Kontrak Pernikahan

Kontrak Pernikahan
BAB 48


Pagi itu, Rangga sudah bersiap untuk pergi ke perusahaannya.


"Sayang, kamu kok belum siap-siap sih?" tanya Rangga saat melihat istrinya itu masih memakai baju rumahan.


"Hari ini aku nggak ada kuliah dan nanti siang aku udah janji sama Ana mau bantuin dia di restoran," jawab Bintang.


"Ya udah, kalau begitu aku berangkat kerja dulu ya, Sayang." pamit Rangga.


"Kak Rangga tunggu!" panggil Celin sambil berlari.


"Kak, hari ini Celin ikut Kakak ngantor ya?Soalnyakan aku ingin belajar management perkantoran secara real, nggak cuma materi aja!" Pinta Celin, Rangga menatap ke arah Bintang meminta persetujuannya.


"Sudahlah, Sayang. Beri Celin kesempatan. Diakan disini cuma satu minggu," jawab Bintang santai.


"Ya sudah, ayo! Kalau kamu mau ikut kita berangkat sekarang!" ajak Rangga.


Celin segera masuk ke dalam mobil milik Rangga. Sebelum masuk ke dalam mobil,Rangga kembali menghampiri istrinya.


"Morning kiss, Sayang" ucap Rangga setelah selesai mencium bibir istrinya.


"My baby,jagain mama ya sampai papa pulang dan jangan rewel"kata Rangga sambil mengelus perut istrinya yang sudah mulai buncit.


"iya, Papa" jawab Bintang yang menirukan suara anak kecil.


"Jangan lupa setelah sampai kantor kabari aku ya!" kata Bintang.


"Iya, Sayang. Love you my wife, my sweety," ucap Rangga


"Love you to my hubby" balas Bintang. Rangga kemudian masuk ke dalam mobilnya sambil melambaikan tangan.


Sebenarnya Bintang merasa was-was membiarkan rubah kecil itu bersama dengan suaminya. Tapi dia percaya kalau suaminya itu nggak bakalan macam-macam.


Bintang kembali masuk kedalam rumah, setengah jam kemudian dia sudah keluar dengan pakaian rapi. Tadinya Bintang ingin meminta Pak Mun mengantarnya ke restoran Ana, tetapi sepertinya Pak Mun sedang tidak ada di rumah. Dia segera memesan taksi online.Dia segera naik saat taksi yang dia pesan tiba.


"Pak-Pak berhenti sebentar" suruh Bintang saat melihat Kakak iparnya sedang berbicara dengan seseorang di pinggir jalan. Dari gerakan tubuh dan ekspresinya,sepertinya mereka sedang bertengkar.


Tadinya Bintang ingin turun,tapi mengurungkan niatnya karena takut di bilang ikut campur urusan orang lain, meskipun itu kakak iparnya.


"Jalan Pak!" suruh Bintang pada sopir taksi online tersebut.


"Siapa laki-laki itu ya?" batin Bintang sambil melihat meraka dari kaca spion.


"Sudah sampai, Mbak," kata sopir taksi online tersebut.


"Oh maksih ya Pak," ucap Bintang sambil memberikan uang 100 ribuan.


"Mbak, nggak ada kembaliannya soalnya mbak penumpang pertama saya"kata sopir itu


"Ya sudah Pak, ambil saja kembaliannya. Anggap saja bonus buat Bapak" jawab Bintang.


"Alhamdulillah, makasih ya mbak," ucap pengemudi taksi online tersebut.


Bintang berjalan meninggalkan taksi tersebut dan masuk kedalam restoran milik Ana, lebih tepatnya restoran yang di kelola oleh Ana.


"Emang ada acara apa sih, An. sampai kamun butuh bantuan gua?" tanya Bintang.


"Oh... disinii ada orang yang ingin ngadain pesta di tempat ini, katanya sih acara kantor. Kamu kan dulu suka ngedekor, nah aku ingin, kamu bantu aku ngedekor ruangan itu. Bisakan?"


"Lho emang Dewi kemana?" tanya Bintang lagi.


"Dia bilang nggak bisa datang hari ini soalnya lagi ada tugas," jawab Ana.


"Ya sudah aku bantu, tapi jam istirahat nanti, aku minta izinya buat ganterin makan siang buat suamiku. Sekalian minta makanannya juga" kata Bintang sambil mengedip-ngedipkan matanya.


"Ya elah, ngapain Lo minta izin. Restoran inikan milik suami kamu. jadi terserah deh Lo mau ngambil berapa banyak makanan di sini," jawab Ana bercanda.


"Nggak tahu masih jalan di tempat, apalagi beberapa hari ini kami jarang ketemu" jawab Ana.


"Mungkin dia emang lagi sibuk, An." kata Bintang sambil menepuk bahu Ana. Tidak lama ponsel Ana berdering.


Ana mengambilnya dari dalam saku dan dilihatnya layar ponselnya.'SAYANG KU' itu yang tertera, Bintang ikut melihatnya.


"Bentar ya Bi, Alex nelpon," kata Ana sambil sedikit menjauh dari Bintang.


Bintang memulai kegiatannya mendekor sebuah ruangan dengan di bantu beberapa pegawai pria. Sejam kemudian Ana kembali menghampirinya.


"Udah selesei ngobrol sama 'SAYANGKU'nya?" tanya Bintang yang sengaja menggoda sahabatnya itu.


"Apaan sih," jawab Ana malu-malu. Meraka kembali melanjutkan kegiatan mereka.


Tak terasa jam istirahat telah tiba, Bintang meminta izin pada Ana untuk mengantarkan makan siang kepada suaminya.


Setelah hampir setengah jam perjalanan menggunakan ojeg online, Bintang sampai di depan kantor suaminya.


Dia langsung masuk ke ruangan milik suaminya.


"Kok,nggak ada orangnya sih" batin Bintang ketika tidak menjumpai suaminya di ruangannya.Saat membalikkan badannya sudah ada Celin di belakangnya.


"Kak Bintang cari Kak Rangga?" tanya Celin.Bintang menatap Celin "tumben banget nih bocah sopan,biasanya juga sikapnya kelihatan nggak suka sama gua" batin Bintang.


"iya,tapi dia kok nggak ada di ruangannya" jawab Bintang.


Celin menatap rantang yang di bawa oleh Bintang. "Itu pasti makan siang buat Kak Rangga, aku kerjain ah" batin Celin.


"Tadi Kak Rangga keluar sama cewek,kayaknya sih buat makan siang" jawab Celin yang dengan sengaja ingin membuat Bintang marah.Istri mana yang tidak sakit hati mendengar suaminya makan siang dengan cewek lain,tapi Bintang sengaja tidak menunjukkan kemarahannya di depan Celin,dia berusaha bersikap tenang agar gadis di depannya kesal.


Bintang membawa kembali rantang yang dibawanya. "Ya udah deh Celin. Kalau gitu aku pulang saja dulu." katanya dengan senyum yang tetap mengembang di bibirnya. Saat Bintang hendak keluar dari ruangan itu kebetulan Rangga datang.


"Sayang, Kamu di sini?" tanya Rangga sambil meletakkan beberapa dokumen di atas meja.


"Maaf , Ngga. Kalau udah nggak ada lagi pekerjaan aku mau pamit buat makan siang," ucap Nando.


"Ya sudah sana! Kebetulan aku juga mau makan siang sama istriku," jawab Rangga. Nando segera ke luar dari ruangan bosnya.


"Apa yang kamu bawa Sayang?" tanya Rangga sambil menatap rantang yang ada di tangan sang istri.


"Lho bukannya kamu sudah makan siang ya?" Bintang sengaja bertanya seperti itu kepada suaminya.


"Kata siapa? Baru saja aku selesei meeting sama Nando," jawab Rangga bingung.


"Tadi Celin bilang kalau kamu lagi makan siang sama cewek," jawab Bintang sambil menatap ke arah Celin. Rangga ikut memberikan tatapannya kepada Celin.


"Maaf Kak. Tadi aku hanya bercanda, Kak Bintangnya saja yang menganggapnya serius," ucap Celin gugup.


"Celin, aku tidak suka ya candaan kamu!" bentak Rangga.


"Sudahlah Sayang, jangan marah! Celinkan cuma bercanda," kata Bintang. "Tapi tetep saja itu sudah keterlaluan" kata Rangga sedikit emosi.


Bintang meraih wajah suaminya dan mengecup bibir suaminya itu. "Jangan marah-marah, aku tidak suka dengan suami yang pemarah!" katanya di sela-sela ciumannya.


Bintang melepaskan ciuman mereka dan menaruh rantang yang dia bawa di meja.


"Ayo makan!" suruh Bintang.


"Aku ingin kamu menyuapiku" jawab Rangga.


"Ih, manja!" ledek Bintang


"Biarin orang manja sama istri sendiri kok," jawab Rangga cuek. Akhirnya mereka makan siang berdua sambil suap-suapan.