
## Hari ke dua di Paris
Hari ini semuanya berencana pergi ke Taman Asterix bersama.
Alex,Ana,Nando,Dewi juga si kecil Kiara sudah menunggu Rangga dan Bintang di lobi hotel.Bahkan Mia,Ratih beserta Tama dan Mikha juga sudah berada di sana.
"Kak Nando, bos Kakak benar-benar keterlaluan masa dia sudah membuat kita menunggu selama 1 jam", kata Alex kepada Nando.
" Tante,sebenarnya Rangga sudah bangun belum sih?"tanya Nando pada Mia.
"Mereka sudah bangun kok sejak pagi" jawab Mia.
"Sudahlah Mas,mungkin mereka sedang bersiap-siap", kata Ana seraya mengelus pundak suaminya.
" Memangnya seberapa lamanya sih siap-siap?"gerutu Alex yang sudah mulai kesal.
Memang sih liburan kali ini semua biaya tranportasi dan akomodasi di tanggung oleh Rangga.Tapi tetep sajakan rasanya kesel banget harus nunggu selama 1 jam.
Terutama bagi pengantin baru seperti dirinya. Kalau tahu akan selama ini menunggu Rangga, dia lebih memilih di kamar terlebih dulu bersama sang istri dan menghabiskan waktu di ranjang.
" Tama,Mikha waktu kalian ke sini orang tua kalian sudah bangun belum?" tanya Dewi pada kedua anak kembar di sebelahnya.
"Tidak tahu Tante,karena waktu Tama dan Mikha bangun kami langsung ke kamar nenek dan Grandma" jawab Tama.
Tidak lama kemudian, orang yang di tunggu-tunggu datang juga.
"Ayo jalan,ini sudah siang!" ajak Rangga tanpa merasa berdosa.
"Ish,Kak Rangga benar-benar ya", gerutu Alex.
Nando menatap Rangga, dia tahu dengan pasti apa yang membuat bosnya itu sampai datang terlambat.
"Hei,berapa ronde sampai siang begini baru keluar kamar?" tanya Nando sembari berbisik.
"Berisik".
Semalaman Rangga tidak bisa tidur karena tidak bisa menyalurkan hasratnya.
Semalam begitu pulang dari menara eiffel,memang kedua anaknya itu langsung tertidur. Tapi saat dia sudah memulai aksinya menjelajahi tubuh sang istri,tiba-tiba kedua anaknya bangun dan dengan terpaksa dia menghentikan aksinya tersebut dan menidurkan kembali anak-anaknya.
Tapi hal tak terduga terjadi,di saat kedua anaknya sudah tidur kembali eh ternyata orang yang harusnya memuaskannya malah ikutan tertidur.Alhasil Rangga pun harus menahannya hingga pagi.
Pagi itu saat kedua anaknya bangun dan pergi ke kamar ibu dan mertuanya. Dia langsung melanjutkan hasratnya yang sempat tertunda.
" Sekarang kita mau jalan-jalan kemana?"tanya Alex.
"Ke Taman Asterix saja,aku dengar wahana di sana seru" jawab Bintang.
"Aku setuju dengan Bintang", Ana ikut berbicara.
Ana dan Bintang bertos ria.
Rangga dan Alex memutar bola matanya melihat tingkah istri mereka.
Mereka semua menaiki mobil yang sudah di sediakan oleh Erik.
Ohya,Erik adalah orang kepercayaan Rangga di Paris. Dia yang mengelola perusahaan milik Wijaya Grup yang ada di negara tersebut.
" Ohya Mas, Pak Erik sudah menikah belum? "tanya Bintang dengan suara lirih kepada suaminya saat mereka berada di dalam mobil.
" Kenapa? ",bukannya menjawab Rangga malah balik tanya.
" Di lihat dari wajahnya sepertinya umur Pak Erik sudah tidak muda lagi".
"Saya duda Nyonya".
Suara Pak Erik sedikit membuat Bintang terkejut dan sedikit malu,pasalnya dia mengira Pak Erik tidak mendengar pembicaraannya dengan Rangga.
" Maaf ya Pak",ucap Bintang.
"Tidak apa-apa,Nyonya" jawab Pak Erik di sertai senyum.
Rangga menggelengkan kepalanya melihat sikap sang istri yang kadang-kadang seperti anak kecil.
"Pak Erik menjadi duda karena istrinya meninggal 10 tahun lalu,dia juga belum mempunyai anak" Rangga sedikit menjelaskan tentang siapa orang kepercayaan itu.
"Ayah Pak Erik Om Edwar sudah bekerja di Wijaya Grup sejak papa memulai usahanya.Sama seperti Om Edwar Pak Erik ini adalah orang kepercayaan Wijaya Grup" tambah Rangga.
"Ohya Pak Erik, bagaimana kabar Om Edwar?" tanya Rangga.
"Ayah sehat,beliu titip salam buat Pak Rangga dan keluarga", jawab Erik.
" Salam balik ya buat Om Edwar,nanti sebelum kami kembali ke Indonesia kami akan mampir ke rumah Om Edwar " kata Rangga.
Tidak lama kemudian mereka sampai juga di Taman Asterix.
Semua tampak antusias ingin menaiki roller coaster,bahkan ketiga anak kecil yang ikut juga ingin menaikinya.Namun karena mereka masih kecil mereka tidak di izinkan naik.
Ana dan suaminya yang terlebih dulu naik,di susul Rangga dan Bintang. Sebenarnya Rangga paling tidak suka menaiki wahana yang satu ini.
Sementara itu Nando lebih memilih menemani istrinya berbelanja di mall yang letaknya tidak jauh dari tempat itu.
Jika saja saat ini Dewi sedang tidak hamil,maka dia pasti akan ikut menaiki roller coaster tersebut.
Mia juga lebih memilih untuk berbelanja,dia mengajak besan dan kedua cucunya berkeliling di mall.
"Berapa usia kandunganmu sekarang Wi?" tanya Mia kepada Dewi di sela-sela mereka berbelanja.
"Jalan 5 bulan Tante" jawab Dewi.
"Aku juga berharap kalau Bintang akan hamil lagi,aku ingin punya cucu yang banyak".
" Aku yakin Tante akan punya cucu lagi,Bintang kan masih muda. Lagian mereka juga rajin melakukan itu ",jawab Dewi sedikit berbisik.
" Kamu ini"
"Tante tidak memperhatikan leher Bintang tadi,begitu banyak tanda di sana.Aku yakin Pak Rangga baru saja membuatnya,makanya tadi mereka terlambat datang".
Dewi dan Mia sama-sama tertawa.
" Ma,Kiara nggak mau bareng Tama"
"Kenapa Kia Sayang?" tanya Dewi.
Kiara menceritakan apa yang baru saja di lakukan oleh Tama.
Tadi Tama,Mikha dan Kiara pergi untuk membeli es krim.Tama menyuruh Kia untuk menunggu di depan sebuah gerai es krim yang masih belum di buka.
Tama bilang kalau es krim di gerai tersebut sangatlah enak,jadi dia menyuruh Kia untuk mengantri terlebih dulu karena jika tidak dia tidak akan kebagian.Tama menarik adik kembarnya Mikha untuk meninggalkan Kiara.
Cukup lama Kia berdiri di depan gerai itu,dia baru menyadari kalau Tama mengerjainya setelah ada orang yang bilang kalau gerai es krim itu sudah tutup sejak 2 hari yang lalu.
"Maafkan Tama ya Kia cantik" ucap Mia sambil mengusap lembut rambut Kiara.
Kia masih cemberut.
"Sekarang dimana mereka?" tanya Dewi.
Kia menunjuk keberadaan si kembar dengan matanya. Tama dan Mikha sedang berjalan ke arah mereka.
"Kia,maafin Mikha ya.Mikha nggak tahu kalau Tama mau ngerjain Kia" ucap Mikha.
Kiara masih tetap cemberut.
"Kia,maafin Mikha", pinta Mikha dengan mengatupkan tangannya.
" Kia cantik, Mikhakan sudah minta maaf.Ayo maafin dia Sayang ",kata Dewi untuk membujuk anaknya itu.
" Iya,Kia maafin"
"Tama,ayo minya maaf sama Kia!" suruh Mia pada cucu laki-lakinya.
"Tidak mau grandma, salah sendiri kenapa Kia mudah percaya sama orang. Harusnya dia itu lebih waspada" jawab Tama.
"Tante,sepertinya aku dan Bintang bakalan jadi besan kelak", bisik Dewi sambil cekikikan.
" Sepertinya sih"
*****
Begitu turun dari wahana roller coaster,Rangga langsung mencari toilet untuk mengeluarkan seluruh isi perutnya.
Dia benar-benar merasa pusing karena wahana tersebut.
"Sayang, kamu tidak apa-apa kan?" tanya Bintang cemas saat suaminya keluar dari toilet.
"Tidak hanya sedikit pusing", jawab Rangga.
" Akukan sudah bilang tadi kalau Mas nggak mau naik nggak apa-apa.Eh,masnya malah maksa dan bilang nggak masalah."
"Aku kan cuma ingin terlihat keren di depanmu" jawab Rangga.
"Tidak usah naik wahana itu kamu juga akan selalu keren bagiku Mas" puji Bintang.
"Benarkah?" tanya Rangga sambil menarik pinggang istrinya.
Hampir saja Rangga mendaratkan bibirnya di bibir mungil istrinya, kalau saja Alex tidak meng-interupsinya.
"Hei, hei masih ada kami di sini", interupsi Alex.
Bintang melepaskan tangan suaminya dari pinggangnya.
" Sialan kamu Lex".
Alex malah tertawa puas karena berhasil membuat Rangga kesal.
Keempat orang itu segera menuju ke tempat Dewi dan yang lainya berada.