Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
226


"Baguslah kalau begitu, tapi aku dengar adikku membuat masalah lagi? Dia ada di kantor polisi?!" Tanya tuan besar Romania sangat mengejutkan Dito.


🥙🥙🥙


Dito tak menyangka bahwa ternyata kakeknya akan mengetahui berita Kesya secepat ini, yang artinya bahwa pria itu terus memantau keluarga mereka.


"Ya, kemarin malam aku mendapatkan beritanya," jawab Dito yang kini khawatir bahwa akan ada hal buruk lagi yang terjadi pada keluarga mereka.


"Aku dengar dia tidur dengan 3 pria yang telah beristri?" Ucap tuan besar Romania membuat Dito memegang erat ponselnya.


Memang tidak ada yang bisa disembunyikan dari kakek mereka, pria itu memiliki koneksi tak terbatas yang bisa mengetahui segala sesuatunya.


"Ya, aku juga sangat terkejut ketika mengetahuinya, tetapi Kesya tidak mau menghentikan kelakuannya, jadi aku berpikir untuk memberinya pelajaran di penjara supaya dia bisa sadar kalau apa yang ia lakukan itu tidak benar," ucap Dito.


"Apa yang kau putuskan itu sudah bagus, rumah yang mereka tempati sekarang juga akan kakek ambil kembali. Mereka harus benar-benar diberi pelajaran, terutama ibumu yang tidak bisa menjaga putrinya dan mendidik putrinya dengan baik. Apa Kau keberatan dengan itu?" Tanya tuan besar Romania.


"Sama sekali tidak Kek, akan bagus kalau ibu dan adikku ikut bersama ayahku," ucap Dito yang merasa bahwa ibu dan adiknya perlu tinggal bersama dengan ayahnya supaya kedua perempuan itu lebih diawasi dengan baik.


"Baguslah, kakek senang dengan pemikiranmu, kakek juga senang mendengar kabar Kalau kau berhasil mengungkap kecurangan yang dilakukan oleh direktur Teo dan manajermu, jadi kakek akan membentuk sebuah tim khusus yang dipimpin oleh mu supaya kau bisa melakukan penyelidikan terhadap semua anak perusahaan yang melakukan kecurangan, juga proyek-proyek, kau akan bertugas mengawasi mereka secara diam-diam," ucap Tuan besar Romania membuat Dito terkejut.


"Kakek yakin?" Tanya Dito yang merasa bahwa dia mungkin tidak bisa sehebat Mikael yang begitu pandai mencari kebusukan yang disembunyikan oleh orang lain.


"Tentu saja, kalian akan mendapatkan posisi khusus dan posisi kalian akan jauh lebih tinggi daripada semua manajer yang ada di perusahaan utama! Laporan Kalian juga akan langsung disetor pada Kakek, jadi tidak perlu persetujuan dari orang lain," kata tuan besar Romania membuat Dito merasa senang sekaligus terkejut.


"Kalau begitu, aku serahkan semuanya pada keputusan kakek," ucap Dito yang merasa tidak bisa membantah kakeknya.


"Baiklah, kalau begitu ku tutup dulu teleponnya, jangan lupa jaga kesehatanmu dan jaga menantu serta calon cicitku!" Kata Tuhan besar Romania.


Maka, Dito kemudian terus mengendara sampai ia tiba di kantor dan tiba di ruangan bagian pemasaran, ia melihat semua orang sedang sibuk bekerja namun saat ini seorang pria keluar dari dapur sambil membawa minuman.


Itu adalah Heri, pria itu sekarang diperlakukan lebih buruk daripada seorang anak magang hingga membuat Dito tersenyum kecil.


'Michael benar-benar pria yang bijaksana,' ucap Dito dalam hati sambil berjalan ke meja kerjanya lalu dia pun duduk di sana dan terkejut melihat sebuah kotak hadiah kecil yang diletakkan di atas meja.


Dito lalu menoleh ke arah seniornya yang bekerja di sampingnya, "Siapa yang meletakkan ini di mejaku dan untuk siapa benda ini?" Tanya Dito yang tidak mau mengambil benda tersebut karena dia takut itu mungkin barang untuk seseorang yang tak sengaja tertinggal di mejanya.


"Itu untuk mu, diberikan oleh manajer tadi pagi," ucap senior Dito membuat Dito mengerutkan keningnya.


Dia tidak mengerti mengapa dia mendapat hadiah tersebut, tetapi kemudian Dito tetap membuka kotak hadiah itu dan terkejut karena di dalamnya adalah sebuah jam tangan mewah.


Senior Dito Yang penasaran dengan isinya juga ikut melihat hadiah itu, dan dia tercengang selama beberapa detik sebelum berkata, "itu adalah jam tangan dari brand JK, harganya sangat mahal!"


"A,, apa?!" Dito sangat terkejut sambil meletakkan kembali jam tangan yang sedang ia pegang, dia merasa takut jika saja dia merusak jam tangan itu, "apakah ini sangat mahal?" Ucap Dito sambil mengambil tutup kotak tersebut Lalu menutupnya kembali.


"Kau tidak tahu? Itu adalah jam tangan keluaran baru, harganya mencapai 150 juta! Aku tidak tahu kalau manajer baru kita memiliki uang sebanyak itu untuk membeli jam tangannya," ucap sang pria yang jelas tahu bahwa jam tangan seperti itu tidak akan bisa dicicil.


"Be,, benarkah?" Tanya Dito.


Sang senior mengangguk pelan, "tentu saja benar, tetapi saat ini Michael sudah menjadi manajer jadi aku rasa hanya satu kali gajinya saja sudah bisa membeli jam tangan semewah Itu. Tapi kau tidak bisa mengembalikan hadiah itu, dia memberikannya padamu sebagai ucapan terima kasih karena kau membantunya naik menjadi ke posisi manajer, kalau kau mengembalikannya, dia akan tersinggung," ucap Senior Dito dengan raut wajah yang tidak terlalu peduli.


Maka Dito yang mendengar ucapan seniornya akhirnya hanya bisa terdiam, dan dia benar-benar merasa bingung harus melakukan apa.


🫁bocoran bab selanjutnya otor taruh di youtube ya.. cukup ketik NovelToraja di kolom pencarian.