
"Apa yang kalian lakukan?!! Apakah ada masalah?!!" Tanya Bayu yang merasa aneh dengan sikap kedua pelayan itu.
Tidak mungkin mereka berlutut padanya tanpa ada sebuah alasan.
🛸🛸🛸
Salah satu pelayan dengan gemeter berkata, "kami sungguh minta maaf, kami tidak sengaja menjatuhkan barang tersebut sehingga terdengar bunyi pecahan dari dalamnya."
"Apa?!!" Bayu sangat terkejut, sehingga pria itu pun menatap benda di tangannya dan dia menjadi sangat cemas sebarat barang yang ada di dalam kotak itu memiliki harga yang fantastis.
Sengaja dikirim menggunakan kurir khusus untuk tiba di rumah mereka dan sekarang katanya terdengar suara pecahan???
"Kami sungguh-sungguh minta maaf, kami benar-benar tidak tahu kalau kotak itu berisi barang yang mudah pecah," ucap salah seorang pelayan yang kini gemetar ketakutan di tempatnya.
Bayu yang mendengarkan itu pun dengan kesal berkata, "Memangnya apa yang kalian lakukan sampai menjatuhkan barang itu?!!"
Salah seorang pelayan memejamkan matanya sembari meramas gaunnya sendiri dan berkata, "Itu,, Sebenarnya bukan kami yang menjatuhkannya, tetapi tuan muda kedua lah yang menjatuhkan barang itu ke lantai karena tuan muda kesal mengetahui--"
"Bodoh!!" Bentak Bayu pada kedua pelayan bersamaan dengan pintu ruang kerja yang terbuka memperlihatkan tuan besar Romania kini menatapnya.
"Kenapa kau begitu marah pada pelayan?" Tanya tuan besar Romania.
Bayu langsung menggertakkan giginya, lalu pria itu pun berkata, "kedua pelayan ini tak sengaja menjatuhkan barang pesanan Anda jadi--"
"Masuklah," ucap tuan besar Romania langsung membuat Bayu menganggukkan kepalanya lalu dia pun menyusul tuan besar Romania ke dalam ruang kerja.
Setelah tiba di meja kerjanya, tuan besar Romania kemudian menatap Bayu, "bukalah," perintah Tuan besar Romania langsung membuat Bayu akhirnya mengambil sebuah cutter yang terletak di atas meja.
Dengan keringat dingin membasahi punggungnya, maka bayu pun membuka paket yang ada di tangannya dan pria itu sangat terkejut ketika melihat keramik yang ada di dalam kotak tersebut telah pecah.
Tetapi Tuan besar Romania tidak mengatakan apapun, pria itu hanya mengulurkan tangannya melepaskan satu persatu kepingan keramik yang pecah itu sampai terlihat Bubble wrap yang diletakkan di bagian dalam keramik yang pecah.
"Buka itu," perintah Tuan besar Romania langsung membuat Bayu mengulurkan tangannya membuka bubble wrap tersebut, dan dia mengerutkan keningnya ketika mendapati ada sebuah guci lain yang terletak di dalam bubble wrap tersebut.
Setelah mengeluarkan guci itu dengan hati-hati, Tuan besar pun mengulurkan tangannya mengambil kunci itu dan menatapnya dengan sebuah senyum di wajahnya.
"Ini adalah guci yang kubeli sementara guci yang ada di luar hanya digunakan untuk membungkusnya saja," ucap Tuab besar Romania benar-benar membuat Bayu merasa lega bahwa ternyata barang yang diinginkan oleh pria itu setelah tahan sampai ke tangannya dengan utuh.
Bayu pun segera membereskan bungkusan yang ada di atas meja lalu dia membuangnya ke dalam tempat sampah.
"Aku dengar, cucu kedua kulah yang sudah menjatuhkan barang itu?!" Tanya Tuan besar sembari menatap ke arah Bayu yang kini sudah berdiri lagi di hadapannya.
Bayu terkejut, dia tidak menduga bahwa pria itu mendengar percakapannya dengan para pelayan.
Tapi meski begitu, dia tidak punya pilihan lain selain berkata, "benar, pelayan berkata bahwa tuan muda kedua lah yang telah menjatuhkan barang pesanan tuan besar."
"Hm,,, dari dulu dia memang tidak bisa mengendalikan amarahnya," kata Tuan besar Romania sembari memperhatikan guci yang ada di tangannya.
Bayu tidak berkata apapun lagi, Sebab Dia tidak mau terus-menerus membelah Tuan Muda kedua di depan Tuan besar Romania sehingga akan membuatnya dicurigai oleh tuan besar Romania.
Namun pria itu sangat terkejut Ketika Tuan besar Romania kembali lagi berbicara, katanya, "katakan padanya bahwa aku memerintahkannya untuk pergi ke desa membantu Dito mengurus urusan peternakan. Kalau selama itu dia belum berubah sikap, maka dia tidak akan kembali ke perusahaan utama."
Dengan bibir gemetar, Bayu hendak berbicara ketika dia langsung ditatap oleh tuan besar Romania hingga membuat bibirnya menjadi kaku dan tak bisa lagi mengucapkan satu patah kata.
"Kalau kau masih terus membelanya, maka mungkin kau juga akan berakhir di sana. Suruh dia pergi selama 3 hari, setelah itu baru bisa kembali ke mari! Katakan juga kalau dia gagal, maka Dito akan menggantikan posisinya!" Perintah Tuan besar Romania.