
Heriyani berkata, "Aku menjadi asisten dari seorang pria ber--"
"Apa?!!" Dita sangat terkejut, dan wajah pria itu langsung terlihat sangat khawatir serta tampak sangat tidak terima dengan jabatan yang diberikan pada istrinya.
"Apa kau tidak senang?" Tanya Heryani.
🎡🎡🎡
Dito yang ada di tempatnya kini berada dalam kedilemaannya, ia ingin berkata bahwa dia tidak senang, tetapi dia juga tidak mau kalau istrinya malah akan membatalkan niatnya bekerja di perusahaan utama kalau sampai dia berkata tidak.
Melihat suaminya yang tampak dilema, maka heriyani pun mengulurkan tangannya memeluk suaminya lalu mendongak menatap wajah suaminya.
"Kalau kau tidak senang, aku bisa membatalkan untuk masuk ke perusahaan utama, aku bisa memulai bisnis di luar perusahaan, jadi--"
"Kalau kau memulai bisnis di luar perusahaan, kau akan banyak bertemu pria di sana," ycap Heryani.
"Ya, itu memang terjadi, tapi aku bisa mengatur agar orang-orang yang ada di dekatku hanya perempuan saja, Bagaimana menurutmu?" Tanya heriani yang sebenarnya merasa bahwa membangun perusahaan jauh lebih baik daripada menjadi bagian dari perusahaan utama keluarga Romania.
"Benarkah? Kalau begitu, lebih baik kita tidak ada di perusahaan ini saja dan kita keluar saja membuat perasaan lain lalu berjuang bersama-sama," ucap Dito yang tidak mau jauh-jauh dari istrinya.
Ting!
Lift akhirnya berhenti di lantai lobby, lalu heriyani menarik suaminya keluar dan membawa pria itu menuju ke sebuah sofa yang terletak di bagian lobby perusahaan.
Mereka berdua duduk di sofa tersebut dengan heriyani yang menatap suaminya, "Aku berharap kau akan menjadi pewaris keluarga Romania dan menjadi kepala keluarga menggantikan kakekmu. dengan begitu, tidak akan ada orang yang menginjak-injak harga dirimu dan suamimu akan menjadi yang paling terutama di keluarga Romania!" Ucap Heriyani.
"Kalau itu yang kau inginkan, maka aku akan berjuang," ucap Dito langsung membuat heriani tersenyum.
"Kalau begitu, mulailah bekerja hari ini, dan aku akan mencari sesuatu yang bisa membuatku memulai sebuah perusahaan kecil. Karena kau bekerja di bidang pemasaran, maka aku akan mensupportmu, mungkin aku akan memikirkan sesuatu yang bisa membantumu juga," ucap heriani langsung membuat Dito menganggukkan kepalanya.
"Ya, tapi,, Apa kau benar-benar mau membuat perusahaan?" Tanya Dito.
"Ya, Jangan meremehkan aku, aku akan menjadi CEO yang paling sukses." Kata heriani yang sebenarnya sudah memikirkan juga untuk membuat rencana cadangan tersebut jika pada akhirnya dia menemukan posisinya tidak terlalu bagus di perusahaan.
Apalagi hanya menjadi seorang asisten, dia yang terbiasa memiliki sikap kepemimpinan akan sulit bekerja di bawah tekanan orang lain, dia pasti akan menghancurkan bidang IT di perusahaan tersebut.
Juga, dia tidak mau membuat suaminya tidak fokus bekerja jika pria itu terus memikirkan bahwa dia menjadi asisten dari seorang pria, bisa-bisa pekerjaan suaminya bukannya berjalan dengan lancar tetapi malah menjadi hancur karena harus merasa cemas setiap saat mengingat istrinya terus bersama-sama dengan seorang pria.
Maka setelah itu, keduanya kemudian berpisah dengan Dito pergi ke divisi pemasaran, sementara heriani meninggalkan tempat itu dan menggunakan sebuah taksi untuk kembali ke apartemennya.
Begitu tiba di apartemen, heriyani langsung duduk di dalam ruang kerja sambil menarikan jari-jarinya pada komputer miliknya.
'Akan bagus kalau perusahaanku yang dulu juga aku bangun di tempat ini, karena lagi pula peluangnya masih begitu besar. Perusahaan IT yang menyediakan jasa,,' heriyani mengerutkan keningnya ketika ia melihat perusahaan videotron jalanan sedang mengalami guncangan terbesar.
"Hm, aku bisa memanfaatkan ini!" Kata heriyani dalam hati.
Ia memiliki sebuah ide yang luar biasa yang saat ini menggebu-gebu untuk segera dikeluarkan dari otaknya yang pintar.