
Setelah kembali ke rumah, heriani dan Lita langsung melihat 3 perempuan yang ada di dalam rumah sedang menonton dan ketiga perempuan itu langsung menatap ke arah Dito dan heriyani begitu keduanya memasuki rumah.
"Bagaimana pertemuan Kakak dengan kakek? Apa yang kakek katakan?" Tanya wasti yang benar-benar penasaran tentang kepergian kedua orang itu kekediaman utama keluarga Romania.
Sebab bagaimanapun, mereka memang sulit untuk masuk ke sana kecuali jika ada acara-acara besar, itu pun masih harus berwajah tidak tahu malu jika mau ke sana.
Dito dan heriani duduk di salah satu kursi yang ada di sana sembari berkata, "kakek hanya menanyakan tentang peternakan, tidak ada yang penting."
Heriani yang mendengarkan ucapan suaminya langsung menatap pria itu, dan dia tidak menyangka bahwa pria itu tidak akan mengatakan tentang kabar baik yang mereka dapatkan setelah pertemuan mereka dengan tuan besar Romania.
"Ahh,, Lalu apakah kakek bilang akan menarik Kakak ke perusahaan utama? Atau mungkin akan memberikan Kakak sesuatu?" Tanya Kesya yang benar-benar bersemangat mendengarkan ucapan kakaknya.
Karena tidak mungkin kedua orang itu dipanggil kediaman utama keluarga Romania jika tidak diberikan sesuatu yang baik.
Karena jika itu sesuatu yang buruk, maka Tuan besar Romania pasti hanya akan mengirim asistennya atau seorang pelayan untuk melakukan apa yang diinginkan oleh pria tersebut.
Tidak akan membuang-buang waktu untuk bertemu secara langsung, apalagi makan malam bersama-sama.
"Apa?!! Kakek memberikanmu satu kunci kamar?!! Kalau begitu, mulai sekarang kalian akan tinggal di sana?!!" Tanya Kesya.
"Besok kami akan kembali ke desa, jadi tidak akan tinggal di sana," jawab Dito.
Clarissa yang mendengarkan itu langsung bersemangat menatap putranya, "kalau begitu, Setelah kalian pulang besok berikan kuncinya pada Ibu, supaya ibu yang mengurus kamar itu!!!" Kata Clarisa yang ingin memanfaatkan hal tersebut supaya dia bisa tinggal di sana.
Tetapi heriani yang duduk di samping suaminya segera berkata, "kunci ini juga akan kami kembalikan Kalau kami sudah pergi, hanya diberikan pada hari ini saja karena kakek tahu kalau kamar di sini tidak cukup untuk kita semua."
"Kalau begitu, biar aku saja yang tidur di kamar di sana dan kalian tidur di sini? Besok aku ada ujian, jadi aku harus tidur dengan nyenyak supaya besok bisa berkonsentrasi untuk ujian!!" Kata Wasti.
Kesya yang mendengarkan ucapan wasti benar-benar kesal sehingga dia langsung melototi kakaknya sembari berkata, "enak saja!! Kau mana boleh mendapat kunci itu, aku yang paling berhak untuk mendapatkannya dan menginap di sana selama satu malam!!! Selama ini kan, aku selalu tidak mendapat kamar di sini karena kamarku dipakai oleh mereka kalau datang ke ibukota, jadi hari ini biarkan aku yang tinggal di sana dan mereka juga menggunakan kamarku!!"
"Apa?!! Bisa-bisanya kau berkata seperti itu, kau sendiri juga terus menginap di kamarku, jadi sebagai imbalannya sekarang akulah yang akan pergi ke kediaman utama dan kau tidur di kamarku saja!!!" Kata wasti sembari melototi Kesya hingga membuat Kesya sangat marah.
"Apa?!! Tidak!!!" Kesya langsung menjulurkan tangannya menarik rambut wasti hingga perkelahian antara dua bersaudara itu tak bisa lagi dihindarkan.