Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
243


Setelah keduanya selesai mandi, maka Dito pergi ke ruang kerja dan duduk di depan komputer sambil memeriksa kembali semua berkas-berkas yang ia harapkan bisa memberikan hasil atas penyelidikan mereka terhadap kecurangan-kecurangan dan manipulasi yang dilakukan oleh keluarga kedua dengan anak perusahaan xx.


Sementara haryani, dia tinggal di kamar sambil menonton TV, sebab Dia tidak punya pekerjaan yang dibawa dari kantor.


Perempuan itu menonton di atas ranjang sampai ia ketiduran dan entah berapa lama heriyani tertidur, perempuan itu terbangun di tengah malam untuk memeluk suaminya ketika ia mendapati bahwa suaminya tidak ada di ranjang.


"Sayang?' kata heriyani berbalik menatap pintu kamar mandi karena dia pikir suaminya mungkin sedang pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil.


Tetapi tidak ada yang menjawab dari sana hingga membuat heriyani turun dari tempat tidur dan pergi mencari suaminya.


Perempuan itu tiba di ruang kerja dan mendapati suaminya kini telah tertidur di depan komputer yang masih menyala.


'Kenapa dia bekerja terlalu keras?' ucap heriani dalam hati sambil mengambil selimut yang disediakan di tempat itu lalu dia pun menyelimuti suaminya sebelum dia mengulurkan tangannya untuk mematikan komputer.


Tetapi saat itu, heriani menghentikan gerakan tangannya saat ia melihat layar komputer yang ada di hadapannya bergerak-gerak sendiri, mulai dari pengetikan dan penginputan data hingga beragam hal-hal lainnya yang dilakukan oleh seseorang yang saat itu juga mengakses sistem perusahaan.


'sangat aneh bila sistem perusahaan diakses pada tengah malam seperti ini,' ucap Heryani dalam hati sambil menarik sebuah kursi lalu memosisikan layar komputer ke arahnya dan melihat apa saja yang terjadi di dalam komputer.


"Orang yang mengakses halaman ini mengganti berbagai sesuatu yang ada di sana," ucap Heryani sambil melihat berkas-berkas yang diletakkan di atas meja, dan heriani pun dengan bersel satu berkas lalu melihat tanda-tanda yang diberikan di berkas tersebut.


"Ini,,," Heryani Mengerutkan keningnya ketika ia melihat ada perbedaan yang cukup jauh antara berkas yang ia pegang dengan yang ada di komputer, lalu dia pun terus memperhatikannya dan menirukan tanda-tanda di berkas tersebut.


Heriani juga mengambil tangkapan layar pada komputer untuk ia beritahukan pada suaminya.


Setelah cukup lama Heryani berkutat di depan komputer, akhirnya Dito mengerjapkan matanya.


Kemudian Dito terbangun lalu dia segera berkata, "kau belum tidur?"


Dito yang melihat itu akhirnya tersadar bahwa dia ketiduran dengan komputer menyala sehingga dia berkata, "Kau tidak perlu membereskannya, kembali lah ke kamar biar aku yang menyelesaikan ini."


"Baiklah," jawab Heryani mengganggukan kepalanya lalu perempuan itu segera pergi meninggalkan suaminya dengan Dito yang cepat-cepat membereskan semua barang di atas meja dan mematikan juga komputernya.


Setelah selesai, Dito kemudian menyusul istrinya hingga kedua orang itu lanjut tidur.


Tepat pada pukul 06.00 di pagi hari, akhirnya dua orang itu terbangun dengan Heryani yang masih bermalas-malasan di pelukan suaminya.


"Belum mau bangun?" Tanya Dito pada istrinya.


"Bayinya masih mau dipeluk," kata heriyani membuat Dito menahan tawanya.


"Bayinya atau istriku yang mau dipeluk?" Tanya Dita sambil menepuk-nepuk punggung istrinya.


"Dua-duanya," ucap heriyani dengan suara yang serak tanpa ada sedikitpun pergerakan pada tubuhnya karena dia memang masih mau dipeluk oleh suaminya.


"Kalau begitu kita tidur sebentar lagi," kata Dito sambil meraih ponselnya lalu dia pun membuka sebuah website pemesanan makanan.


"Kau mau makan apa?" Tanya Dito sebelum dia memesan makanan untuk sarapan mereka.


"Aku mau roti panggang dari bakeri xx," kata heriani.


"Baiklah," ucap Dito memesan beberapa jenis roti panggang dari bakteri xx sebelum pria itu meletakkan ponselnya lalu lanjut memeluk istrinya.