
"Ada apa ini?" Tanya tuan besar Romania.
🦭🦭🦭
Andika yang berdiri di tempatnya langsung terdiam bersamaan dengan Johan dan Salwa yang berlari cepat mendekati tuan besar Romania.
"Ayah,, tidak ada apa-apa, Andika hanya melakukan sedikit kekacauan, tapi aku akan segera membereskannya," ucap Johan yang merasa cemas bahwa putranya akan mendapat amukan besar dari tuan besar Romania Jika dia melihat ruang yang telah dihancurkan oleh pria itu.
Namun Tuan besar Romania tidak mempercayai ucapan putranya hingga Dia memberi kode pada Dean agar pria itu melakukan pemeriksaan.
Maka Dean dengan cepat menganggukkan kepalanya lalu dia pun berjalan untuk melihat ruangan di tempat itu.
Sementara Tuan besar Romania, dia menatap tiga orang di depannya, beberapa saat kemudian, Tuan dasar Romania menghela nafas lalu berkata, "Kalian berdua sudah gagal mendidik Putra kalian dengan baik. Kalau heriani sampai terluka, maka aku tidak akan memaafkan kalian!!!"
Setelah berbicara, Tuan besar Romania masih memperlihatkan tatapan tidak sukanya pada Andika sebelum pria itu berbalik pergi mengetuk pintu kamar Dito dan heriani.
Tok tok tok...
Andika yang melihat kelakuan kakeknya yang sekarang sudah lebih memperhatikan keluarga ketiga, ia akhirnya menjadi semakin kesal lagi sehingga dia tidak tahan untuk berkata, "kakek akan menyesal karena sudah mempercayai keluarga ketiga!!!"..
Setelah berbicara, Andika pun pergi meninggalkan kakeknya dan dia kembali ke kamarnya untuk memikirkan sesuatu, tentang apa yang harus ia lakukan.
Johan dan Salwa hanya bisa menghela nafas atas kelakuan Putra mereka, namun keduanya tak dapat berbuat apa-apa selain pergi dari sana menyusul Putra mereka.
Sementara itu, tuan besar yang mengetuk pintu kini dibukakan pintu oleh Dito hingga tuan besar pun masuk ke dalam kamar.
"Telepon dokter keluarga!" Perintah Tuan besar Romania langsung diangguki oleh Dito hingga Dito pun pergi untuk mendapatkan telepon rumah.
"Sepertinya luka mu sangat parah, kita harus ke rumah sakit," ucap Tuan besar Romania sembari menoleh ke arah pintu menunggu Dito memasuki kamar agar ia bisa menyuruh pria itu untuk membawa Heryani ke rumah sakit.
Tetapi heriyani malah berkata, "aku baik-baik saja, hanya perlu istirahat sebentar."
Tuan besar Romania langsung berbalik menatap heriani, "benarkah?" Tanya Tuan besar Romania.
"Ya," jawab Hariani sambil mengukir senyuman di wajahnya hingga membuat tuan besar Romania semakin merasa bersalah pada perempuan itu.
Seandainya orang lain yang melukai Heryani, maka dia akan langsung membawa orang itu ke kantor polisi untuk dipenjarakan, tetapi kali ini dia tidak mungkin melakukannya karena yang melukai heriani adalah cucunya sendiri, keluarga mereka akan menjadi sorotan kalau sampai mereka melaporkan Andika.
"Kalau begitu istirahatlah, dokter akan tiba sebentar lagi," kata Tuan besar Romania sebelum keluar dari kamar.
Heriani langsung duduk sambil bersandar di tempat tidur dan dia menunggu sampai suaminya kembali menghampirinya.
"Sayangku, Apa kau baik-baik saja?" Tanya Dito yang merasa sangat cemas pada istrinya.
"Aku baik-baik saja, tapi bagaimana denganmu? Pria itu juga memukulmu dengan sangat keras," kata heriani dengan suara yang begitu cemas.
"Jangan khawatir, aku baik-baik saja," ucap Dito meski dia memang merasa sangat sakit pada punggungnya setelah ditendang dengan keras oleh Andika.
Meski begitu, Dito tidak mau mengatakannya karena tidak mau membuat istrinya yang sedang sakit semakin memiliki beban pikiran karena harus memikirkannya.
"Baiklah, biar nanti dokter juga memeriksa mu," ucap Heryani langsung diangguki oleh Dito.