
"Kita harus pergi menemui direktur Teo dan meminta maaf pada mereka," ucap Michael sambil memijat keningnya yang terasa ingin meledak, dia benar-benar merasa kesal karena harus direndahkan dengan cara seperti ini.
π§π§π§
Sementara Dito yang melihat pria di sampingnya, dia langsung menghela nafas, "hah,,, kita tidak perlu minta maaf, lagi pula sebentar lagi direktur akan dimasukkan ke dalam penjara karena pencurian uang yang ia lakukan. Kita pergi makan saja," ucap Dito sambil menjalankan mobilnya untuk meninggalkan perusahaan dengan Mikael yang kini menatap ke arah Dito.
"Apa kau sedang bercanda? Direktur mengatakan kalau kita tidak minta maaf hari ini juga maka kita berdua akan langsung dipecat sore nanti!!" Tegas Mikail yang kini merasa kesal pada Dito karena pria itu sama sekali tidak perduli dengan rekan setimnya.
Tidak apa-apa kalau Dito mau meninggalkan perusahaan, tetapi dirinya yang menghidupi keluarganya dari gaji yang ia terima dari perusahaan Romania, dia tidak bisa meninggalkan perusahaan itu.
"Aku tidak bercanda, Direktur Teo dia akan dipecat nanti, juga manajer, dia pasti akan di pecat!" Tegas Dito sambil fokus mengemudi menuju sebuah restoran yang hendak mereka datangi.
Hal itu membuat Mikael semakin kesal sehingga dia tidak bisa menahan diri untuk meneriaki Dito, "kau gila!! Jangan asal bicara! Kalau ada yang mendengarkan ucapanmu, maka saat ini juga kita akan langsung dipecat! Di rumahku masih ada anak dan istri yang harus kuhidupi, jadi sekarang juga Jangan mengatakan omong kosong lagi dan Cepat bawa mobilnya untuk pergi menemui direktur Teo!!"
Teriakan pria di sampingnya sangatlah dimengerti Dito bahwa pria itu sangat cemas karena keluarga memang adalah orang pertama yang harus dipikirkan saat akan mengambil sebuah tindakan.
"Baik senior," ucap Dito sambil melajukan mobilnya dengan tenang meski saat itu dia tidak menyetir untuk pergi ke perusahaan cabang, tetapi hendak pergi ke restoran.
Saat dalam perjalanan Dito melihat restoran yang hendak ia tuju, maka Dito pun membelokkan mobilnya menuju restoran tersebut hingga membuat Mikael kembali menatap Dito dengan tatapan tak sukanya.
"Kau benar-benar tidak mendengarkanku?!!" Bentak Michael.
Meski dia merasa kesal pada Dito, tetapi Mikael tetap bersikap sabar dengan pria itu segera turun dari mobil lalu menyusul Dito yang kini memasuki restoran.
Restaurant tempat mereka datang ialah restoran milik keluarga Romania sehingga restoran itu adalah restoran mahal yang membuat Michael semakin merasa enggan untuk masuk ke sana.
"Kami mau makan siang," ucap Dito sambil memperlihatkan kartu identitasnya hingga membuat sang resepsionis dengan cepat bersikap sopan ketika ia melihat nama belakang Dito yang berasal dari keluarga Romania.
"Silakan tunggu sebentar," ucap sang resepsionis langsung mengambil telepon di atas meja kerjanya lalu dia pun menelpon manajer restoran agar segera menyambut tamu VIP mereka
Michael yang berdiri di samping Dito yang melihat resepsionis tampak menghubungi manajer untuk menyambut tamu kehormatan di depan, ia kini melupakan rasa kesalnya pada Dito dan dia malah penasaran dengan sikap recepsionis itu sehingga di Michael menatap Dito.
"Apakah resepsionis ini salah mengenali orang?" Tanya Mikail.
"Entahlah, padahal tidak ada yang spesial," ucap Dito dengan tenang.
Melihat ketenangan Dito, maka Michael menjadi semakin merasa aneh, Tetapi dia tetap tidak menyatakan apapun dan hanya menunggu sampai akhirnya manajer datang menghampiri mereka.
πΊπΊπΊ bocoran bab berikutnya ada di YouTube ya,, cukup cari kata kunci #noveltoraja untuk membaca babnya.