Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
185


Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....


Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....


Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....


Pada pagi hari saat semua orang tiba di kantor, mereka semua menjadi panik karena panggilan telepon yang begitu banyak menyambut mereka.


Beberapa orang tidak berani untuk mengangkat panggilan telepon karena mereka cemas bahwa kejadian saat ini sama dengan beberapa yang hari yang lalu di mana semua orang menelpon untuk memaki mereka.


"Kenapa kau tidak angkat teleponmu yang berdering?" Tanya seorang perempuan pada perempuan lain.


"Kau sendiri tidak mengangkatnya!" Jawab perempuan yang ditanyai.


"Hah,,, harusnya aku datang lebih lambat, tapi karena pagi ini aku terlalu senang sebab semuanya berjalan dengan lancar maka aku datang pagi-pagi sekali, Namun siapa yang menyangka kalau telepon kantorku yang baru saja ku aktifkan malah berbunyi seperti ini!! Aku merasa trauma dengan kejadian beberapa waktu lalu, Jadi aku akan membiarkan seseorang yang lain mengangkat teleponnya terlebih dahulu!" Tegas sang perempuan yang berdiri sambil memegang erat-erat ponselnya dan tatapannya tertuju pada telepon kantor yang terus berdering di meja kerjanya.


Saat itu, Tika yang juga merupakan salah satu karyawan di perusahaan tersebut baru saja tiba dan dia mengerutkan keningnya melihat ada banyak orang yang sudah datang, namun tak ada satupun dari mereka yang mengangkat telepon yang masuk.


"Ada apa ini?" Tanya Tika.


"Telepon kantor terus berdering, kami tidak mau mengangkatnya karena takut kejadian beberapa hari yang lalu terulang lagi, Bagaimana kalau kau yang lebih dulu mengangkatnya?" Ucap salah seorang perempuan dengan perempuan lain menganggukkan kepala mereka sebagai pertanda bahwa mereka akan membiarkan Tika untuk mengangkat teleponnya terlebih dahulu.


Karena saat ini posisi Tika sudah di jadikan sebagai asisten pribadi Heryani, maka perempuan itu pun berjalan ke meja kerjanya dan dia menyalakan komputer serta telepon kantornya yang ada di sana.


Baru saja dinyalakan, telepon kantornya langsung berdering hingga Tika menaruh tasnya lalu duduk di kursinya mengambil gagang telepon.


"Halo? Dengan paarada kreatif? Ada yang bisa kami bantu?" Tanya Tika pada orang di seberang telepon dengan nada suara yang begitu sopan.


Para perempuan yang satu kantor dengan Tika langsung berjalan menghampiri Tika dan salah seorang perempuan menekan tombol speaker pada telepon di meja Tika sehingga mereka bisa mendengar percakapan orang tersebut dengan Tika.


"Saya Adi dari perusahaan xx, saya ingin membicarakan tentang member VIP yang baru-baru ini diumumkan oleh perusahaan kalian, bolehkah perusahaan kami mendapatkannya juga? Ah,, kami dengar ada sebuah aplikasi yang kalian luncurkan juga, Bagaimana cara mencoba aplikasi itu?


Tiara pun segera menjelaskan tawaran-tawaran dari perusahaan mereka dan mengatur janji temu sebelum dia meletakkan telepon tersebut beriringan dengan sebuah telepon lain yang masuk.


Maka Tiara mengangkat panggilan telepon itu bersamaan dengan semua orang yang ada di ruangan tersebut mengangkat panggilan telepon dan melayani klien mereka.


Setiap orang yang datang langsung masuk ke dalam pekerjaan mereka, sampai pukul 8.30, heriani yang baru saja datang kini mengerutkan keningnya melihat semua orang sudah sangat sibuk, padahal dia mengatur bahwa jam kantor mereka ada pada pukul 08.30.


'Kenapa mereka datang pagi-pagi sekali dan sekarang sudah sangat semangat bekerja?' ucap heriani yang merasa heran, padahal kemarin-kemarin ketika ia datang pada pukul 08.00 biasanya orang-orang yang sudah datang pada jam tersebut masih santai-santai saja karena dia memang tidak terlalu menekan karyawannya.


Meski begitu, heriyani tidak mengatakan apapun dan hanya berjalan ke meja kerjanya.


Saat tiba di meja kerjanya, Tiara menghampirinya sambil menyerahkan beberapa dokumen.


"Ini adalah daftar perusahaan yang pagi ini menghubungi saya, dan ini adalah proposal yang baru selesai buat untuk mereka, Jadi mohon untuk diperiksa," kata Tiara langsung membuat heriani menganggukkan kepalanya dan dia merasa aneh dengan tiga proposal yang datang dibawa oleh Tiara.


"Kau membuat 3 proposal ini pada pagi ini?" Tanya heriani.


"Ah, ya, hari ini suasana hati saya sedang sangat baik jadi saya datang pada pukul 07.30 dan langsung mendapat panggilan telepon, juga membuat proposal ini untuk diberikan pada CEO untuk diperiksa terlebih dahulu," ucap Tiara.


"Benarkah?" Heriani merasa aneh, bahwa orang-orang menelepon mereka pagi-pagi sekali, tetapi heriani tidak mengatakan apapun dan dia hanya mengambil proposal itu lalu memeriksanya.


Beberapa saat kemudian, beberapa di antara orang-orang yang ada di perusahaan itu juga datang membawakan proposal yang telah dibuat oleh mereka untuk diperiksa oleh heriyani hingga membuat heriyani terkejut, bahwa tiba-tiba saja ada banyak begitu orang yang mau bekerja sama dengan mereka.


Maka, heriani menatap Tiara sambil berkata, "Apakah tadi malam terjadi sesuatu sampai sekarang ada banyak orang yang mau bekerja sama dengan kita?"


Pertanyaan itu langsung membuat Tiara menganggukkan kepalanya, "ah,, tadi malam SK video merilis video pendek yang mempromosikan tentang perusahaan kita dan juga aplikasi yang kita buat, mereka mencobanya di perusahaan mereka dan mengatakan bahwa aplikasi kita sangat baik. Juga mengatakan tentang member VIP untuk pemasangan iklan videotron kita. Video itu cukup populer dan sepertinya dilihat oleh para petinggi-petinggi perusahaan karena selain dirilis di SK video, juga dirilis di pusat berita bisnis yang sepertinya disponsori sendiri oleh SK video." Ucap Tiara.


Heriyani mengganggu puas dengan bantuan yang diberikan Tuan Arka pada mereka, dengan apa yang dilakukan oleh Tuan Arka maka membuat mereka semakin lebih baik lagi di mata masyarakat dan juga perusahaan-perusahaan.