
Ketika pagi tiba,Bintang segera mengajak Dinda untuk membawanya bertemu dengan pacar dan istri pacarnya.
Dinda menunjukkan di mana pacar dan istri pacarnya itu menginap.
Bintang menyuruh Dinda untuk mengetuk pintu,saat mereka tiba di depan kamar pacarnya.
"Bi,aku takut", kata Dinda.
" Jangan khawatir, aku yang akan menghadapi mereka ".
Dengan perasaan takut Dinda mengetuk pintu kamar tersebut.
tok tok tok
Seorang wanita dengan pakaian minim keluar dari dalam kamar.
" Kamu lagi. Mau apa kamu ke sini wanita murahan",maki wanita itu kepada Dinda.
Bintang mengajak Dinda untuk menerobos masuk ke dalam kamar itu.
"Hei,lancang sekali kamu masuk ke kamarku?", wanita itu mengikuti Bintang dan Dinda yang masuk ke dalam kamar.
" Ada apa Sayang? Kenapa pagi begini sudah bikin ribut?",seorang lelaki dengan kaos oblong dan celana pendek keluar dari kamar mandi.
"Din..Dinda", lelaki itu terkejut saat tahu yang datang adalah Dinda.
" Dinda berapa kali wanita itu menamparmu?",tanya Bintang.
"Du..dua kali", jawab Dinda yang sebenarnya masih merasa takut.
" Lakukan hal yang sama pada lelaki pengecut ini ",suruh Bintang.
" Ta...tapi..",Dinda masih diam di tempatnya.
"Baiklah, aku yang akan melakukannya", kata Bintang.
Bintang berjalan mendekati lelaki itu dan melayangkan dua tamparannya di kedua pipi lelaki itu.
" Hei,beraninya kamu menampar suamiku",teriak wanita itu.
"Kenapa? Kamu ingin menuntutku?", tanya Bintang.
" Kamu tidak tahu siapa dia?",wanita itu menunjuk Dinda.
"Dia itu wanita ****** yang merayu suamiku", lanjutnya.
" Jadi kamu pikir ini mutlak kesalahan Dinda?"tanya Bintang.
"Tentu saja jika wanita itu tidak merayunya,suamiku tidak akan mau dengannya", jawab wanita itu percaya diri.
" Sudah berapa lama kalian menikah? "tanya Bintang.
" Kami baru menikah dua minggu yang lalu",jawab wanita itu.
"Din,sudah berapa lama kalian pacaran?", Bintang menayakan itu kepada temannya Dinda.
" satu tahun",jawab Dinda.
"Kamu dengar dia lebih dulu menjalin hubungan dengan suamimu.Jika ada yang menjadi korban dia adalah Dinda.
Suamimu sudah membohongi nya dan sudah merenggut harta berharga miliknya.Memang benar mereka melakukannya atas dasar suka sama suka,tapi itu karena Dinda percaya kalau suamimu itu tidak akan menghianatinya".
" Dan kamu,kamu adalah lelaki pengecut yang tidak tahu diri.Beraninya kamu mempermainkan wanita ",maki Bintang kepada lelaki itu.
" Ayo Din,kita pergi",ajak Bintang.
"Hei kamu", panggil wanita itu.
Bintang menghentikan langkahnya.
" Aku pastikan karir kalian akan segera hancur ",ancam wanita itu.
Bintang kembali berbalik dan menghampiri wanita itu.
" Apa perusahaan ayahmu saat ini sedang bekerjasama dengan Wijaya Grup?" tanya Bintang sedikit berbisik.
"Jika kamu berani mendatangi rumah sakit dan membuat gaduh di sana,aku pastikan perusahaan ayahmu juga akan ikut hancur", kini giliran Bintang yang mengancam.
" Siapa kamu sebenarnya?"
"Sebentar lagi ayahmu akan menelpon mu".
Bersamaan dengan itu, hp milik wanita itu berdering.
" Hallo Ayah"
"Apa yang telah kamu lakukan terhadap istri dari Rangga Wijaya?"
wanita itu menatap Bintang, dia akhirnya tahu siapa Bintang.
"Minta maaflah,kalau tidak perusahaan keluarga kita akan hancur dan kita akan jatuh miskin".
Wanita itu mematikan ponselnya.
" Aku minta maaf ",ucap wanita itu.
" Apa kamu bicara padaku? ",tanya Bintang dengan sedikit mengejek.
" Aku minta maaf ".
Bintang berdiri mensejajarkan dirinya dengan wanita itu.
" Minta maaflah pada temanku karena kamu telah menamparnya",suruh Bintang.
Wanita itu berjalan mendekati Dinda.
"Dinda,aku minta maaf", ucapnya kepada Dinda.
" Aku juga minta maaf, aku tidak tahu kalau dia sudah menikah.Jika aku tahu,aku tidak akan pernah mau bertemu dengannya lagi ",jawab Dinda sambil menatap ke arah lelaki yang sekarang berstatus suami orang.
Dinda mendekat ke arahnya dan berdiri tepat dihadapan lelaki itu. Dan...
Satu tamparan Dinda layangkan ke pipi lelaki yang pernah mengisi hari-harinya.
" Itu ucapan selamat tinggal dariku", ucap Dinda kemudian lari meninggalkan tempat itu.
"Jaga suamimu baik-baik, kalau kali ini saja dia sudah berani berbohong padamu, tidak ada jaminan kalau dia tidak akan melakukan hal itu lagi".
Bintang pun keluar dari kamar tersebut.
Bintang berlari mencari keberadaan temannya itu, dia berhenti saat melihat temannya itu berjongkok di pinggir jalan dan menenggelamkan wajahnya di kedua lututnya.
" Din..."
"Kamu benar seharusnya aku tidak melakukan itu sebelum menikah. Aku telah melakukan dosa besar dan sekarang aku sudah mendapatkan balasannya.Sekarang tidak akan ada lagi orang yang akan mencintaiku. Aku sudah kehilangan masa depanku", Dinda mengatakan itu sambil menangis.
" Din,Tuhan itu maha pengampun. Tuhan akan memaafkan semua dosa hambanya asalkan mau bertaubat. Yakinlah bahwa Tuhan pasti sudah menyiapkan jodoh yang lain untukmu,yang bisa menerima segala kekuranganmu dan bisa mencintaimu apa adanya".
Dinda dan Bintang akhirnya kembali ke kamar mereka untuk bersiap-siap pergi ke rumah sakit.
"Bi,apa yang kamu katakan pada wanita itu?Kenapa tiba-tiba dia mau minta maaf padaku?", tanya Dinda penasaran ketika mereka tiba di kamar mereka.
" Aku hanya sedikit menggertaknya tadi",jawab Bintang berbohong.
"Oh.."
Sebenarnya setelah Dinda tertidur, Bintang menghubungi suaminya untuk mencari tahu tentang pacar Dinda.
Namun di luar dugaan ternyata pacar Dinda hanyalah pegawai biasa yang bekerja di perusahaan milik ayah istrinya. Dan kebetulan perusahaan itu juga sedang menjalin kerja sama dengan Wijaya Grup.
Bintang meminta suaminya itu untuk membantunya mengancam perusahaan milik mertua dari pacarnya Dinda.
Awalnya Rangga menolak,karena selama ini dia selalu bekerja secara profesional dan tidak pernah mencampur adukkan dengan kepentingan pribadi. Tapi karena bujukan dan rayuan maut sang istri Rangga pun menyetujuinya.
"Baiklah aku akan membantumu,tapi ini tidak gratis. Kamu harus membayarnya saat kita bertemu nanti".
" Iya,Sayang. Terimakasih karena mau membantuku. lagian aku cuma ingin wanita itu minta maaf tidak lebih".
"Aku tidak sabar ingin bertemu denganmu", ucap Rangga.
" Aku juga",jawab Bintang.
"Mas"
"Apa?"
"Aku mencintaimu"
"Aku lebih mencintaimu"
"Muachhh",
Bintang mendekat kan bibirnya ke layar ponselnya seakan dia benar-benar sedang mencium suaminya karena saat ini mereka sedang melakukan video call.
" Love you istriku, Aku akan minta ciuman tadi saat kita bertemu"
"Aku tunggu, l Love you juga suamiku".
Sepasang suami istri itu pun mengakhiri video call mereka.
Bintang tersenyum sendiri setiap mengingat apa yang dia lakukan.Dia merasa seperti ABG yang sedang kasmaran dengan suaminya sendiri.
*****
Bintang dan Dinda tiba di rumah sakit pukul 8 pagi dan seperti biasanya ketika sampai mereka akan langsung berkeliling memeriksa pasien.
Bintang datang menemui Harry di ruangannya setelah dia selesei berkeliling.
" Pagi Harry, bagaimana keadaanmu apa sudah lebih baik dari semalam? ",tanya Bintang.
" Lumayan" jawab Harry.
"Apa Dokter Danil sudah datang untuk memeriksamu?", tanya Bintang lagi.
Dokter Danil adalah dokter spesialis jantung yang menangani Harry.
" Itu dia",kata Harry saat seorang dokter masuk ke ruangannya.
"Dokter Bintang,Anda di sini?",tanya Dokter Danil saat melihat Bintang berada di ruangan tersebut.
" Iya,Dok.Kebetulan dia saudaraku.Ohya Dok bagaimana keadaannya?"
"Apa Anda menderita sakit jantung sejak lahir?", tanya Dokter Danil pada Harry.
" Iya,Dok.Sajak lahir aku sudah memiliki kelainan jantung ",jawab Harry.
" Apa aku bisa bicara dengan orang tua atau walimu?"tanya Dokter Danil lagi.
"Aku tidak punya orang tua dan orang tua angkatku sedang berada di luar negri.Jika ada yang ingin Anda katakan bicara saja padaku".
" Keadaan jantung Anda sudah tidak baik,Anda harus segera melakukan transplantasi jantung.Jika tidak Anda tidak akan bisa bertahan hidup lebih lama lagi".
"Berapa lama lagi aku akan bertahan?"
"Paling lama 3 bulan.Kami sudah mendaftarkan Anda sebagai penerima donor jantung. Jika ada jantung yang cocok, kami akan segera menghubungi Anda".
" Jika tidak? "
Dokter Danil terdiam.
"Aku tahu apa yang ingin Anda katakan", lanjut Harry.
Setelah dokter Danil ke luar,Bintang menghampiri Harry.
" Aku yakin kamu pasti akan segera mendapatkan pendonor yang tepat".
Bintang menepuk pundak iparnya itu sebagai wujud dukungannya.
"Bintang, bisakah kamu mempertemukan aku dengan Rangga?",
Bintang terkejut mendengarnya.Satu sisi Bintang takut kalau Harry akan melukai suaminya, terlebih dia tahu kalau tujuan Harry sebelumnya adalah untuk membalas dendam dengan keluarga Wijaya.Tapi di sisi lain Bintang berfikir mungkin ini cara agar bisa meluruskan kesalah pahaman yang terjadi antara Harry dan keluarganya.