Kontrak Pernikahan

Kontrak Pernikahan
BAB 75


Hy reader semuanya,author minta maaf ya soalnya baru bisa uploud sekarang. Jujur author akhir-akhir ini agak kurang enak badan, jadi agak susah berimajinasi.Meskipun garis besar dari cerita yang mau author tulis sebenarnya sudah ada.Semoga kalian tetap setia menunggu kelanjutan ceritanya.


Sekali lagi author minta maaf 🙏🙏🙏.


Happy reading....🤗🤗🤗


Rangga dan Nando segera keluar dari kantor Wijaya Grup. Namun di depan pintu mereka berpapasan Dewi, Ana dan juga Alex yang memang sengaja ingin menemui mereka.


"Sayang,Kamu disini" Kata Nando pada istrinya Dewi.


Dewi hanya memberikan tatapan tajam pada suaminya.


"Kalian ada apa kesini?Aku yakin kalian berada di sini bukan karena kebetulankan?" tanya Rangga kepada ketiga orang di depannya.


"Kami kesini karena kami ingin tahu bagaimana keadaan Bintang dan anak-anaknya.Apa kalian sudah mengetahui keberadaan mereka?" jawab Ana sembari bertanya.


Rangga memberikan tatapan tajamnya kepada Alex,karena selain Nando dan orang tuanya hanya Alexlah yang tahu kalau Bintang menghilang.


"Maaf Kak,aku keceplosan waktu Ana memaksa ingin memberikan undangan pernikahan kami secara langsung kepada Bintang" jawab Alex.


"Mas,Kenapa kamu nggak cerita sama aku?" tanya Dewi pada suaminya.


"Maaf Sayang ini permintaan Rangga"


"Maaf,aku bukannya tidak ingin kalian tahu.Tapi aku pikir semakin sedikit orang yang tahu maka akan semakin baik untuk keselamatan Bintang dan anak-anakku" ucap Rangga.


"Tapi kami ini sahabatnya?Kami juga berhak tahu keadaan dia.Sekarang apa kalian sudah tahu di mana dia?"


"Kemungkinan mereka berada tidak jauh dari restoran ini" jawab Nando sambil menunjukkan sebuah brosur pada Ana dan Dewi.


"Bukannya ini restoran yang baru saja menandatangani kontrak kerja sama dengan restoran kita bulan lalu ya",kata Ana yang mengingat nama restoran di brosur tersebut.


Food & Fast adalah restoran yang baru-baru ini bekerja sama dengan restoran yang Ana kelola.


" itu artinya Rendi belum mengetahui jika restoran yang Ana kelola adalah salah satu restoran yang di miliki Wijaya Grup.Ana,aku rasa aku memerlukan bantuanmu"kata Rangga


"Apa itu?"tanya Ana antusias


" Kamu hubungi pemilik restoran tersebut dan bilang kalau hari ini akan ada utusanmu yang datang ke sana untuk melihat-melihat"suruh Rangga.


Ana segera menghubungi pemilik Food&Fast dan mengatakan sesuai permintaan Rangga. Setelah 15 menit berbicara,akhirnya Ana mematikan panggilannya.


"Mereka akan menunggu kedatanganmu" Ana memberi tahu.


"Terimakasih Ana,sekarang kalian tunggu saja kabar dari kami"


"Tapi Pak,kami juga ingin membantu mencari Bintang dan anak-anaknya"


"Ana,Dewi aku tahu kalian mengkhawatirkan Bintang. Tapi aku dan Nando tidak tahu bahaya apa yang sedang menanti di sana.Jika kalian ikut itu akan menambah beban bagi kami karena artinya Kami juga harus melindungi kalian.Kalian cukup bantu kami dengan doa,kalian bisa mengertikan?" Kata Rangga


Ana dan Dewi saling tatap,mereka sebenarnya ingin sekali bisa membantu mencari Bintang dan anak-anaknya. Tapi mereka juga tidak mau kalau mereka malah menjadi beban bagi Rangga dan Nando dalam usaha mereka menemukan Bintang.


"Baiklah,tapi jika ada kabar apapun tentang mereka tolong beritahu kami"


"Sayang,kamu juga bisa ngertikan?Aku tidak ingin kamu dan calon anak kita kenapa-napa" ucap Nando pada istrinya, Dewi.


"Iya Mas,tapi Mas juga harus janji akan kembali dengan selamat" jawab Dewi.


Nando mengangguk.


"Alex,tugasmu sekarang adalah menjaga mereka. Jangan sampai mereka menyusul kami." titah Rangga pada Alex.


"Iya Kak" jawab Alex.


Rangga dan Nando segera meninggalkan mereka,namun sebelum pergi Nando mencium kening istrinya itu terlebih dulu.


Setelah menempuh jarak kurang lebih 2 jam perjalanan,akhirnya Rangga dan Nando tiba di restoran yang di maksud.


Rangga hanya membawa beberapa anak buahnya,dia tidak ingin Rendi mencium jejaknya jika dia terlalu banyak membawa anak buah.Dia menempatkan anak buahnya di jarak 500 meter dari tempatnya berada.


Pemilik restoran itu adalah sepasang suami istri,Andi dan Diah.


"Anda orang yang di suruh ibu Ana ya untuk melihat-lihat restoran kami?" tanya Andi dengan tatapan harap-harap cemas,karena takut jika mereka telah melakukan kesalahan dan restoran milik Ana tidak mau bekerja sama dengan restorannya.


"Tidak usah cemas Pak,Kami kesini hanya untuk bertanya beberapa hal.Yah...semacam survei,karena ibu Ana ingin tahu menu apa yang paling favorit di sini dan siapa saja pelanggan kalian maksudnya dari kalangan pelajar,mahasiswa,pekerjaan kantoran atau apalah gitu" Nando berusaha memberikan pengertian agar mereka tidak was-was dan malah akan menimbulkan kecurigaan.


"oh..", sepasang suami istri itu merasa lega.


Nando berpura-pura menanyakan berbagai macam hal dan Rangga yang berpura-pura mencatatnya sambil mengawasi pengunjung yang datang.


" Nah,itu Pak orang yang hampir tiap jam makan akan membeli makanan di sini.Dan anehnya meskipun kelihatannya dia masih single orang itu selalu membeli banyak porsi makanan dan di tambah 2 porsi makanan khusus untuk anak-anak" Diah menjelaskan dengan suara sedikit pelan,karena tidak ingin pengunjung restoran miliknya menjadi risih.


Rangga dan Nando saling tatap,mereka sama-sama mencurigai orang yang baru masuk barusan.


"Ohya Pak apa disini juga ada cctv?" tanya Nando lagi.


"Ada Pak.di dapur,di meja kasir,beberapa di tempat makan dan di pintu masuk restoran." jawab Andi


"Satu lagi Pak di tempat parkir,karena akhir-akhir ini sering terjadi pencurian di tempat parkir" tambah Andi.


"Bisa kami melihat cctv itu sekarang?" tanya Rangga tiba-tiba.


"Tentu Pak tentu" jawab Andi gugup.Entah apa yang Andi ketahui hingga tiba-tiba sikapnya berubah cemas setelah melihat wajah orang yang baru saja berbicara.


Andi dan istrinya mempersilahkan Rangga dan Nando untuk melihat ke ruang pemantau cctv yang letaknya tidak jauh dari kantor mereka.


Rangga segera melihat rekaman cctv yang memperlihatkan wajah orang yang dia curigai barusan.


Rangga dan Nando saling mengangguk, karena mereka sudah memiliki petunjuk keberadaan Bintang dan anak-anaknya.


"Kami permisi Pak,Bu.Ada yang harus Kami seleseikan" pamit Nando.


"Maaf, Sebenarnya ada apa?Karena kami tahu Bapak ini bukan suruhan ibu Ana.Bagaimana mungkin ibu Ana yang hanya pengelola di restoran milik Wijaya Grup bisa menyuruh seorang Rangga Wijaya yang notabennya adalah bos dari Wijaya Grup itu sendiri" jawaban Andi sontak membuat Rangga dan Nando terkejut.


"Saya tahu Bapak adalah Pak Rangga kan?Dan Anda adalah asistennya Pak Nando? Saya sangat mengagumi kalian,bahkan foto Pak Rangga saya pajang di dinding kantor saya" kata Andi.


"Maaf ya Pak,bukan maksud kami berbohong.Tapi kami kesini untuk mencari keberadaan istri dan anak-anakku yang di culik oleh seseorang, dan kami mendapatkan petunjuk kalau orang itu membeli makanan di disini."


"Jadi istri dan anak Pak Rangga di culik?" tanya Andi


"Iya,Apa kalian tahu gedung atau rumah kosong yang letaknya tidak jauh dari sini?"


Andi dan Diah berpikir sejenak. "Kalau gedung atau rumah kosong kayaknya tidak ada Pak.Tapi rumah mewah di ujung sana yang biasanya sepi sudah dua hari ini sedikit ramai.Dan orang yang tadi membeli makanan barusan adalah salah satu penghuni rumah tersebut. Kalau tidak salah pemilik rumah itu seorang dokter" kata Diah istri dari Andi.


"Apa kalian bisa membantuku mencari tahu berapa orang yang ada di sana?"


Andi dan Diah saling tatap. "Jujur kami takut Pak,karena penjaga rumah itu serem-serem" jawab Diah.


"Tapi kalau Bapak ingin tahu berapa jumlah ruangan di rumah itu saya bisa ngasih tahu Pak,soalnya kebetulan orang tua saya dulu pembantu di rumah itu. Jadi sejak kecil saya sudah sering keluar masuk rumah itu."


"Baiklah,tolong beritahu semuanya secara rinci"


Andi menggambarkan denah rumah tersebut dengan lengkap dan memberikannya kepada Rangga.


"Terimakasih ya Pak atas bantuannnya.Kami harus pergi sekarang permisi"


Rangga dan Nando meninggalkan restoran tersebut.


"Mudah-mudahan istri dan anak-anak Pak Rangga cepat ketemu ya Mas" kata Diah


"amiinnn" sambung Andi.


Rangga dan Nando mulai menyusun rencana untuk membebaskan Bintang dan anak-anaknya.


Minta likenya dong biar tambah semangat!✌✌✌