Kontrak Pernikahan

Kontrak Pernikahan
BAB 129


"AKU", Jawab orang itu dari arah pintu.


" Kamu?!? Beraninya kamu masuk ke kantorku?",Michel menatap tajam orang yang baru datang itu.


Dengan santainya orang itu berjalan mendekat ke arah Michel,kemudian tanpa menunggu untuk di persilahkan, dia duduk di kursi yang ada di depan Michel.


"Kantormu?" tanya orang itu dengan menatap balik Michel.


Orang itu menyilangkan kakinya dan menyandarkan punggungnya di sandaran kursi yang saat ini dia duduki.


"Ohya aku lupa untuk memberitahumu kalau 10 menit yang lalu aku sudah melakukan rapat terbatas dengan para pemegang saham di MJ GRUP ini dan mereka sudah mengangkatku menjadi direktur di perusahaan ini", kata orang itu dengan tatapan tajamnya.


" Apa maksudmu?"


Orang itu memanggil seseorang melalui ponselnya.


"Bawa dokumen itu kemari", suruh orang itu pada orang di ujung sana.


Tok tok tok...


Tidak lama kemudian seseorang masuk ke ruangan itu,dia adalah Nando asisten dari Rangga Wijaya.


"Masuklah", suruh orang itu.


" Ini berkas yang Anda minta,Pak" Nando memberikan sebuah map kepada orang itu.


"Tunjukkan berkas itu kepada Tuan Michel", titahnya.


Nando memberikan map itu kepada Michel.Mata Michel membulat sempurna saat tahu isi dari map tersebut adalah pernyataan dari para pemegang saham untuk menyerahkan posisi direktur kepada orang yang saat ini duduk di depan Michel,yang tak lain adalah Rangga Wijaya.


" Kamu pasti menggunakan cara kotor untuk mendapatkan saham di MJ GRUP ini kan",kata Michel dengan geram.


"Kalau iya,memang kenapa? Ingat Tuan Michel kamu juga menggunakan cara kotor untuk menguasai perusahaanku? Tapi beruntungnya WIJAYA GRUP di domonasi oleh orang-orang yang selalu setia kepada keluarga Wijaya dan hanya segelintir orang yang bisa kamu manfaatkan, jadi bagaimanapun cara yang kamu lakukan pada akhirnya perusahaanku tetap menjadi milikku", jawab Rangga dengan tatapan membunuhnya.


Michel mengepalkan tangannya dengan sangat kuat.


" Mona,Mona",Michel memanggil sekertarisnya yang bernama Mona.


"Iya,Pak", jawab Mona dengan tergopoh-gopoh.


" Kenapa kamu tidak memberi tahuku kalau tadi ada rapat pemegang saham?",tanya Michel.


"I...itu Pak,tadi saya sudah menelpon Bapak tapi hp Bapak tidak bisa di hubungi", jawab Mona.


Michel mengambil ponsel miliknya yang berada di saku celananya.


" Shit",umpat Michel karena ternyata ponsel miliknya mati.


"Hubungi semua pemegang saham MJ GRUP dan bilang kalau aku ingin mengadakan rapat ulang untuk pemilihan posisi direktur utama perusahaan MJ GRUP. Kumpulkan semuanya dalam 15 menit", titah Michel kepada sekertarisnya.


" Baik,Pak",jawab Mona kemudian dia meninggalkan kantor bosnya untuk melakukan perintahnya.


"Ohya apa kamu tidak ingin melihat kondisi saudaramu di rumah sakit?", tanya Michel dengan senyum jahatnya.


Untuk sesaat raut wajah Rangga berubah, tapi dia bisa menguasai emosinya seolah tidak ada sesuatu yang dia dengar. Rangga hanya memberikan perintah kepada Nando melalui tatapan matanya. Nando yang sudah paham keluar dari ruangan itu.


" Aku tidak perlu tahu bagaimana kondisi saudaraku,karena aku yakin dia akan baik-baik saja selama dia jauh darimu",jawab Rangga dengan santainya.


Sebenarnya di dalam hati Rangga mencemaskan keadaan saudaranya tersebut.Tapi dia tidak mau terlihat lemah di depan Michel.


"Semoga kamu baik-baik saja Harry,aku harus bisa mengambil alih MJ GRUP agar bisa membawamu kembali", batin Rangga.


*****


Di tempat lain...


Setelah mendapat kabar dari Dinda,Bintang bersama Mia dan kakak iparnya Rania segera menuju ke rumah sakit tempat Harry di rawat.


"Yuna,bagaimana kondisi Harry?" tanya Mia begitu tiba di ruang rawat anaknya itu.


"Mia,dari mana kamu tahu kalau Harry masuk rumah sakit?", tanya Yuna karena dia sedikit terkejut dengan kedatangan Mia.


" Maaf Bu,aku yang memberitahunya", jawab Dinda.


"Oh...begitu"


"Kondisi Harry saat ini bisa di bilang buruk. Dia harus segera mendapatkan donor jantung dalam waktu beberapa hari ini. Kalau tidak....", Yuna tidak bisa melanjutkan perkataannya.


Yuna merasa tidak kuat jika harus kehilangan Harry. Mia yang mendengar hal itu pun tak kuasa menahan tangisnya.


Dua orang ibu itu menangis sambil menggenggam erat tangan anak mereka.


" Ma...",Bintang tidak tahu bagaimana cara menghibur mertuanya saat ini.


"Bi,Kak ayo kita keluar. Biarkan mereka yang berada di dalam.Kamu tahukan kalau tidak boleh lebih dari dua orang yang menunggui pasien di ruangan ini", Dinda mengajak Bintang dan Rania keluar dari ruang rawat Harry.


Bintang dan Rania mengikuti langkah Dinda.


" Bi,apa aku bisa mendonorkan jantungku?",tanya Dinda tiba-tiba.


" Din..."


"Kedua orang tuaku sudah meninggal, bahkan nenek yang merawatku sejak kecil juga sudah meninggal. Selama ini aku hanya hidup sebatang kara,setidaknya jika aku mati tidak akan ada orang yang menangisi kematianku.


Tapi Harry... dia masih memiliki keluarga, bahkan ada dua orang ibu yang akan menangisi kepergiannya" kata Dinda lagi.


"Din,jangan bicara seperti itu. Lebih baik kita berdoa semoga Harry bisa mendapatkan donor yang tepat secepatnya".


Bintang memeluk teman sekamarnya itu.


" Aku tidak tega melihat keadaan Harry seperti itu Bi. Aku benar-benar tidak tega",ucap Dinda.


Rania melihat keadaan adiknya itu dari balik kaca.


"Harry,maaf karena Kakak baru bisa menemuimu sekarang. Kamu harus bangun adikku", batin Rania.


Di ruang rawat Harry..


Yuna dan Mia,kedua orang ibu itu sangat sedih melihat keadaan putra mereka saat ini.


Keduanya sama-sama berharap agar anak mereka secepatnya mendapatkan donor jantung yang sesuai. Bahkan dalam pikiran mereka,mereka rela menyerahkan jantung mereka asal putra kesayangan mereka saat ini bisa kembali pulih.


*****


DI MJ GRUP...


Setelah 15 menit, akhirnya rapat pemegang saham di mulai.


Dengan sistem voting,semua direksi yang memiliki saham di perusahaan itu memberikan suaranya.


Michel nampak gusar menanti hasil akhir dari voting yang di lakukan.


Michel nampak geram, ketika hasil akhir itu akhirnya memutuskan bahwa Rangga lah yang mendapatkan suara terbanyak dan menjabat sebagai direktur utama di MJ GRUP.


"Ini tidak mungkin, pasti kalian salah menghitung", teriak Michel.


" Maaf Pak,tapi memang Pak Rangga lah yang mendapat suara terbanyak dari seluruh pemegang saham ",jawab Mona.


" Bagaimana mungkin,aku kalah di perusahaan milik ku sendiri. Kamu pasti curangkan Rangga",maki Michel.


"Pasti ada yang salah, aku yakin ada yang salah dengan ini. Mona cepat hubungi Edwar suruh dia ke sini secepatnya", peritah Michel pada Mona,sekertarisnya.


" Tidak perlu repot-repot Pak Michel,karena aku di sini mewakili ayahku",kata seseorang yang baru saja datang, dia adalah Erik.


Erik berdiri di belakang Rangga.


"Erik, apa kamu menghianati ayahmu?" tanya Michel.


"Pak Michel salah, aku tidak menghianati ayahku aku hanya meluruskan kesalahan yang di perbuat oleh ayahku", jawab Erik.


" Kalian...."


"Segera kemasi barang-barangmu dari ruang direktur karena ruangan itu akan menjadi ruanganku mulai saat ini.Dan Anda bisa mencari ruangan lain di perusahaan ini", suruh Rangga.


" Kecuali jika kamu mau menyerahkan saudaraku Harry kembali ke keluarga Wijaya, maka aku akan menyerahkan kembali posisi direktur kepadamu. Dan aku akan menghadiahkan saham yang aku miliki kepadamu. Bagaimana? ". Rangga memberikan penawarannya kepada Michel.


Michel mengepalkan tangannya, Harry adalah alat yang bisa dia gunakan untuk membalas dendam kepada Mia. Tapi dia juga tidak rela kalau posisi direktur MJ GRUP di jabat oleh Rangga,apalagi MJ GRUP adalah perusahaan yang dia rintis dari nol.


" Baiklah, aku setuju. Aku akan serahkan anak tidak berguna itu kepadamu",jawab Michel yang akhirnya menyerah.


"Nando, suruh Pak Tyo kemari sekarang. Bilang padanya untuk datang ke MJ GRUP dalam waktu 15 menit"


"Baik", jawab Nando.


Nando segera menghubungi Pak Tyo. Tyo adalah pengacara pribadi keluarga Wijaya.


^^^


Akhirnya seluruh dokumen penyerahan Harry sudah di tanda tangani oleh Michel.


" Mulai saat ini dan seterusnya kamu sudah tidak ada hak apapun terhadap Harry. Terimakasih karena sudah 29 tahun kamu merawat saudaraku itu. Semoga kedepannya kita bisa berhubungan baik dalam pekerjaan ", ucap Rangga.


Michel mengertakkan giginya menahan emosi.


Rangga bernapas lega karena akhirnya satu masalah sudah selesei.Kini dia bisa fokus mencari donor jantung untuk saudara kembarnya itu.


" Rangga,aku punya kabar lain soal saudara kembarmu itu ",kata Nando saat mereka susah berada di dalam mobil.


" Katakan!"


"Saat ini Harry di rumah sakit dan kondisinya memprihatinkan. Saat ini Kak Rania,istri dan juga ibumu sudah berada di sana", kata Nando.


" Kita ke sana sekarang",suruh Rangga.


Mobil yang membawa merekapun segera meluncur menuju rumah sakit