
Dito tersenyum hangat, "tidak perlu khawatir, kami juga memiliki waktu untuk datang ke mari karena kami sekaligus ingin meminta akses penuh ke sistem perusahaan cabang," Kata Dito kembali membuat sang direktur terkejut.
🔥🔥🔥
"Itu,, Maaf sekali, tetapi selama ini belum pernah ada orang di perusahaan utama yang memiliki akses penuh ke sistem perusahaan cabang, jadi Saya rasa saya tidak bisa memberikan akses tersebut kepada kalian." Ucap direktur perusahaan membuat Ariel mengerutkan keningnya.
Ariel kemudian berkata, "Kami adalah tim khusus yang dibentuk di perusahaan utama, kami diberi hak khusus untuk mengakses apapun yang ada di kantor pusat dan yang ada di kantor cabang," Ariel menyerahkan tanda pengenalnya pada sang direktur.
Direktur yang mengambil tanda pengenal pria di depannya memperhatikan dengan jelas tanda pengenal tersebut dan di sana memang tertulis bahwa jabatan pria tersebut berada di jabatan khusus.
Tetapi sang direktur menghela nafas sambil mengembalikan tanda pengenal tersebut sebelum direktur berkata, "Maaf sekali, tapi saya tidak bisa melakukannya, buku besar akan saya berikan pada kalian, namun untuk akses penuh pada sistem perusahaan tidak akan saya beri izin kecuali saya mendapat perintah langsung dari Tuan Besar Romania dan CEO perusahaan utama."
Mendengar ucapan pria di depannya, maka Ariel menjadi sangat kesal, dia hendak berbicara lagi ketika Dito memberinya kode untuk berhenti.
Setelah Ariel tampak tenang, barulah Dito kembali menatap sang direktur sambil berkata, "kalau begitu, biarkan saya menggunakan akses biasa saja untuk perusahaan ini, namun bolehkah saya meminjam komputer di sini sebentar Karena saya hanya ingin mendapat sebuah file?"
Sang direktur yang mendengarkan itu langsung menganggukkan kepalanya, "tentu saja."
Dito pun merasa puas dengan jawaban sang direktur hingga mereka menunggu sampai sekretaris direktur masuk ke ruangan tersebut Lalu Dito dan Ariel diantar menuju sebuah komputer yang terletak di salah satu ruangan di lantai tersebut.
Saat Dito telah duduk di depan komputer, sang sekretaris berkata, "itu adalah komputer yang sudah tidak digunakan selama 1 minggu terakhir. Komputer itu tidak memiliki akses penuh terhadap sistem perusahaan karena yang bisa melakukan itu hanya komputer milik direktur saja."
Dito menganggukkan kepalanya, "tidak masalah," jawab Dito sambil mengoperasikan komputer di depannya hingga membuat sang sekretaris meninggalkan Ariel dan Dito karena dia masih memiliki pekerjaan yang lain untuk diselesaikan.
Baru saja sekretaris itu pergi, Ariel kemudian berkata, "orang-orang di sini terlihat aneh."
Dito tersenyum mendengarkan ucapan Ariel, "mereka memang aneh," ucap Dito menggerakkan jari-jarinya di atas keybor komputer sebelum pria itu mengambil buku catatan yang ia bawa lalu dia pun mengintip buku catatan tersebut sebelum dia melakukan langkah-langkah di dalam komputer yang sedang ia pegang.
Ariel yang duduk di samping Dito tidak mengatakan apapun, dia hanya menatap serangkaian kode-kode yang dimasukkan Dito ke komputer yang ada di depan mereka sampai akhirnya Dito mematikan komputer itu.
"Apakah sudah selesai?" Tanya Aril.
Keduanya berpamitan pada sang direktur sebelum meninggalkan perusahaan cabang XX dan menyetir kembali ke perusahaan utama.
Dalam perjalanan, Dito membuka buku catatannya yang berisi informasi-informasi yang ia catat ketika belajar bersama istrinya dan Dia merasa bahwa ada sesuatu yang kurang dari catatannya sehingga pria itu pun segera menelpon istrinya untuk meminta bantuan.
Drrtt.... Drrtt... Drrtt...
"Halo sayangku," jawab heriyani dari seberang telepon membuat Dito tersenyum senang karena bisa mendengar panggilan sayang dari istrinya.
"Bagaimana pekerjaanmu?" Tanya Dito pada perempuan di seberang telepon.
"Semuanya berjalan lancar, kau sendiri bagaimana?" Tanya Heriani.
"Semuanya juga lancar, Sekarang aku ingin menanyakan sesuatu pada istriku yang cantik, ini masalah akses balik yang kemarin Kau ajarkan padaku. Aku lupa mencatat sesuatu," Kata Dito kembali memperhatikan buku yang ada di pangkuannya.
"Katakan saja padaku," ucap Heryani.
"Lupa mencatat langkah-langkah terakhir untuk melakukan verifikasi dan pengkopian kode khusus," ucap Dito.
"Ah,, itu gampang saja, sebentar akan ku tuliskan dan kukirimkan padamu lewat pesan chat." Ucap Heriyani
"Baik sayangku, terima kasih atas bantuanmu dan jangan lupa jaga kesehatan dan jaga bayi kita yang ada di kandunganmu," ucap Dito.
"Ok sayang, kau juga jaga kesehatanmu," ucap heriani dari seberang telepon langsung diakan oleh Dito sebelum mereka mengakhiri panggilan telepon tersebut.
Ariel yang sedang menyetir mobil langsung mengerikan dirinya mendengar percakapan Dito dengan istrinya, 'jadi Pak Dito belajar pada istrinya?' ucap Ariel dalam hati yang terasa aneh dengan seorang pria yang diajari oleh istrinya.