Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
50


Masih di ruangan tempat acara makan malam akan di lakukan.


"Kau bilang apa?" Tanya Dito ketika dia mendengar ucapan istrinya yang mana ucapan tersebut tidak diduganya akan keluar dari mulut istrinya.


Heriyani tersenyum menatap suaminya sembari lanjut berbicara, katanya, "aku bilang aku mau punya anak denganmu. Dua orang anak, satu laki-laki dan 1 perempuan, perempuan yang imut yang mirip denganmu dan laki-laki yang ganteng yang mirip denganmu!! Bagaimana kalau setelah ulang tahun Kakek kita menjadwalkan bulan madu kita?"


Dito benar-benar tertegun mendengarkan ucapan istrinya, karena selama bertahun-tahun mereka menikah perempuan itu tidak pernah membahas hal seperti itu, bahkan mereka tidak pernah tidur bersama, tetapi sekarang tiba-tiba saja membahas keinginan untuk memiliki anak??


Jantung Dito berdegup amat kencang, "Itu,, kalau begitu aku akan bekerja keras untuk mendapatkan tiket bulan madunya," kata pria itu yang merasa begitu senang karena Sekarang istrinya sudah mulai semakin dekat dengannya.


Heriyani langsung tersenyum lalu dia memeluk pria itu sembari berkata, "Terima kasih sayang, kalau begitu aku akan mengusahakan dietku supaya ketika kita pergi bulan madu kau bisa melihat versiku yang paling cantik!!!"


Dit menahan tawanya dengan istrinya yang masih menginginkan tubuh yang langsing, padahal sekarang dia sudah milih sangat menyukai perempuan itu, perempuan itu selalu saja terlihat cantik di matanya terlepas dari bagaimanapun penampilan perempuan itu.


"Aku tidak perlu kau menjadi semakin cantik, Karena sekarang kau juga sudah cantik di mataku." Kata Dito sembari membelai rambut istrinya.


"Hm!" Tiba-tiba suara demen dari belakang kedua orang itu langsung membuat mereka saling menjauh satu sama lain lalu menatap ke belakang dan ternyata yang datang ialah tuan besar Romania.


"Kakek," ucap Dito segera berdiri lalu mereka pun menghampiri pria itu.


"Sepertinya kalian sudah lama berada di sini," ucap tuan besar Romania yang tak menduga bahwa kedua orang itu akan membahas tentang anak.


Ucapan tuan besar Romania langsung membuat heriyani menggelengkan kepalanya dengan pelan.


"Belum terlalu lama," jawab heriani.


Mendengar itu, maka heriani dan Dito menganggukkan kepala mereka lalu Ketiga orang itu pun berjalan ke arah meja makan bersamaan dengan pintu yang terbuka di mana orang-orang kembali masuk ke ruangan itu dan mengganti makanan di atas meja, sebab makanan yang tadi disajikan di sana telah dingin.


Setelah semua makanan diganti, maka tuan besar Romania menatap kedua orang di depannya sembari berkata, " Makanlah, jangan sungkan-sungkan."


"Baik Kek," jawab heriani diikutin Dito yang menganggukkan kepalanya lalu Ketiga orang itu pun makan bersama-sama.


Tuan besar Romania memperhatikan kedua orang di depannya yang sedang makan, dan dia sedikit menyempitkan matanya saat melihat keelegenan dua orang itu di meja makan.


Padahal, Dito sudah lama sekali tidak bergabung makan bersama dengan keluarga besar Romania sehingga tata krama di meja makan pastilah tidak akan terlalu diingat oleh pria itu.


sementara heriyani,, perempuan itu berasal dari desa dan semenjak menikah dengan Dito dia belum pernah makan formal dan mengikuti acara-acara besar, sehingga dia tidak mungkin mengetahui tentang tata krama makan yang baik.


Meski begitu, tuan besar Romania tetap menatap Dito sembari berkata, "kau mendidik istrimu dengan baik."


Dito terkejut mendengarkan ucapan kakeknya hingga pria itu pun menoleh ke arah istrinya dan heriyani langsung tersenyum ke arahnya.


"Ah,, suamiku mengajariku tata krama makan saat kakek membicarakan tentang makan malam. Dia berkali-kali mengingatkanku supaya mengetahui tata krama makan yang baik agar tidak merusak makan malam hari ini," kata heriani benar-benar membuat Dito tercengang.


Jelas-jelas, istrinya lah yang mengajarinya tata krama makan di meja makan sejak beberapa waktu terakhir mereka berada di desa, tapi sekarang perempuan itu malah mengatakan hal yang sebaliknya?


"Bagus sekali, Kakek juga tidak menyangka bahwa ternyata Dito masih mengingat tata krama makan dengan baik saat berada di meja makan, padahal sudah bertahun-tahun lamanya dia tidak bersama-sama dengan kami. Ahh,, Bagaimana kabar terbaru dari peternakan?" Tanya tuan besar Romania langsung membuat heriyani menatap suaminya dan memberi kesempatan pria itu untuk menjawab sesuai dengan apa yang telah dipelajari pria itu.