Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
248


Di pagi hari ketika Dean sedang mengurus beberapa hal yang menjadi jadwal tuan besar Romania pada hari itu, pria itu terkejut ketika seorang pria tiba-tiba saja datang menghampirinya lalu memperlihatkan sebuah berita padanya.


"Ini berita menyangkut Nyonya muda ke_6," ucap pria tersebut membuat Dean mengerutkan keningnya saat ia melihat sebuah foto heriyani bersama dengan seorang pria di atas ranjang.


Dia terpaku selama beberapa saat sebelum Dean mengambil ponselnya untuk menghubungi heriyani demi mengkonfirmasi hal tersebut.


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


"Halo?" Jawab heriani dari seberang telepon.


"Selamat pagi Nyonya muda, Saya sudah melihat berita yang beredar di internet. Apakah semuanya baik-baik saja?" Tanya Dean.


"Ah,, semuanya baik-baik saja, aku sudah berbicara dengan pengacara dan pengacara akan mengurus masalah ini." Ucap heriyani membuat Dean merasa lega.


"Tolong kirimkan kontak sang pengcaranya pada saya, biar saya juga mengurus masalah ini," ucap Dean yang jelas tahu bahwa apa yang terjadi hari ini adalah hal yang sangat serius karena Tuan besar Romania sudah berencana untuk mengenalkan Dito dan heriani pada publik dalam acara ulang tahun perusahaan mendatang.


"Ah, Baiklah, kalau begitu akan saya kirimkan," ucap heriyani dari seberang telepon membuat Dean akhirnya mematikan panggilan telepon itu.


Tetapi ketika dia berbalik hendak pergi dari tempat itu, Dean langsung terdiam di tempatnya saat melihat tuan besar Romania sudah berdiri menatapnya.


"Ada berita apa yang membuatmu panik?" Tanya Tuan besar Romania yang jarang sekali melihat Dean dalam kepanikan.


"Ada berita miring tentang Nyonya muda ke-6 yang beredar, jadi saya membantu Nyonya muda untuk menyelesaikan kasusnya," ucap Dean membuat tuan besar Romania mengerutkan keningnya.


"Biarkan Aku melihat beritanya," ucap tuan besar Romania membuat Dean terpaku di tempatnya, karena dia tidak mungkin memperlihatkan berita itu pada Tuan besar Romania atau mungkin akan mempengaruhi kesehatan pria itu.


"Apakah kau mau membuatku mati hari ini juga Karena rasa penasaranku?! Cepat perlihatkan padaku!" Tegas tuan besar Romania akhirnya membuat Dean membuka kunci layar iPad di tangannya dan memperlihatkan tangkapan layar berita yang ada di ipad-nya.


Tuan besar Romania yang melihat itu mengerutkan keningnya, "orang kejam mana yang tega melakukan ini? Selidiki beritanya," ucap tuan besar Romania yang mau mengetahui kebenaran dari berita tersebut.


"Baik," jawab Dean mengambil kembali iPadnya sebelum dia mengikuti tuan besar Romania untuk mendiskusikan masalah lain yang perlu mereka tangani.


Keduanya pergi ke ruang kerja Tuan besar Romania sebelum Dean kemudian menyerahkan beberapa berkas pada tuan besar Romania.


Sedangkan saat itu, Dito yang sudah meninggalkan kantor istrinya kini dia kembali ke ruangannya dan terkejut ketika ia melihat mejanya dipenuhi dengan banyak cemilan.


"Siapa yang membawa semua ini ke mejaku?" Tanya Dito pada 4 pria yang bekerja satu ruangan dengannya.


Salah seorang pria menjawab, "itu dari kami semua, kami tahu bahwa bapak berada dalam suasana hati yang tidak baik dan cemilan mungkin bisa meredakan suasana hati bapak yang tidak baik," ucap pria tersebut membuat Dito tersenyum.


"Suasana hatiku sedang baik-baik saja, semua masalah sudah terselesaikan dengan baik," ucap Dito.


"Benarkah? Kalau begitu, Apakah foto yang beredar itu diedit oleh seseorang?" Tanya Ariel yang merasa sangat penasaran karena dia melihat editan foto itu sangatlah bagus dan tidak seperti diedit.


"Ya, pengacara sedang mengurusnya Jadi kalian tidak perlu khawatir," ucap Dito sambil menundukkan kepalanya untuk kembali fokus pada berkasnya.


"Ah,, syukurlah kalau begitu, semoga masalahnya cepat selesai, tapi Siapa yang berani-berani melakukan hal seperti itu?" Ucap salah seorang pria yang merasa penasaran Siapa yang sudah melakukan perbuatan keji seperti itu.


Tetapi tidak ada di antara ke-4 orang di ruangan itu yang menjawab pertanyaan sang pria, mereka semua hanya diam saja Meski dalam hati mereka juga bertanya-tanya namun Mereka takut berbicara karena mungkin saja akan mempengaruhi suasana hati Dito.