
Dito berada di kantornya melihat catatan yang diberikan oleh istrinya, dan pria itu merasa sangat puas ketika ia melihat apa yang dicatat oleh istrinya benar-benar sangat membantunya.
"Jadi mereka bergerak di malam hari untuk mengatur semua informasi, itu sebabnya aku tidak mendapatkan apapun yang aneh, karena mereka menginput data pada malam hari dan sekaligus mengeditnya," ucap Dito menggerak-gerakkan jarinya di atas layar komputernya.
Dito sangat serius bekerja sampai seorang pria tiba-tiba saja berkata, "ada berita baru!!!"
"Apa itu?!"
"Seorang pemimpin perusahaan hanya lulusan SMA dan fotonya tidur bersama dengan seorang pria tua kini tersebar di internet!"
"A,, apa?! Bagaimana bisa?" Tanya pria yang lain langsung membuka ponselnya juga dan melihat berita yang sangat ramai.
Dito yang ada di sana tidak mengatakan apapun, dia sama sekali tidak tertarik dengan berita tersebut dan dia lebih fokus pada pekerjaannya sampai ketika ia tersadar bahwa satu-satunya orang lulusan SMA yang memimpin perusahaan adalah istrinya.
Barulah pria itu akhirnya berdiri lalu berjalan ke arah pria yang sedang melihat layar ponsel dan melihat sebuah foto yang telah diedit yaitu foto istrinya dengan seorang pria.
Maka tanpa menunggu aba-aba, Dito langsung merebut ponsel itu dari tangan bawahannya dan menatapnya dengan seksama.
"Badjinagn!! Berani-beraninya mereka mengedit foto istriku seperti ini?!!" Ucap Dito hendak melemparkan ponsel tersebut ketika dia masih sadar bahwa ponsel itu bukanlah ponsel miliknya sehingga Dito mengembalikannya pada pria yang ada di sana Lalu Dito pun mengambil ponsel dan kunci mobilnya dan berlari keluar meninggalkan ruangan.
Empat orang yang ditinggalkan oleh Dito kini terpaku memandangi pintu yang telah ditutup dengan keras.
Tidak ada satupun diantara mereka yang menyangka bahwa ternyata perempuan yang sedang hangat diberitakan pada pagi hari itu ternyata adalah istri dari atasan mereka.
Sedangkan Dito yang berlari keluar perusahaan, dia langsung mengendarai mobilnya menuju perusahaan istrinya dan selama beberapa menit di perjalanan, pria itu berada dalam suasana hati yang sangat buruk.
'Siapa yang berani melakukan hal seperti itu pada istriku yang sedang hamil?' ucap Dito dalam hati yang kini sangat cemas bahwa istrinya mungkin akan sangat tertekan karena berita yang beredar tersebut.
Saat tiba di lantai 15, semua orang langsung melihat Dito dan Dito pun bisa melihat semua orang berada dalam keadaan kacau karena apa yang menimpa bos perusahaan mereka tentunya akan berdampak pada perusahaan mereka.
"Kau, kau pria yang selalu datang menjemput Kak Heryani?" Ucap salah seorang perempuan tidak dijawab oleh Dito, tetapi Dito hanya berjalan ke sebuah ruangan yang di pintunya ditulis sebagai ruangan direktur.
Clek!
Dito langsung membuka pintunya dan pria itu terdiam di tempatnya ketika melihat istrinya sementara menikmati segelas jus buah.
"Lho, sayang," kata heriyani yang terkejut melihat kedatangan suaminya hingga perempuan itu langsung berdiri dan berjalan menghampiri suaminya.
Dito pun dengan cepat menghampiri istrinya dan memeluk perempuan itu dengan erat, "kau baik-baik saja?" Tanya Dito sambil menatap istrinya dengan tatapan cemasnya.
Heriyani tersenyum, "Tentu saja aku baik-baik saja, Apakah kau datang kemari karena melihat berita yang ada di internet?" Tanya heriani yang kini baru sadar bahwa dia memiliki seorang suami yang pastinya juga sangat terkejut dengan berita yang baru saja muncul.
"Ya, aku cuma cemas kau mungkin akan kepikiran, tapi syukurlah kau terlihat baik-baik saja. Aku akan menelpon polisi untuk menangani kasus itu, Jadi kau tidak perlu memikirkannya," kata Dito.
"Jangan khawatir, aku sudah menelpon seorang pengacara yang akan datang sebentar lagi, aku akan menuntut mereka karena foto mereka juga telah diketahui," kata heriyani membuat Dito merasa lebih tenang lagi sehingga dia pun menundukkan kepalanya mencium kening istrinya dengan lembut.
Saat kedua orang itu berpelukan, semua karyawan heriani yang sedang berkumpul di depan pintu yang lupa ditutup oleh Dito, mereka menatap dua orang yang ada di dalam ruangan.
"Itu pria yang selalu datang menjemput Kak heriyani."
"Kau benar, pria tampan itu ternyata suaminya, dan sekarang Kak Heryani sedang hamil lalu digosipkan dengan sangat buruk!!!"
"Kasihan sekali Kak Heryani, untuk Kak Heryani memiliki seorang suami yang sangat support padanya."