Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
172


Ketika heriani tiba di toilet, perempuan itu memasang earphone miliknya lalu mendengarkan percakapan yang direkam melalui ponsel yang ditinggalkan di atas meja.


🌼🌼🌼


"Menurut kalian, apakah kalian akan tetap tinggal di perusahaan yang telah bangkrut ini dan diambil alih oleh seorang tamatan SMA atau akan memilih pergi?"


"Menurutku, aku akan melihat dulu sampai orang yang dimaksudnya itu datang. Tapi, kalau kalian berpikir dengan jelas, dia hanya lulusan SMA, tapi dia datang membawa uang cash senilai 2 miliar dan membeli perusahaan yang akan bangkrut ini! Menurut kalian, orang SMA bisa berpikir seperti itu?!"


"Ah,, ya, aku sependapat denganmu, tapi aku juga merasa bahwa perusahaan ini akan sulit untuk dibangkitkan kembali, karena perusahaan ini memiliki utang yang terlalu banyak."


"Kau benar, utang di tempat ini sangat banyak, tapi dari penjelasannya tadi aku rasa Dia mengatakan hal yang layak untuk dicoba demi mempertahankan perusahaan ini! Lagi pula kalau kita keluar dari tempat ini, Kita belum Tentu mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang sama di tempat ini!"


"Oh,, kau benar, jatuh tempo cicilan mobilku satu minggu lagi, Jadi kalau aku keluar dari perusahaan ini, aku tidak akan bisa membayar cicilan mobilku bulan ini!!!"


"Benar, aku juga punya cicilan, jadi aku tidak bisa pergi begitu saja dari kantor ini. Meskipun kantor ini sudah bangkrut, tapi aku masih ingin melihat Apakah perempuan tadi bisa membantu kita atau tidak. Dia tidak mungkin menghambur-hamburkan uangnya senilai 2 miliar bukan?!"


"Kau benar, pokoknya aku akan tetap bertahan dan melihat apa yang akan dilakukan perempuan tamatan SMA itu!!"


Setelah mendengarkan percakapan semua orang, Heryani pun melepaskan earphone-nya dan perempuan itu menatap dirinya di cermin.


"Lulusan SMA!" Heriyani tersenyum konyol dengan dua kata yang kini menjadi julukan barunya.


Perempuan itu mencuci tangannya beberapa saat sebelum dia keluar dari ruangan dan melihat semua orang sedang terdiam karena seorang pria yang baru saja datang di kantor mereka.


Heriani yang melihat kedatangan seorang pria langsung menghampiri pria tersebut sambil berkata, "aku heriyani, tolong bergabung ke sini."


Heriyani menarikkan kursi untuk orang yang baru saja datang hingga semua orang kini duduk di tempat mereka, dan masing-masing dari karyawan perusahaan tersebut meletakkan makanan yang sedang mereka makan dan kini fokus pada pria yang ada di hadapan mereka.


Perempuan yang tadi diperintahkan heriyani untuk membeli makanan kini menatap pria yang baru saja datang, dan dia ingat bahwa dia pernah melihat wajah pria itu di sebuah majalah.


Oleh sebab itu, perempuan tersebut dengan hati-hati berkata, "Maaf, Apakah Anda tuan Arka yang pernah muncul di majalah qq?"


Pertanyaan perempuan itu langsung membuat semua orang fokus pada Sang Perempuan sebelum mereka menatap ke arah pria yang dibicarai oleh sang perempuan.


"Ah,, Saya tidak tahu kalau ternyata ada yang mengingat wajah saya yang hanya menghiasi salah satu halaman majalah qq." Jawab Tuan Arka langsung membuat semua orang terkejut.


Terutama perempuan yang baru saja berbicara, ia dengan semangat berkata, "kalau begitu Tuan di sana adalah CEO Di perusahaan SK Video yang dibawahi oleh perusahaan utama keluarga Romania?!"


Tuan Arka tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, "ya, itu benar," jawab Tuan Arka langsung membuat semua orang di sana tak mampu lagi berkata apa-apa karena mereka kini percaya bahwa heriyani berkata sejujurnya dan mereka benar-benar akan bekerja sama dengan salah satu perusahaan yang dinaungi oleh keluarga Romania.


Sementara heriani yang melihat semua orang kini terbengkam, dia tersenyum tipis sambil berbalik menatap tuan dison dan berkata, "Apakah ada yang mengatakan sesuatu pada Anda?"


"Dia hanya menyuruh saya untuk datang kemari, katanya saya disuruh untuk membantu Nyonya heriyani di sini, jadi saya belum tahu apa yang bisa saya bantu untuk nyonya heriani. Mohon katakan pada saya supaya saya bisa memberikan bantuan semaksimal yang saya bisa," kata Sang pria.


"Baiklah, kalau begituan Tolong lihat berkas ini," ucap heriyani menyerahkan sebuah berkas pada Tuan bison agar pria itu memeriksanya karena berkas tersebut ialah berkas yang ia siapkan untuk bekerja sama dengan pria di depannya.