Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
157


Setelah agak lama menunggu, akhirnya tibalah saatnya Nyonya asmiati memberi sambutan untuk acara pada hari itu.


Heriani memperhatikan nyonya asmiati yang naik ke panggung dengan seorang pengawal menemaninya untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu di tangga.


Setelah nyonya asmiati tiba di podium, Nyonya asmiati berdiri menatap semua orang dan tatapannya berhenti saat ia melihat heriyani dan suaminya.


Perempuan itu tersenyum ke arah Heriani hingga dibalas senyuman heriyani.


Setelah tersenyum, Nyonya asmiati pun memulai sambutannya. Ada banyak hal yang ia bahas tentang laju perusahaan keluarga mereka dan terutama ucapan terima kasih pada semua orang yang telah mendukung perusahaan mereka.


Di akhir sambutannya, Nyonya asmiati berkata, "ucapan terima kasih saya secara khusus kepada tuan muda dan nyonya muda ke-6 dari keluarga Romania yang telah membantu dalam penyelesaian masalah yang dihadapi oleh perusahaan kami beberapa waktu yang lalu.


"Seperti kita ketahui bersama-sama, pada beberapa ruang waktu yang lalu sistem perusahaan kami tiba-tiba saja mengalami kendala yang disebabkan oleh sebuah virus yang entah berasal dari mana hingga membuat sistem perusahaan kami mengalami banyak bug dan juga kehilangan banyak data.


"Tetapi berkat heriyani yang membantu, akhirnya masalah tersebut bisa diselesaikan dalam waktu yang tepat. Seandainya saat itu tidak ada heriani yang membantu, maka acara ini tidak akan digelar hari ini, dan kita semua tidak akan bertemu di tempat ini Karena perusahaan kami pasti telah mengalami kebangkrutan. Oleh sebab itu, secara khusus hari ini saya menyiapkan sebuah hadiah sebagai ungkapan tanda terima kasih saya pada heriani dan suaminya.


"Maka dengan ini saya meminta heriani dan suaminya untuk naik ke atas panggung," kata Nyonya asmiati langsung membuat Dito menatap istrinya.


Heriyani pun tersenyum pada suaminya sambil menggenggam tangan suaminya lalu keduanya berdiri dan melangkah menuju panggung.


Saat melangkah, Dito bisa merasakan semua orang menatap ke arah mereka, hal itu membuatnya gugup karena dia memang sangat jarang menjadi pusat perhatian orang lain.


Tetapi Ketika istrinya menoleh ke arahnya sambil melemparkan senyum, maka Dito pun merasa lebih tenang dan melanjutkan langkah mereka hingga tiba di atas panggung.


Saat itu, Nyonya Asmiati langsung menyambut mereka dengan hangat hingga Ketiga orang itu bersalaman.


"Terima kasih sudah datang," ucap nyonya asmiati yang sangat senang melihat kedatangan dua orang itu.


Perempuan itu pun mengambil sebuah hadiah yang sudah dipegang oleh salah seorang perempuan yang berdiri di belakang nyonya Asmiati.


"Ini hanya hadiah kecil dari kami, tidak sebanding dengan bantuan yang sudah kami terima," ucap Nyonya asmiati yang merasa begitu bersyukur karena bisa mengenal heriyani, seandainya perempuan itu tidak bertemu dengannya di tempat melukis, maka saat ini dia sudah mengalami kebangkrutan.


"Terima kasih kembali," kata heriyani mengambil hadiah tersebut yang masih berada dalam sebuah amplop, namun heriani belum mengetahui apa isi amplop tersebut.


Ketiga orang itu pun saling bersalaman lalu difoto oleh fotografer yang ada di sana dengan iringan tepuk tangan dari semua orang yang hadir.


Setelah selesai acara pemberian hadiah, maka Dito dan heriyani turun dari panggung sementara Nyonya asmiati kembali lagi ke podium untuk menyampaikan beberapa hal lagi.


Sedangkan heriani dan Dito yang kini tiba di tempat duduk mereka, keduanya langsung menjadi pusat perhatian semua orang yang duduk di meja tersebut.


Salah satu perempuan yang ada di sana tidak tahan untuk berbicara, katanya, "Jadi kalian berdua adalah orang yang lebih bangga-banggakan oleh nyonya asmiati bisa menyelamatkan perusahaannya? Pantas saja kalian bisa duduk di sini, tapi katanya kalian berasal dari keluarga rumania?"


Heriani agak terkejut mendengar ucapan perempuan di depannya, tetapi ia dengan tenang menganggukkan kepalanya, "benar, kami berasal dari keluarga ketiga Romania," jawab Heryani.


"Keluarga ketiga? Bukankah keluarga ketiga telah diusir dari keluarga Romania?" Kata Sang Perempuan dengan kening berkedut karena ia ingat jelas masa-masa ketika perusahaan keluarga Romania mengalami guncangan yang disebabkan oleh keluarga ketiga hingga membuat pemimpin keluarga tersebut memutuskan untuk tidak mengakui keluarga ketiga sebagai bagian dari keluarga Romania.


Dito Merasa canggung mendengar ucapan perempuan di depannya, Tetapi dia belum berkata apapun saat istrinya telah lebih dulu berkata.


"Itu adalah masa lalu dan yang kita jalani sekarang ialah masih sekarang. Keluarga kami sudah baik-baik saja, jadi orang luar tidak perlu khawatir tentang keluarga kami," kata heriyani yang merasa kesal pada perempuan di depannya.


Tadinya menyoroti mereka yang sudah menikah beberapa tahun tapi belum punya anak, sekarang menyoroti keluarga mereka, lalu begitu, apalagi yang akan mereka soroti nanti?