Kontrak Pernikahan

Kontrak Pernikahan
BAB 97


Hari itu Bintang meminta suaminya untuk menemaninya ke mall membeli hadiah pernikahan untuk Ana dan Alex.


Dan pilihan mereka adalah toko perhiasan.


Bintang dan Rangga memasuki sebuah toko perhiasan yang sangat terkenal di kota tersebut.


Bintang memilih beberapa bentuk perhiasan yang ada di toko tersebut.


"Mas,menurutmu bagusan mana yang ini apa yang ini?" tanya Bintang sambil menunjukkan dua kalung di tangannya dengan model yang berbeda.


Rangga melihat kedua kalung tersebut bergantian.


"Dua-duanya jelek" jawab Rangga beberapa detik kemudian.


Bintang mendengus kesal mendapat jawaban dari suaminya itu.Dia meletakkan kembali kalung yang tadi dia pegang.


"Mbak,apa pesanan saya sudah jadi?" tanya Rangga pada penjaga toko perhiasan tersebut.


Bintang menatap suaminya heran.


"Sebentar Tuan,saya ambilkan".


Tidak lama kemudian penjaga toko tersebut keluar dengan membawa sebuah kotak.


" Ini Tuan,pesanan Anda",penjaga toko tersebut memberikan kotak yang tadi dia bawa kepada Rangga.


Rangga memberikan kotak itu kepada Bintang.


"Apa ini?" tanya Bintang.


"Bukalah", suruh Rangga.


Bintang membuka kotak tersebut,matanya terbelalak saat melihat isi kotak itu ternyata tiga buah kalung dengan liontin yang sama dan ada inisial nama dirinya dan dua temannya.


" Mas,kapan kamu memesan ini? "tanya Bintang dengan mata berkaca-kaca.


Dia tahu kalau suaminya memang sangat perhatian padanya tapi dia tidak menyangka kalau suaminya juga akan


memperhatikan persahabatannya.


" Aku tahu kalian bertiga sudah bersahabat sejak lama,jadi itu adalah hadiah dariku untuk kalian"jawab Rangga.


"Terimakasih Mas,terimakasih" ucap Bintang sambil memeluk suaminya itu.


"Aku juga sudah menyiapkan hadiah untuk Ana dan Alex, sebenarnya bukan hanya untuk mereka berdua saja sih tapi untuk kita semua"


"Apa itu?"


"Rahasia" jawab Rangga.


"Ayolah Mas,apa hadiahnya?"


"Kalau di beritahu sekarang bukan rahasia dong namanya"


"Mas..ayolah! Apa hadiah nya?"


"Tunggu saja besok"


"Mas...."


Setelah membayar pesanannya Rangga kemudian berjalan keluar meninggalkan toko perhiasan tersebut.


*****


Rangga mengajak istrinya masuk ke sebuah restoran karena sudah waktunya makan siang.


"Sayang, kamu mau makan apa?" tanya Rangga pada istrinya.


"Apa saja" jawab Bintang


Rangga memesan beberapa menu makanan.


Tidak lama kemudian makanan pesanan mereka sudah berada di meja meja mereka.


"Makanlah" suruh Rangga


Dan Bintang memulai memasukan makanan ke mulutnya.


"Aku dengar Bima sudah kembali ke Amsterdam" kata Rangga tanpa menoleh ke arah Bintang.


Bintang menatap suaminya sebentar kemudian kembali mengunyah makanannya.


"Kenapa kamu diam saja?" tanya Rangga.


"Memangnya aku harus ngapain kalau Kak Bima kembali ke Amsterdam?" Bintang malah balik tanya.


"Kamu tidak merasa sedih dengan kepergian si Bima itu?" tanya Rangga lagi.


"Sebenarnya sedih sih,tapi itukan keinginan dia masa aku harus melarang dia pergi".


Rangga meletakkan sendok dan garpu yang ada di tangannya. Tiba-tiba hatinya terasa sedikit sakit mendengar jawaban dari istrinya itu.


" Kenapa?"tanya Bintang.


Rangga hanya diam dan memalingkan wajahnya dari Bintang.


Bintang menggenggam tangan suaminya dan tersenyum.


"Mas,apa kamu berpikir kalau aku masih menyimpan perasaan sama Kak Bima?" tanya Bintang.


Rangga masih diam.


"Dulu aku memang pernah menyukai dia,tapi itu terjadi sebelum aku bertemu denganmu" jawab Bintang.


"Lalu kenapa waktu itu kamu menemui dia?" tanya Rangga.


"Waktu itu?kapan?" tanya Bintang bingung.


"Di warung bakso Pak Samad.Aku melihatmu bertemu dengannya" jawab Rangga.


"Mas mengikutiku?"


"Tadinya aku khawatir kamu kenapa-napa, makanya waktu itu aku mengikutimu" jawab Rangga.


Lagi-lagi Bintang tersenyum.


"Kenapa malah tersennyum?" tanya Rangga.


"Aku senang karena ternyata cinta Mas padaku begitu besar."


"Bukankah kamu sudah mengetahui hal itu?"


Mungkin pas mas lihat mereka belum sampai",jawab Bintang.


" Kamu cemburu sama Kak Bima? " tanya Bintang lagi.


"Dengar ya Mas, Aku hanya mencintaimu.Lagian aku ini tidak terlalu pintar kalau harus mencintai dua orang sekaligus dalam waktu yang bersamaan".


Rangga tahu kalau istrinya itu tidak berbohong,tapi dia punya sebuah ide licil di kepalanya.


" Baiklah, aku akan percaya padamu tapi kamu harus menciumku" kata Rangga sedikit lirih saat mengatakan kata menciumku.


"Tapi ini restoran Mas,tidak mau ah"


"Ya sudah. Kalau begitu aku tidak percaya padamu".


Bintang bangun dari tempat dia duduk dan berjalan menghampiri Rangga.


Cup


Bintang mencium pipi suaminya, tapi Rangga masih menggelengkan kepalanya. Dia malah menunjuk bibirnya sendiri sebagai tanda kalau Bintang harus menciumnya di daerah tersebut.


Bintang melihat ke sekelilingnya, saat di rasa semua pengunjung sedang sibuk makan makanannya dengan cepat dia mencium bibir suaminya.Namun ketika dia hendak melepaskan ciumannya, tengkuknya sudah di tahan oleh suaminya.


Cukup lama Rangga menahan tengkuk istrinya itu, saat mereka sudah mulai kehabisan nafas Rangga melepaskan pagutan bibirnya.


Bintang menundukkan kepalanya karena malu,hampir semua pengunjung menatap ke arah mereka.


Berbeda dengan Rangga yang tampak tidak perduli.


Terdengar notif pesan masuk dari hp milik Bintang. Dia membuka hpnya dan membaca pesan tersebut.


" Mas,ada satu tempat yang ingin aku kunjungi sekarang. Kamu maukan mengantarku?"tanya Bintang.


"Iya,aku pasti akan mengantarmu" jawab Rangga.


Mereka melanjutkan makan mereka.


*****


Rangga merasa bingung saat Bintang membawanya ke rumah sakit untuk bertemu dengan Lyvia.


"Kenapa kita kesini?" tanya Rangga yang merasa tidak suka dengan tindakan yang di lakuakan istrinya itu.


"Kita seleseikan semuanya hari ini,supaya tidak ada salah paham lagi nantinya".


" Apa kamu masih menganggap kalau aku masih mencintai Lyvia? Apa kamu tidak percaya padaku?"tanya Rangga dengan suara sedikit meninggi.


" Bukan Mas,bukan itu".


Rangga beranjak meninggalkan tempat itu, tapi langkahnya terhenti saat Bintang memeluknya dari belakang.


"Mas,aku hanya ingin hidup kita tenang nantinya.Aku tidak ingin kita menyimpan dendam.Aku tidak ingin hidup dengan membenci seseorang.Dan aku harap kamu juga begitu".


Akhirnya Rangga bersedia mengikuti Bintang bertemu dengan Lyvia.


" Hai,Lyvia. Bagaimana keadaanmu? "tanya Bintang saat memasuki ruang rawat wanita yang pernah menjadi rivalnya.


" Bintang, maafkan aku ya.Karena aku pernah berfikir untuk merebut Rangga darimu?"ucap Lyvia.


"Sudahlah aku sudah memaafkanmu."


"Terimakasih, tapi... bagaimana denganmu Rangga? apa kamu juga sudah memaafkanku?" tanya Lyvia pada Rangga.


"Jika Bintang sudah memafkanmu,maka aku juga memaafkanmu" jawab Rangga.


"Terimakasih"


"Lyvia, aku dan mas Rangga ke sini karena aku ingin mengakhiri perseteruan kita.Aku tidak ingin punya musuh,tapi aku juga tidak berminat menjadikanmu teman.Jadi mulai sekarang anggaplah kalau kita tidak saling mengenal.Karena jika kita tidak saling kenal kita juga tidak akan saling membenci"


"Baiklah.Terimakasih karena kalian sudah mau datang ke sini"


"Selamat tinggal Lyvia, Aku doakan agar kesehatanmu cepat pulih.Dan semoga selamanya kita tidak bertemu lagi"


"Permisi" pamit Bintang.


Rangga dan Bintang keluar dari ruang rawat Lyvia sambil bergandengan tangan. Lyvia menatap ke arah mereka dengan tatapan yang sulit di artikan.


*****


Semua tamu undangan menyalami Alex dan Ana yang berdiri di pelaminan.Mereka berdua tampak seperti raja dan ratu sehari.Dengan balutan dress berwarna hijau toska Ana terlihat sangat cantik, demikian juga Alex dia tampak lebih berwibawa dari biasanya.


Senyum bahagia tampak tersungging di bibir keduanya.


"Selamat ya Ana,akhirnya kalian menikah juga" ucap Dewi.


"Selamat ya An,semoga kalian bahagia dan secepatnya di karuniai momongan" ucap Bintang.


"Selamat ya Lex,semoga kalian bahagia.Dan semoga kamu lebih dewasa dan bijaksana" ucap Juan kepada adik satu-satunya tersebut.


"Makasih Kak" jawab Alex.


"Selamat ya Lex,akhirnya anak kecil ini nikah juga" ucap Nando.


"Sialan, aku bukan anak kecil Kak" sergah Alex.


"Selamat ya Lex" ucap Rangga, Dia juga memberikan sebuah amplop pada Alex.


"Apa ini?" tanya Alex


"buka saja"


Alex membuka amplop pemberian Rangga tersebut.


"Paket liburan ke Paris?" kata Alex.


"Iya,tapi bukan hanya untuk kalian saja sih.Aku sudah memesan tiket untuk kita semua.Termasuk kamu Juan" Rangga melihat ke arah Juan.


"Tapi...kayaknya aku nggak bisa ikut, besok aku dan Mentari harus kembali ke desa.Aku sudah terlalu lama meninggalkan rumah sakit disana",tolak Juan karena memang dia sudah lama meninggalkan pekerjaannya.


" Yah sayang sekali,padahal aku sudah berharap bisa bersenang-senang denganmu seperti waktu kita kuliah dulu"sambung Nando sambil merangkul Juan


"Eh,aku juga di ajakkan?" tanya Nando


"Tadinya sih aku tidak mau ngajak kamu,karena kamu asisten yang menyebalkan.Tapi berhubung kamu suami dari sahabat istriku, jadi terpaksa aku mengajakmu", jawab Rangga sedikit bercanda.


" lihat istriku, bosku ini kererlaluan" kata Nando pura-pura mengadu pada istrinya.


"ish,kamu ini sudah mau punya dua anak masih saja seperti anak kecil" kata Dewi yang di sambut tawa oleh yang lain.


Sebenarnya Nando, Rangga dan juga Juan akan bersikap sangat konyol saat mereka sedang berkumpul bertiga.