
Rangga,Bintang dan kedua anaknya segera kembali ke hotel tempat mereka menginap.Namun sebelum mereka kembali,mereka terlebih dulu mampir ke sebuah gerai penjual es krim.
"Daddy, Mikha mau es krim rasa coklat"
"Tama mau yang rasa vanila aja,Dad"
"Sayang, aku juga mau yang rasa stoberi",Bintang ikut meminta es krim pada suaminya itu.
Rangga hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah ketiga orang yang dia sayangi tersebut.
Dia segera menghampiri penjual es krim tersebut.
"Madame,donez-moi une glace au chocolat,vanille et fraise!" Pinta Rangga.
(Nyonya, tolong beri saya satu es krim rasa coklat, vanila dan stroberi)
" S'agit-il de votre femme et de vos enfants,monsier?"tanya wanita penjual es krim tersebut.
(apa mereka istri dan anak-anak Anda Tuan?)
"Oui" jawab Rangga.
(iya)
" Wow, ta femme est tres jolie maitre. Et tes deux enfants sont aussi mignons et adorables. Tu les aimes vraiment" puji penjual es krim itu.
(wah istri Anda sangat cantik Tuan,kedua anak Anda juga lucu dan menggemaskan. Pasti Anda sangat mencintai mereka)
"Bien sur, ils sont la source de ma vie" jawab Rangga.
(tentu saja,mereka adalah sumber kehidupan bagi saya)
" Leur sourire est mon bonheur"tambah Rangga.
(senyum mereka adalah kebahagiaan saya)
"c'east monsier", penjual itu memberikan es krim tersebut kepada Rangga.
(ini Tuan)
"merci" ucap Rangga.
(terimakasih)
"vous etes les bienvenus"
(sama-sama)
Rangga memberikan es krim tersebut kepada ketiga orang di sampingnya.
" Bintang ",panggil seseorang yang baru saja datang ke gerai penjual es krim tersebut.
Bintang menatap suaminya bingung. Sementara Rangga menatap orang itu dengan tatapan tidak suka.
Orang itu berjalan menghampiri Bintang.
" ini beneran kamu?"tanya orang itu.
Bintang masih bingung.
"Ya elah Bintang, masa kamu tidak mengenali saya sih?"
Bintang memandang orang itu dari atas hingga bawah.
"Kamu Kak Dion?" tanya Bintang yang akhirnya mengenali orang itu.
"Ya ampun Bintang, ternyata butuh waktu lama ya buat kamu mengenaliku", gerutu Dion.
Dion adalah salah satu kakak kelas yang populer di SMA Bintang dulu.
" Maaf, Kak.Habisnya Kak Dion beda banget. Dulu kan Kakak sangat keren waktu di SMA,bahkan Kakak juga salah satu Kakak kelas favorit aku dan teman-teman",jawab Bintang.
"Benarkah?Terimakasih aku sungguh sangat tersanjung", kata Dion.
" Eh,kamu bilang dulu?Jadi sekarang aku sudah nggak keren gitu?"tanya Dion lagi dengan sedikit bercanda.
"masih sih,tapi cuma dikit".
Bintang dan Dion tertawa bersama,bahkan sampai melupakan keberadaan Rangga di sana.
" ehemmm",Rangga sengaja mengeraskan suara dehemannya.
"Ohya Kak Dion,kenalin dia suamiku.Mas ini Kak Dion Kakak kelasku dulu", Bintang memperkenalkan meraka berdua.
Dion mengulurkan tangannya pada Rangga, namun Rangga tidak menerima uluran tangan tersebut. Dia malah memberikan tatapan tajamnya kepada Dion.Seakan memberinya peringatan untuk menjaga sikap terhadap istrinya.
Dion yang mengenali wajah Rangga,langsung menurunkan uluran tangannya.Dia tahu maksud tatapan yang di berikan Rangga padanya.Mendadak nyalinya jadi menciut.
" Aku dan anak-anak menunggu di sana",kata Rangga sambil menunjuk tempat duduk yang tidak jauh dari gerai es krim tersebut.
Rangga membawa kedua anaknya bersamanya,namun sebelum pergi dia kembali memberikan tatapan tajamnya kepada Dion.
"Maafkan suamiku ya Kak,dia memang selalu bersikap begitu dengan orang yang baru dia kenal".
" Tidak masalah,mungkin dia masih tidak suka denganku karena kejadian itu",jawab Dion dengan suara sedikit lirih karena takut di dengar oleh Rangga.
"Memang Kak Dion pernah bertemu suamiku?" tanya Bintang penasaran karena menurutnya ini pertama kalinya meraka bertemu.
"Kamu ingatkan kejadian setelah acara promnight,Aku dan teman-temanku di pukuli?",Dion balik bertanya.
Bintang mencoba mengingat-ingat kejadian yang terjadi setelah acara promnight malam itu.
" Iya,bahkan kami sampai harus di rawat di rumah sakit selama beberapa hari ",imbuh Dion.
" Memang siapa yang memukuli Kak Dion cs sampai separah itu?"tanya Bintang lagi.
Bintang diam sambil mencoba berfikir.
Namun beberapa detik kemudian Bintang kembali bersuara.
"Apa orang itu Mas Rangga?" tanya Bintang sambil menatap Dion.
Dion mengangguk.
"Jadi beneran Mas Rangga?", Bintang bertanya lagi untuk meyakinkan dirinya.
Lagi-lagi Dion menjawabnya dengan anggukan.
" Tapi kenapa?"
Dion menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"E...sebenarnya malam itu aku dan teman-teman membicarakanmu. Kami membicarakan tentang perubahan yang terjadi padamu.Ya...bisa di bilang kami membicarakan kecantikan dan keseksianmu malam itu".
Bintang menatap tajam Dion.
" Maafkan Kami,tapi gara-gara hal itu kami di pukuli hingga babak belur" ucap Dion.
"Dulu aku tidak tahu kenapa orang itu memukuli kami,tapi sekarang aku tahu alasannya. Pasti suamimu itu tidak suka karena kami membicarakan kamu" tutur Dion.
"Tapi kenapa dulu kalian tidak melaporkan mas Rangga ke polisi?"
"Ya...sebenarnya ada untungnya juga sih kami di pukuli,karena kami mendapatkan kompensasi yang besar dari suamimu.Jadi kami bisa mempunyai modal untuk usaha" jawab Dion panjang lebar.
"Ohya, kenapa Kak Dion bisa ada di sini?" tanya Bintang.
"Aku melanjutkan usaha kuliner ayahku dan keluarga kami sedang mencoba mengembangkannya di sini"
"Oh.."
"Kapan-kapan mampir saja ke restoran keluargaku letaknya tidak jauh kok dari sini.Kamu bisa ajak suami dan kedua anakmu,tenang saja sebagai promosi aku kasih gratis" kata Dion lagi.
"Kak sepertinya sumiku sudah terlalu lama menunggu, aku pamit ya", pamit Bintang.
Bintang berjalan meninggalkan Dion.
" Jangan lupa mampir",teriak Dion
Bintang hanya mengacungkan jempolnya sebagai jawaban.
Bintang menghampiri suami dan anak-anaknya yang duduk di bangku yang berada tidak jauh dari tempatnya berbicara dengan Dion.
"Sepertinya seneng banget ketemu sama kakak kelas", sundir Rangga.
Bintang malah tersenyum mendengar sindiran suaminya.Dia duduk di sebelah suaminya dan menyandarkan kepalanya di bahu sang suami.
" Mommy,es krim punya mommy buat Mikha ya?"tanya Mikha.
"Iya Sayang,makanlah" jawab Bintang.
"Aku baru tahu kalau ternyata sebelum menikah suamiku ini sudah jatuh cinta padaku", Kata Bintang.
Rangga hanya memalingkan pandangannya ke tempat lain.
" Benarkah?Aku tidak merasa"jawab Rangga tanpa menatap wajah istrinya.
" Terimakasih ya Sayang, meskipun kamu tidak mengakuinya tapi aku sangat sangat sangat bahagia ",ucap Bintang kemudian mencium pipi suaminya.
" Mommy, kenapa cuma Daddy yang di cium?",kata Mikha sambil memanyunkan bibirnya.
"Oh,putri mommy yang cantik ini minta di cium juga?"
Mikha menganggukkan kepalanya.
"Sini sini mommy cium".
" Tama juga mau"sambung Tama.
Bintang mencium kedua anak itu bergantian.
"Tidak ada yang minta di cium Daddy nih?", tanya Rangga yang berpura-pura ngambek.
" Mikha mau"
"Tama juga"
Kedua anak itu memeluk Daddynya.Rangga juga melakukan hal yang sama dengan yang Bintang lakukan.Dia mencium kedua anaknya bergantian.
"Apa Mommy juga mau Daddy cium?", Rangga menggoda istrinya dengan mengedipkan sebelah matanya.
Bintang memukul dada suaminya pelan,mereka berempat pun berpelukan.
### Untuk para reader tetap jaga kesehatan.Jauhi kerumunan,**selalu cuci tangan pake sabun,belajar di rumah,beribadah di rumah dan jika memungkinkan bekerjalah dari rumah.
Mari sama-sama kita optimalkan himbauan pemerintah untuk memutus rantai penyebaran covid-19.
Dan kita sama-sama berdo'a semoga sebelum bulan ramadhan semuanya sudah bisa teratasi.
Btw maaf🙏🙏🙏 baru up cz weekend waktunya bantuin ortu jemur padi wkwkwkw**