Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
203


Setelah jam pulang kerja, sang manajer dari bagian pemasaran langsung meninggalkan perusahaan dan dia pergi ke sebuah restoran yang merupakan tempat janjiannya dengan direktur dari anak perusahaan mereka.


Saat tiba di restoran, ia melihat sang direktur sudah menunggunya sehingga Manager tersebut dengan langkah penuh percaya diri menghampiri sang direktur, lalu mereka berdua duduk bersama dalam sebuah private room.


"Terima kasih sudah datang memenuhi undanganku ku Hari ini, aku yang akan membayar semua tagihannya," ucap direktur sambil melemparkan senyuman hangatnya pada sang Manager.


"Tentu saja, aku rasa kita perlu membicarakan hal yang sangat penting, Oleh sebab itu aku datang kemari," kata manajer yang bernama Darson.


"Kalau begitu, belum kita membicarakan sedikit masalah pekerjaan, kita sebaiknya makan terlebih dahulu," ucap direktur yang bernama Teo segera menepuk tangannya dua kali lalu para pelayan pun masuk ke ruangan tersebut menyajikan makanan yang sebelumnya telah dipesan oleh Teo saat membooking tempat tersebut.


Darson tersenyum melihat makanan yang ada di atas meja, semuanya makanan mewah yang memang layak digunakan untuk menyambutnya, 'Heh,, pria di depan ini benar-benar berusaha dengan keras, kalau begitu aku juga harus berusaha dengan keras untuk membodohinya!' ucap Darson dalam hati yang merasa percaya diri bahwa dia bisa mendapat banyak keuntungan dari masalah yang sedang dihadapi oleh Teo.


Maka, kedua orang itu pun makan bersama sampai ketika makanan penutup telah disediakan, barulah Teo berkata, "dua hari yang lalu salah satu bawahanmu dari tim pemasaran datang ke kantor kami untuk melakukan pemeriksaan. Dia membawa data mentah yang belum diubah, sementara data mentah itu benar-benar data yang masih harus disortir lagi.


"Aku takut kalian menjadi salah paham dengan data tersebut, padahal sebenarnya data itu adalah data yang belum dikonfirmasi kebenarannya ke lapangan. Kami punya dua langkah dalam mengolah data di perusahaan, pertama data mentah yang datang dari lapangan yang masih harus dikonfirmasi lagi karena terkadang ada banyak kesalahan yang membuatnya tidak sesuai dengan data yang seharusnya.


"Semoga pak Manager bisa mengerti dengan hal tersebut dan memberi kami kesempatan untuk mengolah datanya terlebih dahulu sebelum meneruskannya pada pimpinan." Ucap direktur Teo yang benar-benar berharap pria di depannya mau bekerja sama.


Darson menghela nafas dengan berat, "hah,,, kebetulan sekali, itu jugalah yang hendak kubicarakan sehingga aku datang kemari menemuimu." Ucap Darson sambil mengambil berkas yang telah Ia siapkan lalu menyerahkannya pada pria di depannya.


"Selama 2 hari ini kami bekerja sangat keras untuk mengolah data tersebut, dan kau bisa melihat di sana ada banyak ketidak sesuaian dengan data-data yang beberapa waktu terakhir ini dikirim ke perusahaan utama. Selain dua berkas itu, masih ada banyak sekali yang telah kami olah di kantor," ucap Darson dengan suara percaya diri.


Oleh sebab itu, direktur Teo kemudian meletakkan berkas itu lalu dia menatap pria di depannya dengan sangat serius, "hah,, sebenarnya ini memang kesalahan kami, selain ini belum dikonfirmasi ke lapangan, tetapi kepala tim yang menangani bagian ini juga melakukan banyak pemalsuan data.


"Aku sudah memecat pria itu dan tidak bekerja lagi di perusahaan, karena aku tidak mau ke depannya ada hal seperti ini terjadi lagi. Meski begitu, karena sudah terlanjur terjadi, Saya hanya bisa berharap Manager mau bekerjasama dengan kami dan membantu kami dalam masalah ini.


"Saya akan melakukan apapun demi mendapatkan kerjasama dari manajer supaya masalah ini bisa terselesaikan dengan aman untuk kedua belah pihak," ucap direktur Teo.


Darson pun sangat senang dengan ucapan pria di depannya, sehingga dia berkata, "Aku adalah orang yang jujur, jadiin Tentu saja sangat sulit bagiku untuk memberikan kalian jalan. Tetapi karena saat ini aku juga berada dalam kondisi yang terjepit, maka jika kau bisa membantuku dalam pengadaan dana bagi--"


"Tentu!! Silakan katakan saja berapa nominalnya, kami akan berusaha memenuhinya Selama itu masih berada dalam kapasitas kami!" Kata direktur Teo yang jelas tahu arah pembicaraan Darson yaitu pada nominal uang.


Mendengar itu, maka Darson pun segera tersenyum lalu dia mengulurkan tangannya mengambil kembali dua berkas yang tadi Ia berikan pada Teo.


"Tentu saja, kalau begitu kita lanjutkan makannya," ucap Darson sambil tersenyum membuat Teo juga ikut tersenyum lalu dia pun menuangkan minuman untuk pria di depannya.


Kesepakatan telah dibuat sehingga Teo merasa lega bahwa kali ini dia masih bisa mempertahankan posisinya dan terlebih mendapatkan uang yang banyak dari hasil kerja kerasnya.


Sambil makan, mereka pun berbincang-bincang mengenai masalah tersebut dan merencanakan berbagai hal untuk menutupi masalah yang sedang mereka hadapi.