
Setelah mematikan panggilan teleponnya dengan suaminya, heriyani pun tersenyum melihat komputernya yang masih menyala di hadapannya.
"Sangat mudah menghasilkan uang," kata perempuan itu sambil mengarahkan jarinya ke arah keyboard lalu dia pun mematikan komputernya sebelum keluar dari apartemen.
Heriani segera menaiki taksi menuju bank dan mengambil uang cash senilai 2 miliar.
Setelah selesai, heriani pun berkendara ke kantor yang bergerak di bidang jasa yang kemarin dibajak oleh heriyani hingga membuat seluruh videotron di jalanan menampilkan perselingkuhan seorang perempuan dengan banyak laki-laki.
Ketika ia tiba di lantai 15 tempat kantor itu berada, heriyani langsung melihat meja resepsionis yang kosong hingga heriani berjalan masuk ke kantor tersebut dan membuka pintunya.
Dilihatnya saat itu semua orang sedang berada dalam kekacauan mereka masing-masing, karena meskipun saat ini videotron jalanan telah berfungsi normal seperti semula, namun tekanan yang mereka dapatkan tidaklah main-main.
Telepon dan gugatan dari banyak pihak, apalagi dari orang-orang yang memiliki nama dan jabatan tinggi dalam industri bisnis.
"Permisi," ucap heriani sambil tersenyum langsung membuat semua orang menatap ke arah heriyani dengan pikiran mereka saat ini kebingungan atas kedatangan heriyani.
Sang bos yang berada dalam pakaian amburadul dan rambut acak-acakan juga menatap heriani dan pria itu menjadi sangat cemas bahwa heriyani mungkin datang untuk menambah masalah mereka.
Hal itu membuat Sang bos tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia hanya berpasrah sambil berdiri lalu berjalan mendekati haryani untuk berbicara.
Tetapi bos tersebut dan semua bawahannya terkejut saat heriyani malah berjalan ke arah sebuah meja yang biasanya digunakan sebagai meja rapat lalu meratakan koper di sana dan membukanya.
Koper berisi uang tersebut langsung membuat semua orang tercengang.
"Ahh,, menyebalkan, uang-uang ini terlalu berat!" Ucap Heryani sambil menggoyangkan tangannya yang mengangkat koper ke atas meja.
Sang bos yang ada di sana langsung berlari menghampiri heriyani dan mendapatkan kursi untuk heriyani sebelum dia Ikut duduk di salah satu kursi lalu menatap heriani dengan tatapan bingungnya.
"Maaf, tapi kenapa Anda datang membawa uang sebanyak ini?" Tanya sang pria dengan semua bawahannya yang ada di kantor tersebut juga menatap ke arah Heriani karena mereka penasaran Apa yang hendak dilakukan oleh heriyani dengan uang satu koper yang dibawa oleh perempuan itu.
Sementara heriani yang sudah duduk, dia juga tersenyum menatap pria di depannya sebelum menatap semua orang yang ada di ruangan itu yang mana tidak ada satupun mata yang teralihkan darinya, mereka semua fokus padanya.
Ucapan heriyani langsung membuat semua orang tercengang di tempat mereka karena tidak menyangka bahwa ternyata perempuan itu datang untuk membeli perusahaan mereka.
Yang mana, perusahaan tersebut bukan hanya bangkrut lagi, tetapi menghadapi berbagai tuntutan yang akan membuat mereka bukan hanya kehilangan perusahaan namun juga masuk penjara!!
Selain dari para klien yang iklan mereka yang seharusnya terpasang dalam tenggat waktu yang telah disepakati kini Mala terpotong begitu saja, namun juga dari para orang-orang yang video mereka disebarkan secara bebas.
Melihat semua orang terkejut dengan ucapannya, maka heriyani pun menatap ke arah sang bos yang ada di sana sambil mengangkat sebelah alisnya.
"Bagaimana menurut anda Tuan?" Tanya heriani membuat sang bos di perusahaan itu segera tersentak kaget.
Pria itu menatap semua bawahannya yang juga menatap ke arahnya, ia menggunakan otaknya untuk berpikir dengan baik sambil berdiri menghindari tatapan heriyani.
Melihat pria di depannya tampak berpikir keras, maka heriani tersenyum tipis "ini penawaran yang sangat bagus, uang di dalam koper ini senilai 2 miliar. Aku hanya bisa memberikan uang ini untukmu sebagai kesepakatan kita bahwa aku akan mengambil alih perusahaan ini." Ucap heriyani yang merasa bahwa uang 2 miliar tersebut sudah lebih dari cukup untuk membeli perusahaan tersebut.
Sebab bagaimanapun, sebenarnya perusahaan itu tak memiliki nilai lagi namun hanya memiliki setumpuk hutang yang harus dibayarkan pada setiap perusahaan yang bekerja sama dengan mereka dan juga orang-orang yang menuntut mereka atas nama pencemaran nama baik.
Namun begitu, heriani masih memberikan uang senilai 2 miliar sebagai permintaan maafnya secara diam-diam Karena dia sudah membuat perusahaan itu harus bangkrut setelah ia memberi pelajaran pada seorang perempuan.
Sang bos yang mendengarkan ucapan heriyani masih terdiam beberapa saat sebelum dia berbalik menatap heriyani, "Kau,, kau yakin dengan apa yang baru saja kau katakan?" Tanya sang bos yang tak percaya bahwa heriyani mau memberikan uang senilai 2 miliar untuk mendapatkan perusahaan itu.
Tidak! Lebih tepatnya untuk membebaskan dia dari kekacauan yang sedang terjadi!
Heriyani mengganggukan kepalanya sambil membuka sebuah dokumen lalu meletakkannya di atas meja, "aku hanya memberimu kesempatan selama 5 menit untuk berpikir tentang masalah ini, kalau kau setuju, silakan tanda tangani berkas ini dan bawa pulang uang ini. Setelah itu, kau tidak ada hubungannya lagi dengan perusahaan ini! Tapi jika dalam 5 menit kau tidak akan menandatanganinya, maka aku akan langsung pergi!" Kata heriyani sambil melihat ke arah sebuah jam yang terletak di atas meja untuk menghitung waktunya.
@info
Yg penasaran lanjut bab 170 dan 171 bisa langsung liat di youtube ya... Dengan #Noveltoraja. Nanti bakal up juga di sini, tapi besok😅