Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
215


Pada keesokan paginya, saat Dito telah tiba di kantor untuk bekerja, pria itu meletakkan tasnya di meja kerjanya sebelum meninggalkan ruang kerja untuk pergi ke ruangan Brama.


Tepat sekali saat itu, ketika Dito memasuki lift, ia langsung melihat Brama bersama dengan beberapa orang yang ada di dalam lift sehingga Dito diam di tempatnya sambil menunggu lift tiba di satu lantai tempat ruangan Brama berada.


Ting!


Begitulah tiba, Brama bersama dengan salah seorang karyawannya keluar dari lift diikuti oleh Dito, yang mana pria itu langsung berlari kecil menghampiri Brama dan membungkukkan badannya pada Brama.


"Selamat pagi Pak," ucap Dito menyapa Brama.


Brama mengerutkan keningnya selama beberapa saat memperhatikan Dito hingga Dia telah sadar siapa pria yang ada di depannya, maka pria itu dengan cepat bersikap sopan pada Dito.


"Selamat pagi, tuan mud,, ah, silakan ikuti saya ke ruangan," ucap Brama ketika dia menyadari bahwa di situ ada banyak orang yang memperhatikan mereka dan dia sempat mendengar rumor bahwa dito memang bekerja di perusahaan namun menyembunyikan identitasnya.


Hal itu menjadi rumor di antara para pejabat penting perusahaan karena saat ini mereka semua mengetahui gosip yang beredar bahwa Dito mulai dilirik oleh tuan besar Romania sehingga kemungkinan besar Dito akan di persiapkan untuk menjadi salah satu orang yang memegang jabatan penting di perusahaan.


Dito yang melihat pria di depannya bersikap sopan langsung menganggukkan kepalanya sehingga dia bersama Brama pun berjalan ke ruangan Brama.


Saat tiba di ruangan, Dito langsung duduk berhadapan dengan Brama.


"Maaf tidak sempat menyambut tuan muda, Aku tidak tahu kalau pagi-pagi sekali begini tuan muda akan datang kemari untuk menemuiku," ucap Brama.


"Direktur Teo melakukan sesuatu di perusahaan cabang dengan memanipulasi hasil penjualan produk untuk ia kantongi. Jadi mohon bapak untuk menindaklanjuti kasus ini, karena saya dan senior saya sudah menyerahkan berkas ini kepada manajer tetapi kemudian ditutupi oleh manajer, jadi hal ini membuat saya tidak tenang," ucap Dito langsung membuat Brama mengambil flash disk yang diberikan oleh Dito lalu dia melihatnya selama beberapa saat sebelum mengganggukan kepalanya.


"Kalau begitu akan ku proses ini, tuan muda tidak perlu khawatir, dan jika nanti membutuhkan sesuatu bisa langsung hubungi saya," ucap Brama sembari memberikan sebuah kartu nama pada Dito hingga membuat Dito menganggukkan kepalanya dengan puas.


"Terima kasih Pak Brama, kalau begitu Saya akan pergi sekarang," ucap Dito segera berdiri diikuti Brama yang juga berdiri, lalu Dito pun membungkuk memberi hormat pada Brama sebelum keluar dari tempat itu.


Saat sudah keluar, Dito merasa sangat senang dan dia melemparkan senyuman hangatnya pada sekretaris yang ada di sana sebelum dia pergi ke arah lift


'Ternyata istriku benar, kalau kita punya kekuasaan maka harus digunakan sebaik mungkin,' ucap Dito dalam hati yang kini belajar satu hal lagi.


Maka pria itu kembali ke lantai tempat ruang kerjanya berada dan memasuki ruang kerja dengan wajah penuh semangat.


Tetapi, baru saja masuk, ia terkejut ketika Michael menghampirinya sambil melemparkan sebuah kunci mobil.


"Kita harus pergi!" Ucap Michael membuat Dito menangkap kunci mobil tersebut sebelum dia pergi mengambil tasnya lalu keluar mengikuti Michael.


Saat mereka tiba di parkiran dan sudah berada di dalam mobil, Dito yang sedang menyalakan kendaraan mesin kini menatap ke arah Michael dengan perasaan bingungnya, "Ke mana kita pergi pagi-pagi begini?" Tanya Dito.


"Kita harus pergi menemui direktur Teo dan meminta maaf pada mereka," ucap Michael sambil memijat keningnya yang terasa ingin meledak, dia benar-benar merasa kesal karena harus direndahkan dengan cara seperti ini.