
Setelah rapat selesai, tuan besar Romania pun langsung pergi ke lobi perusahaan lalu menaiki sebuah mobil yang akan mengantarnya kembali ke kediaman keluarga Romania.
Saat tuan besar Romania duduk di dalam mobil, pria itu kemudian menatap asistennya, "hari ini keluarga kedua menjebak keluarga pertama, Dan mereka dengan lancar mengatakan apa yang mereka rencanakan tanpa ada sedikitpun keraguan. Apa yang terjadi pada keluarga ketiga beberapa tahun yang lalu juga dilaporkan oleh Johan padaku, jadi aku ingin kau menyelidiki masalah itu kembali. Kalau saja saat itu Agus benar-benar tidak bersalah, maka aku mau menarik dia kembali ke dalam perusahaan." Ucap Tuan besar Romania yang kini khawatir bahwa dia telah melakukan kesalahan pada putranya sendiri.
"Baik Tuan," ucap Dean.
"Aku juga merasa cemas bahwa keluarga kedua tidak akan tinggal diam saja setelah apa yang terjadi, aku ingin kau memastikan semua keluarga kedua dikirim ke luar kota, dan atur beberapa orang untuk terus mengawasi pergerakan mereka," ucap Tuan besar Romania yang cemas bahwa keluarga kedua mungkin akan melakukan sesuatu yang buruk karena tidak terima dengan apa yang terjadi.
Apalagi, saat ini heriani dalam keadaan hamil, jadi sangat rentan bagi heriyani untuk dilukai bersama dengan bayi yang ada di dalam kandungannya.
"Saya mengerti, lalu perlukah saya juga menempatkan beberapa orang di sisi Nyonya muda keenam, karena saya khawatir dia akan ditargetkan oleh siapapun yang tidak senang pada keluarga Romania jika mereka tahu bahwa Nyonya muda keenam sedang mengandung," ucap Dean.
"Lakukan itu, dan pastikan juga dokter yang menanganinya tidak membocorkan masalah tersebut pada siapapun, berbicara lah juga dengan pihak rumah sakit untuk memalsukan tujuan kontrol heriyani di rumah sakit," ucap tuan besar Romania.
"Baik," kata Dean yang jelas mengerti bagaimana kekhawatiran Tuan besar Romania setelah hal-hal buruk yang menimpa perusahaan mereka, dan hal-hal buruk tersebut tidak disebabkan oleh orang luar, melainkan orang dalam keluarga Romania yang merupakan keturunan langsung keluarga Romania.
Sementara di tempat lain, Adam yang meninggalkan ruang rapat, ia kini tiba di ruangannya, dan dia terkejut ketika ia masuk dalam ruangannya dan melihat ayahnya telah duduk di dalam ruangannya sambil menunggunya.
"Ada apa ayah tiba-tiba saja datang kemari?" Tanya Adam sambil berjalan ke arah sofa lalu duduk di hadapan ayahnya dengan rasa penasarannya menatap ayahnya.
"Aku mau membicarakan tentang hubunganmu dengan Dito, Bagaimana bisa kau begitu dekat dengan pria itu?!" Tanya Marwan pada putranya.
"Aku sudah bilang beberapa kali ayah, dia itu pria yang baik, lagi pula dia adalah sepupu sekali ku, Tentu saja aku harus bersikap baik padanya." Ucap Adam.
"Apa?! Bagaimana bisa kau tahu dia adalah pria yang baik? Kau lihat sendiri bagaimana dia melengserkan keluarga kedua, Lalu bagaimana nanti kalau dia juga melakukan hal yang sama pada keluarga kita?!" Tanya Marwan pada putranya.
Adam tersenyum, "Ayah ini ada-ada saja, keluarga kedua dibuat seperti itu karena mereka memang melakukan kesalahan dengan melakukan korupsi terhadap uang perusahaan, tetapi keluarga kita, Ayah tidak perlu khawatir, keluarga kita adalah keluarga yang bersih tidak ada hal-hal buruk yang kita lakukan," ucap Adam.
"Kau ini!! Bagaimana kalau nanti dia merekayasa sesuatu untuk menjebak keluarga kita?! Mereka itu adalah orang-orang yang tidak patut kita kasihani, karena mereka adalah saingan kita!!!" Tegas Marwan.
"Aku rasa ayah salah, justru mereka tidak menganggap kita sebagai saingan, bahkan istrinya membantuku tepat ketika aku mengalami masalah di perusahaan, Ayah ingat ketika aku menceritakan tentang masalah di luar negeri? Masalah besar itu dibantu oleh heriyani untuk menyelesaikannya!" Tegas Adam.
Marwan yang mendengarkan ucapan putranya, ia kini mengerutkan keningnya, dan dia tidak tahu bagaimana cara heriyani bisa membantu putranya untuk masalah sebesar itu, padahal perempuan itu bukanlah perempuan yang menjadi ancaman.
Tetapi ketika dia mengingat lagi Bagaimana heriani mengakuisisi sebuah perusahaan yang akan bangkrut dan sekarang membuat perusahaan itu menjadi perusahaan yang memiliki pertumbuhan yang sangat cepat begitu pulih dari keterpurukannya, maka Marwan menjadi cemas.
"Tidak, kau tidak boleh mempercayai bantuan seperti itu, bagaimana kalau dia melakukan itu untuk mendekatimu dan mencari kesempatan untuk menikahmu dari belakang?!!" Tegas Marwan.
"Hah,," Adam menghela nafas melihat ayahnya yang terlalu keras kepala, "Ayah tidak boleh berpikir seperti itu, lagi pula, aku juga sangat berhati-hati dalam menjalin hubungan dengan seseorang, aku selalu mengawasi gerak gerik mereka, dan kalau suatu saat aku mendapati mereka melakukan sesuatu yang mencurigakan, aku pasti akan bertindak sesuai dengan logikaku!" Tegas Adam.
"Baiklah, tapi awas aja nanti kalau keluarga itu sampai melakukan sesuatu yang buruk, kau tidak boleh mengingkari ucapanmu hari ini!!" Ucap Marwan langsung dijawab anggukan Adam.