Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
218


Saat manajer menghampiri mereka, sang Manager bersikap sangat sopan pada mereka berdua hingga membuat Mikael merasa semakin aneh dengan sikap orang-orang di restoran itu.


Meski begitu, Mikael hanya mengikuti arus saja hingga mereka telah tiba di ruang privat yang sangat mewah.


Michael kemudian menatap Dito, "Apakah uang kita akan cukup untuk membayar tempat ini?" Ucap Mikael yang kini merasa cemas bahwa mereka mungkin tidak akan mampu membayar tempat tersebut.


Namun Dito tersenyum, "tidak usah khawatir, aku yang akan mentraktir senior hari ini," Kata Dito dengan santai sambil menyerahkan buku menu pada Mikael agar pria itu segera memesan makanan.


"Senior pilihlah makanan yang enak menurut senior, tidak perlu melihat harganya," ucap Dito membuat Mikael mengerutkan kininya, tapi meski begitu, dia tetap memesan makanan yang paling murah di tempat itu.


Maka setelah memesan, keduanya ditinggalkan oleh sang pelayan sehingga Michael dengan cepat menatap Dito dengan seksama, "dengarkan aku, pokoknya kita harus pergi minta maaf ke direktur Teo atau jabatan kita akan langsung dicopot nanti sore! Juga, mulai sekarang jaga ucapanmu dan jangan pernah mengatakan hal sembarang tentang manajer apalagi saat kita berada di kantor.


"Ada banyak orang yang berusaha untuk mencari muka di depan manajer supaya posisinya bisa diangkat, jadi sedikit berbicara saja bisa membuat kita dimanfaatkan dan dijatuhkan oleh orang lain!!" Tegas Mikael yang merasa cemas pada pria di depannya bahwa pria itu mungkin akan cepat mendapat masalah karena ucapannya yang tak bisa dijaga.


Dito mengangguk pelan, "aku mengerti," jawab Dito dengan santai.


Maka, keduanya kemudian berbincang-bincang ringan sampai akhirnya makanan disediakan di atas meja lalu mereka berdua menikmati makanan tersebut dengan Michael yang merasa begitu haru karena Ini pertama kalinya ia masuk ke restoran yang sangat mahal milik keluarga Romania dan menikmati makanan yang ada di restoran tersebut.


"Maaf senior, aku akan mengangkat telepon ini sebentar," ucap Dito sambil berdiri berpamitan pada seniornya karena dia tidak mau pria di depannya mendengarkan percakapannya dengan Brama.


"Baik," ucap Brama tidak tercuriga sedikitpun pada Dito karena dia berpikir bahwa pria itu mungkin mendapat telepon penting dari seseorang yang merupakan keluarga atau yang lainnya.


Melihat Anggukan kepala Michael, maka Dito segera pergi meninggalkan Mikael lalu dia berhenti di sebuah koridor yang kosong menerima panggilan telepon tersebut.


"Halo?" Ucap Dito pada pria di seberang telepon.


"Saya sudah memeriksa berkas yang tuan muda berikan, dan saat ini saya sudah menugaskan seseorang untuk melakukan penangkapan terhadap manajer dan direktur Teo, jadi tuan muda tidak perlu khawatir. Tetapi saya perlu rekomendasi dari tuan muda tentang siapa yang akan diangkat menggantikan manajer Darson supaya saya bisa mengajukannya sekarang juga," ucap pria dari seberang telepon membuat Dito sangat terkejut karena kinerja Brahma amatlah cepat.


Oleh sebab itu, Dito berkata, "Terima kasih atas bantuan bapak dalam masalah ini, dan untuk rekomendasi manajer, saya merekomendasikan senior saya yang bernama Mikael karena sebenarnya dialah yang membongkar kebusukan yang dilakukan oleh manajer dan juga direktur Teo."


"Baik, Kalau begitu akan segera saya laksanakan," ucap pria dari seberang telepon sebelum panggilan telepon itu diakhiri dengan Dito yang merasa begitu bersemangat.


'Aku tidak percaya ini, aku tidak percaya bahwa aku bisa melakukan hal ini.' ucap Dito dalam hati yang merasa bahwa saat ini dia sudah naik selangkah lagi untuk semakin setara dengan istrinya dan bisa berdiri dengan percaya diri di samping istrinya.