berdiri diikuti oleh suaminya dan berjalan ke atas tanggung dengan saling bergandengan tangan.


Semua anggota keluarga Romania yang melihat hal itu merasa sangat kesal dalam hati mereka masing-masing, namun tidak ada satupun diantara mereka yang memperlihatkan wajah kekesalan mereka sebab tentunya saat ini mereka sedang menjadi pusat perhatian semua orang.


Tuan besar Romania tampak tersenyum sangat senang, dan Heryani yang duduk di tempatnya bertepuk tangan sembari menatap menatap ke bawah panggung melihat semua orang yang tampak terfokus pada pemeran utama pada hari itu.


Dia sedikit mengerutkan keningnya saat melihat sepasang suami istri yang duduk di tempatnya, mereka tidak bertepuk tangan dan hanya duduk dengan tatapan datar ditunjukkan pada tuan besar Romania.


'Siapa mereka?' ucap Heryani dalam hati yang merasa aneh terhadap sepasang suami istri itu, hingga dia pun menyenggol suaminya yang berdiri di sampingnya.


"Ada apa?" Tanya Dito dengan suara yang pelan.


"Kau lihat suami istri yang duduk di bangku ketiga di sudut sana? Apa kau mengenal mereka?" Tanya heriani langsung membuat Dito menatap ke arah sepasang suami istri yang dimaksud oleh istrinya.


"Ah, itu adalah paman kristo dan eunike, mereka adalah anak dari sepupu kakek," jawab Dito langsung membuat heriani mengerutkan keningnya.


Dia sudah mencari tentang keluarga Romania tetapi kenapa dia tidak menemukan kedua orang itu di pencariannya?


"Ini pertama kalinya aku melihat mereka, Apakah mereka memang jarang muncul?" Tanya Heryani merasa penasaran.


"Ya, keduanya adalah pelukis, Jadi mereka sangat tertutup dan jarang sekali mengikuti pertemuan-pertemuan keluarga maupun perusahaan, bahkan lukisan mereka juga tidak diberi nama asli dan hanya menggunakan nama samaran saja. Bahkan ayahku juga tidak tahu nama samaran mereka di lukisan ciptaan mereka.


"Mereka juga memutuskan untuk tidak memiliki anak, Jadi mereka tinggal di sebuah pulau yang agak terpencil namun setiap kali kakek berulang tahun mereka berdua pasti akan datang. Di hari ulang tahun Kakek lah semua orang bisa melihat mereka, tapi tidak ada juga yang mengenal mereka karena mereka tidak tertarik juga dengan perusahaan dan bisnis." Jawab Dito.


Heriani menganggukkan kepalanya dengan pelan lalu menoleh ke arah samping dan terkejut mendapati bahwa Niko yang ada di sampingnya ternyata mendengarkan percakapan mereka.


Tetapi dia Tidak berkomentar apapun dan hanya diam di tempatnya sampai acara telepon pemotongan kue selesai.


Kepada keluarga pun berfoto bersama sebelum turun dari panggung meninggalkan tuan besar Romania yang kemudian tinggal sendirian memberikan sambutan di acara ulang tahunnya.