Kontrak Pernikahan

Kontrak Pernikahan
BAB 96


Pesta perayaan anniversary pernikahan Rangga dan Bintang, begitu meriah.


Semua orang yang hadir tampak begitu menikmati pesta tersebut.Senyum bahagia tampak di tersungging di bibir mereka.Terutama sang empunya hajat.


Hari sudah menunjukkan pukul 01.00 dini hari, semua orang sudah kembali ke rumahnya masing-masing.


Kecuali Rangga dan Bintang, keduanya memilih menginap di salah satu kamar hotel tersebut.


Bintang yang baru saja mandi dan mengenakan kimono berdiri di depan jendela kamarnya sambil menatap langit.


"Sayang, sedang apa kamu di sini?", Rangga memeluk tubuh istrinya dari belakang dan menenggelamkan wajahnya di curuk leher sang istri.


Aroma khas sabun tercium dari tubuhnya.


" Langit malam ini sangat indah ya Mas?Lihatlah banyak bintang bertaburan di sana",ucap Bintang sambil menunjuk ke langit.


"Bagiku semua akan tampak indah saat bersamamu" jawab Rangga.


"Ternyata suamiku ini sudah pintar ngegombal ya".


" Itu bukan gombal Sayang, tapi kenyataan"


"Mas,sejak kapan Mas belajar menyanyi dan main gitar? Kenapa selama ini aku tidak tahu kalau Mas bisa bernyanyi dan main gitar?"


"Sebenarnya dulu waktu kuliah aku pernah belajar menyanyi dan main gitar. Tapi karena aku agak kesulitan aku berhenti. Tapi demi memberikan kejutan untukmu aku belajar lagi",jawab Rangga


Rangga semakin mengeratkan pelukan tangannya di perut Bintang, bahkan dia juga semakin menenggelamkan wajahnya di curuk leher sang istri.


Hembusan nafas Rangga terasa hangat di leher Bintang.


"Sayang,aku sudah memberikan hadiah anniversary untukmu.Sekarang mana hadiah untukku?" pinta Rangga.


"Jadi mas tidak ikhlas nih memberiku hadiah?" tanya Bintang yang pura-pura cemberut.


"Bukan begitu, aku juga ingin mendapatkan hadiah dari istriku di momen spesial ini"


"Karena aku tidak membawa hadiah apapun untukmu,sebagai gantinya Aku akan memenuhi apapun permintaan Mas malam ini" jawab Bintang.


"Benarkah?"


"iya benar" jawab Bintang.


"Aku ingin memakanmu malam ini" bisik Rangga di telinga istrinya.


Rangga memulai aksinya dengan mencium leher istrinya itu dari belakang.


suara lenguhan mulai terdengar saat Rangga mulai menyentuh gundukan kembar milik istrinya dan meremasnya.


Bintang menggigit bibir bawahnya,saat tangan suaminya itu mulai turun dan menyentuh bagian inti miliknya.


"Sudah lama sejak kamu kecelakaan aku tidak pernah menyentuh ini", kata Rangga yang mulai memasukkan jari telunjuknya ke bagian inti itu dan menggerakkannya maju mundur.


Rangga tersenyum puas saat merasakan tubuh istrinya itu bergetar dan ada cairan hangat yang keluar dari bagian yang sedang dia sentuh.Itu menandakan istrinya sudah merasakan klimaks pertamanya.


Rangga membalikkan tubuh istrinya itu dan membuang sembarangan piyama yang di kenakannya.


Dia mulai mencium bibir istrinya itu dengan lembut.Dia membawa tubuh istrinya yang sudah tanpa busana untuk duduk di tepi ranjang.


Dia menyuruh istrinya itu untuk membuka selangkangannya.


" Mas,aku malu"


"Kenapa?biasanya kamu juga diam dan menikmatinya?"


Lagi-lagi Bintang hanya bisa menggigit bibir bawahnya,saat Rangga mulai bermain di daerah intinya dengan menggunakan mulutnya.


"Mas...aku...aku sudah tidak tahan".


Tubuh Bintang kembali bergetar dan cairan hangat kembali keluar dari daerah intinya,menandakan dia sudah klimaks untuk yang ke dua kalinya.


Rangga membuka piyamanya sendiri dan membuangnya ke lantai.


Kini tubuh mereka sudah sama-sama polos.Rangga kembali melancarkan aksinya memberikan kehangatan kepada istrinya. Dan kali ini dia lakukan di atas ranjang.


Malam yang dingin tidak di rasakan oleh keduanya.


Entah sudah berapa lama mereka bergumul di atas tempat tidur yang pasti suara desahan dan erangan terdengar sangat merdu di telinga keduanya.Dan entah berapa kali Bintang merasakan klimaks karena kenikmatan


dunia yang di berikan oleh Rangga suaminya.


Keduanya sama-sama terlelap dalam mimpi indah mereka setelah pergulatan yang sangat panjang dan melelahkan di atas tempat tidur.


Rangga dan Bintang terbangun saat hari menunjukkan pukul 07.00 pagi.


" Pagi,Sayang "sapa Rangga sambil menopang kepalanya dengan tangannya.


" Pagi juga Sayang ".


Bintang merenggangkan otot-ototnya,dan memperlihatkan bagian atas tubuhnya.Dia lupa kalau saat ini dia sedang tidak memakai baju.


Bintang langsung menarik selimutnya hingga leher.


Rangga terkekeh melihat wajah malu-malu istrinya.


"Aku mau mandi dulu"


"Apa aku boleh mandi bareng kamu Sayang?" tanya Rangga.


Namun belum sempat Bintang menjawab, suaminya itu sudah membopong tubuhnya menuju kamar mandi.


"Untuk apa tanya,kalau belum di jawab sudah main gendong aja" gerutu Bintang.


Kini keduanya sudah berada di dalam kamar mandi untuk memulai ritual mandi mereka.Mereka keluar dari kamar mandi setelah 30 menit.


Rangga dan Bintang memutuskan untuk langsung pulang dan memilih sarapan di rumah.Karena mereka mengkhawatirkan kedua anak mereka.


*****


Begitu sampai di rumah,Bintang lansung mencari keberadaan kedua anaknya.


Dan benar saja kedua anak itu sedang merajuk dan tidak mau makan dengan kedua neneknya.


"Tama,Mikha" panggil Bintang


"Mommy", kedua anak itu langsung berlari memeluk ibunya.


" Kenapa anak-anak mommy merajuk?"tanya Bintang.


"Kami cuma mau makan kalau di temenin sama Mommy dan Daddy" kata Mikha.


"Kenapa di sinikan ada grandma dan nenek?"


"Tapi Tama dan Mikha masih kangen sama Mommy" jawab Tama.


"Iya Bintang, semalam saja mereka tidak tidur.Tadinya Mama mau telpon kalian,tapi takutnya mama ganggu momen spesial kalian jadi mama urungkan", kata Mia.


" Kamu temani mereka makan,setelah itu suruh mereka istirahat kasihan semalaman mereka belum tidur",suruh Ratih.


"Iya,Ma Bu" jawab Bintang.


Bintang jadi merasa bersalah dengan kedua anaknya, hanya karena ingin merayakan anniversary berdua dengan suaminya dia jadi membuat anaknya tidak tidur semalaman.


"Maafin Mommy ya Sayang", ucap Bintang.


" Kenapa mommy minta maaf? Kami senang karena Mommy bisa sama-sama Daddy lagi"kata Mikha


"Mommy, Grandma bilang mommy dan Daddy sedang membuat adik untuk kami.Apa itu benar Mom?"


Bintang menatap tajam mertuanya itu.


"Tama Sayang, grandma kan cuma bercanda kenapa di anggap serius" kata Mia saat melihat tatapan tajam menantunya.


"Tama kira beneran.Tapi kalau itu benar Tama mau minta adik cowok saja,Tama nggak mau adik cewek",kata Tama


"Mikha mau adik cewek Mom,supaya bisa main bareng Mikha",giliran Mikha yang bicara.


" Pokoknya cowok"


"Tidak cewek saja"


"Cowok"


"Cewek"


Tama dan Mikha kembali berdebat seperti yang biasa mereka lakukan.


Bintang menatap suaminya meminta bantuan untuk membuat kedua anaknya berhenti berdebat.


"Tama,Tama mau minta adik cowok?" tanya Rangga pada anak lelakinya.


Tama mengangguk.


"Mikha, Mikha mau adik cewek?", kini giliran Mikha yang di tanya oleh Rangga.


Mikha pun menjawabnya dengan anggukan.


" Kalian jangan khawatir,kalian akan mendapatkan adik seperti yang kalian inginkan."kata Rangga.


Tama, Mikha dan Bintang menatap Rangga penuh tanya.


"Mommy akan melahirkan adik cowok dan cewek untuk kalian,Ok"


"Yey,Ok Daddy" kata keduanya bersamaan.


Bintang hanya bisa menepuk jidatnya mendengar jawaban sang suami.