
Nando segera menuju ke ruang rawat Dewi.Dia melihat Dewi sudah tertidur sambil memegangi ponselnya yang masih menyala.
Nando melihat ke arah layar ponsel yang sedang di pegang oleh Dewi. Dia tersenyum saat melihat namanya yang tertera di layar tersebut. Perasaan kesal di hatinya mendadak hilang,di gantikan dengan perasaan bahagia.
Nando mengambil hp milik Dewi dan meletakkannya di nakas,kemudian dia membantu Dewi membetulkan posisi tidurnya dan menyelimutinya.Dia menatap wajah Dewi dengan seksama.
"cantik" gumamnya sambil terus menatap wajah Dewi. Pandangannya beralih ke bibir mungil milik Dewi.
Perlahan-lahan dia mendekatkan wajahnya hingga jarak wajah keduanya kurang dari 5 cm.
Nando segera menjauhkan wajahnya saat Dewi mulai membuka matanya.
"Nando,kapan kamu datang? aku kira tadi kamu marah padaku dan tidak akan ke sini lagi" kata Dewi sembari memposisikan dirinya untuk duduk dengan di bantu oleh Nando.
"Tadi,ada sesuatu yang harus aku seleseikan" jawab Nando seraya duduk di bangku yang ada di sebelah ranjang Dewi.
"Tadi aku tidak memikirkan Hendri kok,tadi aku hanya mengingat perbuatan bodohku yang hampir saja merusak kebahagiaan temanku.Sungguh" entah kenapa Dewi ingin memberikan penjelasan kepada pria di depannya ini.
Nando yang mendengar hal tersebut hanya tersenyum simpul.
"Istirahatlah,ini masih jam 2 pagi" suruh nya seraya membantu Dewi merebahkan tubuhnya lagi.
"kenapa aku memberikan penjelasan padanya.bodoh bodoh bodoh" rutuknya dalam hati.
"Tidurlah aku akan menemanimu di sini" suruh Nando,Dewi menganggukkan kepalanya pertanda setuju.Kemudian dia kembali memejamkan matanya.
Keesokan paginya,Dewi terkejut saat mendapati Ana dan Bintang di kamar rawatnya.
"Kenapa kalian disni?" tanya Dewi
"Kenapa?memang kamu tidak suka kami di sini?" Ana balik tanya.
"Bukan itu,semalamkan...", Dewi tidak melanjutkan perkataannya,dia berpikir mungkin Nando kelelahan karena menjaganya semalaman.
" ehhmmm ehhm"Bintang mengeraskan suara dehemannya.
"Kayaknya ada yang nyari seseorang neh", Bintang mencoba menggoda temannya itu.
" Apaan sih,nggak kok"cepat-cepat Dewi menyembunyikan wajahnya yang mungkin sudah memerah karena malu.
Tapi kenapa harus malu,entahlah pokoknya yang terbesit di pikiran Dewi saat ini hanya ingin menyembunyikan wajahnya karena takut dua sahabatnya ini akan mengolok-oloknya.
"Hari ini Nando tidak kesini,katanya ada urusan mendesak.Jadi kami akan seharian menemanimu di sini" kata Ana.
"Memang kalian nggak kuliah?" tanya Dewi, Ana dan Bintang menggelengkan kepala mereka.
"Terus bagaimana dengan pekerjaan di restoran?" tanyanya lagi.
"Aku sudah menghendlenya,tenang saja" jawab Ana.
"Pokoknya hari ini kita akan menghabiskan waktu kita di sini" tambah Bintang.
Mereka pun berpelukan,seperti yang mereka lakukan dulu saat salah satu dari mereka sakit ataupun punya masalah.
"Terimakasih karena sudah memaafkanku,terimakasih sudah kembali menjadi temanku dan terimakasih karena sudah menjagaku selama ini" ucap Dewi dengan mata berkaca-kaca.Bintang dan Ana kembali mengeratkan pelukan mereka.
Ketiganya hanyut dalam suasana yang penuh haru.
Jam 6 sore,seorang wanita datang ke kamar Dewi dengan terengah-engah.
"Dewi" panggil wanita itu, Dewi dan kedua temannya menoleh ke sumber suara itu.
Dengan setengah berlari wanita itu mendekati Dewi dan memeluknya.
"Maafkan ibu ya Nak,ibu baru datang. Ibu betul-betul minta maaf" ucap wanita itu dengan diiringi air mata.
Wanita yang datang itu adalah orang tua Dewi,Yanti.Selama ini mereka hanya bertemu setahun sekali,itupun jika majikan ibunya mengizinkannya pulang kampung.
"Ibu Dewi kangen" ucap Dewi di sertai lelehan air mata di kedua pipinya, melihat momen langka tersebut membuat Ana dan Bintang ikut meneteskan air mata.
Bintang dan Ana juga bukan dari keluarga yang kaya,tapi setidaknya mereka tetap bisa tinggal bersama orang tuanya. Berbeda dengan Dewi,karena pekerjaan ibunya yang sebagai ART membuatnya harus hidup terpisah dengan ibunya karena sejak kecil dia di titipkan ke keluarga tantenya.
"Kenapa ibu bisa ada di sini?bukankah kemarin ibu bilang harus menemani anak majikan ibu ke luar kota?" tanya Dewi penasaran.
"Tadi pagi,seorang pemuda menemui ibu dan berbicara dengan majikan ibu.Pemuda itu juga mengantar ibu sampai ke sini" jawab Yanti.
"lalu dimana dia,Bu?" tanya Dewi lagi
Dewi menatap Nando dengan mata berkaca-kaca. "Terimakasih ya Nando,kamu selalu membantuku" ucapnya.Nando hanya tersenyum mendengarnya,baginya senyum indah Dewi adalah segalanya.
"Tante, kami ke kantin dulu ya cari makan" pamit Ana.Dia dan Bintang juga membawa Nando turut serta.
"Berikan mereka waktu berdua,karena ini adalah momen langka bagi Dewi" bisik Ana di telinga Nando.
Mereka pun meninggalkan Dewi berdua dengan ibunya.
"Hei Nando kelihatannya kamu menyukai Dewi,apa itu benar?" tanya Bintang tanpa basa basi.
"Bukan urusanmu" jawab Nando singkat
"Hei tentu saja itu urusan kami" tambah Ana.
"ingat ya,Dewi itu sahabat kami.Kami tidak akan membiarkan siapapun menyakitinya,termasuk kamu" Kata Bintang lagi.
"jika kamu menyakitinya kami pastikan kamu tidak akan bisa hidup dengan tenang" tambah Ana.
Ana dan Bintang menatap tajam ke arah Nando, Nando yang melihat itu hanya tertawa." kenapa tertawa?" tanya mereka bersamaan.
"Tidak,hanya saja kalian terlihat lucu bersikap sok galak seperti itu. Tapi kalian jangan khawatir aku tidak akan pernah menyakiti Dewi, aku akan selalu membuatnya bahagia" jawab Nando tegas.
Ana dan Bintang sangat senang mendengarnya.
#Seminggu kemudian...
Dewi sudah di ijinkan keluar dari rumah sakit.Rangga dan Bintang ikut menjemputnya,demikian juga Ana dan Alex. Hanya satu orang yang tidak terlihat datang menjemputnya,dia adalah Nando.
Entah kenapa Dewi merasa sedih karena Nando tidak ikut menjemputnya.
Dia dan ibunya masuk ke dalam mobil yang sudah di sediakan Rangga untuk mengantarnya pulang.
Dengan kecepatan sedang mobil tersebut berjalan meninggalkan rumah sakit.Namun di perjalanan Dewi sadar kalau itu bukan jalan menuju rumahnya.
Mobil itu berhenti di depan sebuah gedung yang sudah di dekor sangat indah,semacam dekorasi untuk acara pernikahan.Mereka semua turun dan memasuki gedung tersebut,termasuk Dewi dan ibunya.
"ini tempat apa,Bi?" tanya Dewi penasaran.
"Ini tempat pernikahan Nando" jawab Bintang.
Deg,
'Nando akan menikah?' itulah pertanyaan yang muncul di hati Dewi. Rasanya saat ini hatinya begitu sakit mendengar Nando akan menikah.
Dewi berusaha menahan air matannya agar tidak keluar.
"Ada apa,Dew?" tanya Ana.
"Tidak ada apa-apa" jawab Dewi dengan suara yang sedikit serak karena menahan dirinya agar tidak menangis.
"Ayo kita masuk,sebentar lagi acaranya akan dimulai" ajak Bintang.
Dengan perasaan galau, Dewi yang masih menggunakan kursi roda mengikuti Bintang dan yang lainnya masuk ke dalam gedung.
Dari kejauhan Dewi melihat Nando yang sudah siap dengan memakai pakaian pengantin dan ada seorang gadis cantik memakai kebaya berdiri di sebelahnya.Mereka terlihat sangat serasi.
Hati Dewi makin teriris tatkala melihat Nando tertawa bahagia dengan gadis cantik itu.
🍁🍁🍁
jangan lupa mampir di Kontrak Pernikahan season 1&2 ya.
Salam sayang dari otor ter--KECEH.
•) Follo juga akun medsos otor
~ Ig: samudra_lee_19
~ fb : Samudra Lee