
Setelah selesai di kelas melukis, maka heryani bersama-sama dengan Nyonya asmiati pun meninggalkan tempat itu menggunakan mobil milik nyonya asmiati.
Sang asisten yang selalu mengantar Nyonya asmiati kemanapun merasa heran bahwa perempuan itu bergaul dengan seorang perempuan muda.
Padahal biasanya, perempuan itu tidak suka dengan perempuan muda sebab perempuan muda tidak tertarik dengan nyonya asmiati yang pemikirannya masih begitu kolot dan memiliki sifat otoriter.
Meski begitu, asisten tersebut tidak mengatakan apapun dan hanya melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu.
"Jadi apa yang ingin kau tanyakan padaku?" Tanya Nyonya asmiati ketika dia telah menyimpan tasnya.
"Ahh,, ini, ini masalah keluarga," kata heriyani sembari menoleh ke arah asisten yang sedang menyupiri mereka.
Nyonya asmiati yang melihat Monica merasa ragu karena adanya sang asisten segera tersenyum, lalu dia berkata, "tidak usah khawatir, dia itu hanya seorang asisten, dia tidak akan mengatakan apapun yang kita bicarakan di sini."
Heriani menganggukkan kepalanya, "jadi begini, aku merasa kesal dengan iparku, mereka selalu memojokkan Aku di depan mertuaku dan suamiku. kira-kira Bagaimana cara menghadapi mereka ya?" Tanya heriani yang memang sudah mencari tahu tentang perempuan bernama nyonya asmiati di mana dia menemukan fakta bahwa perempuan itu tidak terlalu akur dengan iparnya.
Maka heryani menggunakan masalah itu untuk mendekati perempuan yang ada di depannya, karena orang yang cenderung memiliki masalah yang sama memiliki peluang yang jauh lebih besar untuk berteman dekat.
Dan seperti perkiraan heriyani, maka Nyonya asmiati banyak memberinya usulan dan juga pemahaman, dan meski heriani memang merasa bahwa pikiran perempuan itu kolot, Tetapi dia tidak terlalu memikirkannya Sebab Dia hanya mengincar lukisan seharga 3 miliar yang dimiliki oleh perempuan itu.
Tetapi sebelum itu, dia memang perlu melakukan pendekatan pada perempuan itu sebelum dia memikirkan langkah selanjutnya untuk mendapatkan lukisan tersebut.
Setelah mendapatkan nomor ponsel nyanyi asmiati, maka heriyani pun turun dari mobil dan tersenyum memandangi mobil yang menjauh darinya.
"Hm,, perempuan yang benar-benar kolot. Tapi tidak masalah, aku bisa menghadapinya demi lukisan 3 miliar itu," ucap heriani dalam hati segera menyimpan ponselnya lalu dia pun menyetop sebuah taksi untuk pergi menemui suaminya.
Di dalam mobil, perempuan itu menelepon suaminya, "sayang, kau ada di mana?" Tanya heriani ketika panggilan telepon mereka telah terhubung.
"Aku sudah selesai, Sekarang sedang dalam perjalanan untuk kembali ke rumah," jawab seorang pria dari seberang telepon.
"Ahh,,, kalau begitu, kita bertemu di rumah, aku juga sudah selesai dengan urusanku dan sekarang ada di taksi untuk kembali ke rumah," jawab heriani.
"Baguslah, Aku membeli makanan untuk mu, nanti kita makan di rumah," kata Dito dari seberang telepon.
"Okk," jawab heriani sembari tersenyum lalu mereka pun mematikan panggilan telepon itu.
Selama dalam perjalanan, Heriyani terus tersenyum memikirkan suaminya yang romantis, padahal dia sebenarnya ingin mengajak pria itu untuk makan bersama di luar, Namun ternyata sudah lebih dulu membelikan mereka makanan.
Maka setelah tiba di rumah, heriani turun dari mobil dan dia mengerutkan keningnya saat ia melihat suaminya yang turun dari mobil langsung dihampiri oleh cucu ke-5 keluarga Romania.