
Setelah berbicara dengan Tuan besar Romania, maka Dito bersama istrinya pun meninggalkan ruangan tersebut dan mereka langsung disambut oleh Dean yang berdiri di depan pintu ruang kerja tuan besar Romania.
Saat itu, heriani merasa penasaran karena Bayu tidak ada di sana, padahal Bayu lah yang menjadi asisten Tuan besar Romania, sementara Dean hanya lah asisten dari Bayu.
"Di mana Bayu?" Tanya Heryani.
"Pagi ini, Tuan Bayu sudah tidak menjadi asisten pribadi Tuan besar, posisinya telah dipindahkan," jawab Dean langsung membuat heriani menyipitkan matanya.
"Kenapa tiba-tiba sekali?" Tanya heriyani merasa penasaran bahwa mungkin saja kepindahan pria tersebut ada hubungannya dengan Andika.
Sebab bagaimanapun, heriani tahu bahwa Bayu sangat mendukung Andika bahkan sampai menyembunyikan masalah Andika ketika dia tidak pergi ke peternakan.
Tetapi Dean yang ada di sana hanya tersenyum sembari memberi hormat pada kedua orang yang ada di sana sebelum kembali memasuki ruangan sebagai pertanda bahwa dia tidak bisa memberitahukan masalah tersebut pada heriani dan Dito.
Meski tidak mendapatkan informasi, tetapi heriyani tetap merasa senang Karena dia sudah berhasil menyingkirkan mata-mata keluarga kedua di samping tuan besar romaninya.
Keduanya pun menaiki lift dan turun ke lantai 1 untuk pergi sarapan karena mereka berdua memang sengaja tidak sarapan karena ingin cepat-cepat menemui Tuan besar Romania.
Begitu tiba di ruang makan, keduanya melihat bahwa keluarga kedua sudah ada di meja makan Dan mereka terlihat berada dalam suasana hati yang baik.
Andika yang melihat kedua orang itu pun langsung meletakkan sendok dan garpunya, "selera makanku jadi hilang karena di sini ada orang-orang rendahan yang menghabiskan waktu mereka berada di desa, bau-bau orang desa sangat menyengat di sini!" Ucap pria itu sembari berdiri untuk meninggalkan meja makan diikuti oleh orang-orang lain yang juga ikut berdiri.
Heriyani tersenyum mendengar ucapan Andika, "Ya, aku juga berpikir seperti itu, jadi aku merasa akan ada seseorang yang mati berdiri saat dia harus menghabiskan banyak waktunya berada di desa," kata Heryani dengan suara yang begitu tenang langsung membuat Andika menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap heriyani yang juga menatapnya.
Andika mengerutkan keningnya kala ia melihat tatapan yang diberikan heriyani padanya, tatapan yang sangat mengejek.
"Kenapa kau menatapku seperti itu?!!" Tanya Andika yang merasa kesal melihat tatapan yang diberikan oleh heriyani padanya.
"Ah, ya, aku hanya senang menatap mu, kau terlihat begitu bersinar hari ini. Dan juga,," heriyani berbalik menatap Niko, "ah, selamat juga untuk mu, Bukankah hari ini kau sudah mengecek nilai saham?" Ucap heriyani langsung membuat Niko mengerutkan Keningnya.
Dia belum sempat memegang ponsel pagi ini, karena dia sibuk melakukan rapat pagi-pagi sekali dengan asistennya sebab ada hal penting yang harus mereka kerjakan jam 09.00 ini.
Tapi Niko tidak menduga heriani akan membahas hal itu padanya sehingga dia merasa bahwa ada hal yang telah diketahui oleh heriyani hingga Niko tidak tinggal lagi menghaladeni heriani dan malah pergi begitu saja meninggalkan ruang makan.
"Ada apa dengan saham?" Ucap menantu kedua keluarga Romania sembari mengikuti putranya hingga para keluarga kedua pun pergi dari situ dengan perasaan kesal mereka.
Tentunya mereka tidak bisa terang-terangan membuat masalah dengan dua orang itu, karena saat ini tuan besar Romania sedang menyanjung mereka dan jika sampai ada desa-desus yang sampai di telinga tuan besar Romania, maka mereka akan berada dalam situasi terancam.