
Satu minggu berada di peternakan, heriani sudah mencari berbagai informasi, dan perempuan itu merasa cemas Sebab Dia mengetahui bahwa sepupu sepupu ipar nya juga berusaha mendapatkan lukisan dari tangan Nyonya asmiati sehingga dia tidak punya banyak waktu.
Pada sore hari ketika suaminya pulang bekerja, perempuan itu sudah selesai menyiapkan makan malam untuk mereka dan setelah suaminya selesai mandi, mereka berdua duduk di meja makan untuk makan malam bersama-sama.
"Kau memasak banyak hari ini," kata Dito sembari menelan air liurnya menatap makanan yang terlihat begitu menggiurkan di atas meja.
Heriyani tersenyum lalu dia meletakkan makanan di piring suaminya sembari berkata, "aku menghabiskan semua bahan makanan yang ada di kulkas, karena besok kita harus pergi ke ibukota. Ulang tahun Kakek tinggal satu minggu lagi, jadi kita harus ada di sana dan membantu persiapan untuk ulang tahun Kakek."
Ucapan istrinya dianggap oleh Dito, "aku sudah memesan barang yang akan kita berikan untuk kakek, akan sampai besok pagi jadi kita bisa berangkat dan membawa barang itu," ucap Dito yang mana mereka telah menyiapkan tempat lukisan untuk satuan besar Romania.
Pria itu menyukai barang-barang antik, dan beberapa lukisan pria itu hanya digulung di gulung di tempatnya, Jadi mereka berpikir untuk memberikan tempat lukisan agar lukisannya boleh dipajang.
Bagaimanapun, tuan besar Romania bisa memesan banyak sekali tempat lukisan tetapi yang mereka pesankan ialah tempat lukisan yang khas dari desa tempat mereka berada, dan ukiran pada tempat lukisan itu juga memiliki makna yang baik sehingga mereka berpikir untuk memberikan benda tersebut pada tuan besar Romania.
"Baguslah, lalu Bagaimana situasi di peternakan?" Tanya heriani.
"Bagus, semuanya berjalan dengan lancar, tadi ada beberapa sapi yang juga melahirkan, dan anak-anak sapi sangat sehat, tadi sudah diberi vaksin," jawab Dito.
"Baguslah, kalau begitu kita sudah bisa meninggalkan peternakan selama satu minggu lebih kedepan. Kita juga masih bisa mengontrol ke peternakan dari jauh, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan," ucap Heriyani.
Dia sudah memiliki sebuah rencana untuk mendapatkan uang sehingga perempuan itu bertekad kembali lebih awal ke ibukota.
Maka setelah makan malam, keduanya membersihkan piring kotor sebelum pergi ke kamar dan beristirahat.
Saat keduanya hendak terlelap, tiba-tiba saja ponsel milik heriani berdering sehingga perempuan itu dengan cepat mengangkat panggilan teleponnya.
Dito mengganggu kan kepalanya sebagai pertanda bahwa dia mengijinkan perempuan itu mengangkat teleponnya sehingga heriyani pun keluar dari kamar agar tidak mengganggu suaminya yang akan beristirahat.
"Halo," jawab heriani.
"Halo, Maaf sudah menelponmu malam-malam begini, tapi Aku baru saja mengalami mimpi buruk setelah terbangun dari tidurku dan merasa bahwa aku perlu bercerita denganmu supaya melupakan mimpi buruk itu," kata Nyonya asmiati dari seberang telepon langsung membuat heriani menoleh ke arah jam dinding yang ada di ruang tamu dan melihat bahwa waktu sudah menunjukkan pukul 22.00.
Tetapi perempuan itu tetap meneladani nyonya asmiati dan membantu perempuan itu menenangkan dirinya sebelum akhirnya mengajak perempuan itu untuk bertemu Di keesokan harinya.
"Ya, tentu,, kalau begitu kita bertemu di jam makan malam, ahh,, kemarin kau bilang sangat ingin melihat lukisan yang fotonya Aku perlihatkan padamu Bagaimana kalau kita makan malam di rumahku?" Tanya perempuan dari seberang telepon langsung membuat heriani bersemangat.
"Tentu!!! Kita akan bertemu besok," jawab heriani merasakan kemenangan sudah setengah berada di tangannya.