
Heriani yang membawa pergi suaminya karena tidak ingin ada keributan di acara ulang tahun tuan besar Romania kini berhenti di depan toilet.
Dito pun menatap istrinya dengan raut wajah menyesalnya, "maafkan Aku, semua ini gara-gara keluargaku sampai kita juga tidak bisa masuk ke ulang tahun Kakek, padahal kita sudah menyiapkan hadiah untuk kakek," ucap Dito yang merasa malu pada istrinya atas apa yang telah dilakukan oleh ibu dan kedua saudaranya.
Tetapi heriani tersenyum dan mengulurkan tangannya mengusap pipi suaminya, "Jangan khawatir, aku punya rencana lain," ucap heriani sembari mengeluarkan ponsel miliknya lalu perempuan itu pun membuka sebuah aplikasi yang sengaja ia buat untuk meretas ponsel seseorang.
Hanya dengan modal nomor ponsel dan juga beberapa kode lainnya yang diciptakan sendiri oleh heriyani, dia berhasil meretas ponsel milik Bayu lalu menggunakan ponsel tersebut mengirim pesan pada salah seorang petugas di hotel tersebut.
Maka seorang petugas yang berdiri memeriksa undangan dari para tamu yang datang pun mengambil ponselnya dan melihat sebuah pesan yang masuk.
Dia mengerutkan keningnya lalu menunjukkan pesan itu pada seorang rekannya yang duduk di sampingnya, "Apakah ini memang nomor ponsel Tuan Bayu?" Tanya pria itu.
"Ah, itu benar, aku sempat mendapatkan nomor ponselnya dari manajer untuk mengkonfirmasi sesuatu, jadi aku ingat nomor ponselnya dengan baik karena itu nomor ponsel yang sangat penting. kau harus menyimpannya dengan baik Sebab Dia adalah tangan kanan langsung tuan besar Romania yang berulang tahun hari ini!!!" Ucap sang pria.
"Kalau begitu, dua orang yang tadi datang di sini memang merupakan keluarga," ucap pria itu langsung membuat semua orang yang ada di sana teringat akan heriani dan Dito.
"Aku lihat Mereka pergi ke arah toilet, aku akan mencari mereka," ucap salah seorang perempuan yang cemas Jika saja mereka tidak memberikan pelayanan yang baik untuk semua orang hingga mereka mendapat masalah dari atasan mereka.
Setelah tiba di depan toilet, perempuan itu bernapas dengan lega Sebab Dia melihat Dita berdiri di depan toilet sambil menatap ke arah toilet perempuan.
"Benarkah? Kau sudah memeriksanya dengan benar?" Tanya Dito.
Sang Perempuan menganggukkan kepalanya, "benar, kami minta maaf atas kekeliruan kami," ucap perempuan itu langsung dianggap Dito menatap perempuan di depannya dengan semangat bersamaan dengan heriani yang keluar dari toilet perempuan.
"Sayang?" Ucap heriyani mendekati suaminya dan langsung memeluk suaminya di depan perempuan yang sedang berbicara dengan suaminya.
Dito tersenyum sembari mengusap kepala istrinya, "Ahh,, petugas ini mengatakan kalau nama kita memang terdaftar untuk mengikuti acara ulang tahun Kakek, hanya saja tadi mereka--"
"Cium aku!!" Sela Heryani dengan suara yang tegas langsung membuat Dito mengangkat sebelah alisnya dan menatap ke arah perempuan yang masih bersama-sama dengan mereka.
"Kau tidak mau menciumku di depan perempuan itu?!!" Kesal heriani langsung melepaskan pelukannya ketika Dito dengan cepat mengulurkan tangannya menarik kembali perempuan itu kepelukannya lalu mendaratkan sebuah ciuman di bibir Heryani.
Cup!
Petugas perempuan yang ada di sana langsung merasakan pipinya menjadi merah dan dia pun membungkuk pada kedua orang itu sebelum pergi meninggalkan kedua orang tersebut.