Kontrak Pernikahan

Kontrak Pernikahan
BAB 11


🌸🌸🌸


Keyros yang kesal meninggalkan makan malam itu,sesampainya di mansion dia langsung masuk ke ruang kerjanya,Keyros yang masih kesal menyibukkan dirinya dengan menyelesaikan pekerjaannya.


Papa Wirat dan Mama Sonya yang baru pulang di sambut oleh pak Josep


"Apakah Keyros sudah pulang Pak?" tanya Papa Wirat


"Tuan muda sudah pulang sedari tadi tuan"


"Di mana dia?"


"Tuan muda sedang berada di ruang kerjanya"


"Ya sudah,saya mau istirahat dulu"


"Baik tuan"


Papa Wirat dan Mama Sonya masuk ke kamar. Sedangkan pak Josep melanjutkan pekerjaannya. Selang beberapa menit kemudian Keyros keluar dari ruang kerjanya,dia melangkahkan kakinya menuju kamarnya.


_____________


Keesokan harinya,seperti biasa keluarga Wirat sedang sarapan dengan keheningan di meja makan. Di sela² makan,Papa Wirat bersuara


"Tadi malam kau tidak sopan sekali Key,meninggalkan meja makan tanpa berpamitan terlebih dulu. Apa kata mereka jika melihat seorang Keyros Wiratmadja meninggalkan meja makan dengan sikap tidak sopannya" ucap Papa Wirat sambil terus melahap sarapannya


"Yang Mama sama Papa lakukan tadi malam itu membuatku kesal" Jawab Keyros lempeng


"Apa yang membuat mu kesal? Tidak ada, dan Mama sama Papa melakukan apa? Kami tidak melakukan apa-apa"


"Maksud Papa sama Mama kemarin malam apa? Memutuskan untuk menikahkan ku dengan Sisil tanpa meminta persetujuanku"


"Mengapa kami harus meminta persetujuanmu? Kau memutuskan untuk menutup diri mu dan tidak akan pernah menikah saja tidak meminta persetujuan kami dulu. Jadi kami melakukan hal sama seperti mu" Kali ini Mama Sonya yang menjawab


"Setidaknya kalian bertanya kepada ku terlebih dulu,apa aku mau atau tidak. Jangan langsung memutuskannya" Keyros mulai kesal


"Kami bertanya terlebih dulu padamu juga percuma saja,pasti kau takan menolak" ucap Papa Wirat


Keyros hanya diam,karna apa yang di katakan Papanya benar dia pasti akan menolak.


"Kau juga tidak bisa memilih calon istri untuk dirimu sendiri,jadi kami membantu mu memilihkan calon istri untuk mu" Ucap Mama Sonya sinis


"Kami melakukan itu untuk kebaikan mu juga Key,Mama sama Papa ingin melihat kau menikah dan bahagia bersama istrimu" sambungnya lagi


"Dengan memilih Sisil sebagai calon istriku? Yang ada aku tidak akan bahagia bersama wanita itu" Jawab keyros


"Heh lagian Mama juga tidak suka kan dengan Sisil,bagaimana bisa Mama memilih dia jadi calon menantu Mama" Ucap Keyros lagi dengan sinis melirik Mama nya


"Mama bisa,setelah kau menikah dengannya maka Mama akan pergi dari negara ini dan menetap bersama Oma mu di sana,jadi Mama tidak akan berurusan dengan wanita itu"


"Aku bisa mencari calon istri untuk ku sendiri,jadi kalian stop untuk menjodohkan ku dengan Sisil lagi,karna sampai kapan pun aku tidak akan menerima dia" tegas Keyros


"kami tidak akan berhenti menjodohkan mu dengan Sisil jika kau tidak bisa mencari calon istri untuk mu. Dan jangan harap kami akan membatalkan rencana pertunanganmu dengan Sisil" Tegas Papa Wirat


"Aku akan mencarinya sendiri dan kalian harus membatalkan rencana itu"


"Terserah kau,pokoknya selama kau belum juga menemukan calon istri,rencana itu akan terus berjalan" Ucap Papa Wirat


Keyros yang sudah di buat kesal dengan pembicaraan itu,memutuskan pergi dari meja makan tanpa menghabiskan sarapannya.


Sedangkan Regina yang sedari tadi diam menyimak perdebatan antara Mama Papanya dan Kakaknya itu hanya menghela napas


"Sungguh pagi yang tidak menyenangkan dan menegangkan" gumam Gina dalam hati


"Pa...apa Papa yakin dengan rencana Papa untuk menjodohkan Keyros dengan Sisil?" tanya Mama Sonya cemas jika hak itu terjadi


"Tidak jika Keyros bisa mencari calon istri, dan Papa yakin dia akan mencarinya karena Papa tau dia tidak akan pernah mau dengan Sisil"


"Semoga dia bisa menemukan calon istri yang baik untuknya" ucap Mama Sonya berharap


__________________


Sedangkan keluarga bahagia walaupun hidup pas²an tengah menikmati sarapan dengan nasi goreng buatan Keyna.


Mereka sesekali tertawa dengan candaan yang mereka buat,namun Dea nampak tidak bersemangat hari ini,dia hanya diam saja sedari tadi bahkan saat kakak-kakaknya tertawa dengan candaan mereka Dea hanya tersenyum saja.


Keyna yang mengetahui ada yang aneh dengan adik perempuannya itu bertanya


"Dea...kamu kenapa dek,kok dari tadia diem aja?"


"Tidak kak,aku tidak kenapa-kenapa" jawab Dea tersenyum tipis


"Kau kenapa Dea,seperti tidak bersemangat. Apa kau sakit?" tanya Gilang


"Enggak kak Gilang,Dea gk sakit kok"


"Lalu kau kenapa,ada masalah di sekolah? cerita sama kami" tanya ibu Fara


"Serius? Bener gk ada apa²?" tanya Gilang


"Iya kak. Ya udah Dea berangakat dulu,takut telat" ucap Dea seraya mengambil tas nya di kursi tamu


"Assalamualiakum" Ucap Dea lagi


"Wa'alaikumsalam" jawab semua orang


Keyna merasa bingung dengan sikap Dea yang aneh,dia curiga ada yang di sembunyiin adiknya darinya.


Sedangkan Dea yang tengah berjalan merasa bersalah karena telah berbohong kepada keluarganya


"Maafin Dea karena udah bohong sama kalian,Dea gk mau nambahin beban kalian terutama kak Nana yang udah berjuang untuk memenuhi kebutuhan keluarga...hiks...hiks" monolog Dea sembari menangis terhisak


Dea segera menghapus air matanya karena dia malu jika orang-orang melihatnya menangis. Dea melangkah menuju ke halte dekat gang rumahnya.


___________________________


~Di Rumah Alya


Alya yang sedang bersiap akan pergi ke cafe terkejut dengan Mamanya yang sudah di depan pintu kamarnya


"Mama...bikin kaget Alya aja"


"Al...kamu mau kemana?" tanya Mama Rita mama Alya


"Ya Alya mau kerja di cafe lah Ma"


"Kenapa sihh kamu gk berhenti aja kerja di cafe itu dan masuk ke perusahaan Papa kamu,jadi kamu enggak udah kerja jadi pelayan lagi di cafe itu" ucap Mama Rita duduk di tepi ranjang putrinya


"Ma...Mama kan tahu kenapa Alya gk mau masuk ke perusahaan Papa,Alya cuma mau mandiri Ma...lagian Alya suka kok kerja di cafe itu walaupun jadi pelayan tpi di sana Alya bisa bebas Ma" Kata Alya sembari menyisir rambutnya


"Tapi nak...klo kamu mau mandiri kan bisa mengurus perusahaan cabang Papa kamu di London. Apa kamu gk malu anak pemilik perusahaan Cakra kerja di cafe jadi seorang pelayan,ya walaupun perusahaan Papa kamu itu tidak besar sekali"


"Tidak aku tidak malu sama sekali,malah aku bangga karena aku bisa menunjukkan kepada semua orang bahwa aku bisa mandiri dan memiliki pekerjaan sendiri walaupun aku anak seorang pemilik perusahaan. Aku juga seneng banget kerja di cafe itu,walaupun kerja cuma jadi pelayan tpi di sana aku enggak merasa jadi pelayan,malah kyk jadi pemilik cafe itu sendiri" ucap Alya panjang lebar


"Ya sudah terserah kamu,Mama sama Papa berharap suatu saat kmu bisa meneruskan perusahaan kita"


"Aku akan ambil alih perusahaan jika aku sudah siap dan jika suatu saat ada masalah dengan perusahaan yang tidak bisa Papa tangani sendiri maka aku akan masuk ke perusahaan" ucap Alya sembari mengambil tas nya


"Ya sudah ayo sarapan dulu,setelah ini kamu berangkat"


Alya dan Mamanya turun ke lantai bawah dan mereka bergabung dengan Papanya yang sudah menunggu mereka untuk sarapan


"Kenapa lama sekali sih kalian,Papa udah laper nih dari tadi" ucap Papa Bayu, Papa Alya.


"Maaf Pa...Mama abis bujuk putri kita untuk berhenti dari perkerjaannya sebagai pelayan di cafe itu" ucap Mama Rita seraya.mengambilkan nasi untuk suaminya


"Percuma saja Ma,biarkan aja dia bekerja di sana. Papa tidak akan memaksanya lagi untuk bergabung dengan perusahaan kita"


"Tapi Pa...mau sampai kapan dia jadi pelayan di cafe"


"Sampai dia siap untuk bergabung dengan Papa. Papa bangga sama putri kita yang mencoba untuk mandiri tanpa mengandalkan kekayaan orang tuanya dan Papa tidak malu memiliki anak seperti putri kita" Ucap Papa Bayu tersenyum menatap anaknya


"Terima kasih Pa udah ijinin Alya buat mandiri dengan kerja di cafe" ucap Alya


"Oh iya bagaimana kabar Keyna sahabatmu itu Al..." tanya Mama Rita


"Dia sih baik² aja,tpi ibu nya sekarang lebih sering sakit-sakitan"


"Astaga kasihan sekali dia,Papa kangen dengan Keyna,dia sudah Papa anggap seperti putri Papa sendiri" ucap Papa Bayu


Orang tua Alya memang sudah dekat dengan Keyna dari dulu bahkan saat ayah keyna masih hidup mereka sudah dekat. Orang tua Alya sudah menganggap Keyna seperti putri mereka sendiri. Waktu ayah Keyna meninggal keluarga Alya yang membantu perekonomian keluarga Keyna,namun lama kelamaan Keyna dan keluarga merasa tidak enak sampai akhirnya Keyna memutuskan kuliahnya dan memilih bekerja. Walau sebenarnya keluarga Alya tidak merasa keberatan jika harus membantu perekonomian keluarga Keyna,tpi mereka menghargai keputusan Keyma dan keluarga untuk tidak terus menerus membantu mereka.


" Iya Pa...Alya juga kasihan dengannya,tpi setiap Alya mau bantu dia malah menolak katanya dia sudah terlalu banyak merepotkan keluarga kita"


"Tidak sama sekali,dia tidak merepotkan kita ya kan Pa?"


"Iya bener kata Mama kamu. Al...klo dia butuh bantuan bilang sama Mama atau Papa ya, biar kita bantu"


"Iya Pa"


"Jangan lupa ajak dia mampir ke rumah,sudah lama dia tidak ke sini,Mama kangen waktu dia ngajarin Mama bikin kue,kangen waktu melihat kamu ribut dengannya hanya karna masalah yang sepele"


"Siap Ma....nanti kapan-kapan Alya ajak dia ke sini,sama adik-adiknya juga" ucap Alya,dia senenang orang tuanya menyayangi sahabatnya itu


"Bagus itu,sekalian ibu juga suruh ke sini,biar kita kumpul bareng²" Mama Rita tak kalah senang nya


🌸🌸🌸


**Maaf ya typo bertebaran dan maaf juga kalo ceritanya masih kurang bagus atau kurang menarik.


Terima kasih yang sudah mau mampir dan jangan lupa buat like dan koment ya🙏**