
Melihat keluarganya berkumpul,ingin rasanya dia ikut bergabung. Tapi sebelum sempat melangkah,ponsel miliknya berdering, ternyata dari ayah angkatnya Michel.
"Hallo Ayah".
" Nak,akhirnya ayah bisa membuat investor Wijaya Grup menarik investasinya dari perusahaan itu. Sebentar lagi Wijaya Grup pasti akan hancur",kata Michel di selingi tawanya.
Entah kenapa Harry merasa tidak senang mendengarnya.
"Bagaimana ayah bisa melakukan itu?" tanya Harry.
"Kenapa? Apa kamu tidak suka?", Michel malah balik tanya.
" Bukan begitu. Maksudku dengan cara apa ayah bisa membuat mereka menarik investasinya dari Wijaya Grup? Bukankah selama ini orang-orang itu selalu percaya dengan Wijaya Grup? ",Harry meralat pertanyaannya.
"Ayahmu ini sangat hebat.Ayah punya beberapa orang di di perusahaan itu yang tentunya tidak akan di curigai oleh tangan kanan saudara mu.Jadi jangan khawatir", jawab Michel.
" Bolehkah aku tahu siapa mereka? Maksudku jika aku berhasil masuk di perusahaan itu,aku kan juga harus tahu siapa saja orang-orang yang berada di belakang kita".
"Kamu tenang saja,ayah pasti akan memberitahumu saat kamu berhasil masuk di perusahaan saudara kembarmu itu", jawab Michel.
" Ohya bagaimana dengan tugas yang ayah berikan padamu?Apa sudah ada kemajuan?"tanya Michel kepada anak angakatnya itu.
"Aku sudah berhasil membuat istri dari Rangga Wijaya itu percaya padaku. Jadi ayah tenang saja".
" Bagus Harry, kamu memang anak kesayangan ayah",puji Michel.
"Ingat Harry, apapun yang di katakan ibumu nanti kamu jangan percaya", Michel mencoba mengingatkan anak angkatnya itu.
" iya Ayah ",jawab Harry.
" Ayah akan datang ke Jakarta saat kamu berhasil mengambil alih perusahaan Wijaya Grup yang ada di sana. Jadi lakukan tugasmu dengan baik. Kita sama-sama akan menghancurkan keluarga Wijaya " kata Michel sebelum akhirnya menutup telponnya.
Harry mengepalkan tangannya. Dia mengingat kejadian sebelum dia menemui Bintang.
#*flash back
Saat Harry tiba di Indonesia orang yang ingin dia temui adalah ibunya.Waktu itu kebenciannya terhadap ibunya sudah tidak terbendung lagi.
Dia mengikuti ibunya yang siang itu sedang berbelanja di sebuah mall bersama dengan kedua cucu kembarnya.
Kemudian dengan sengaja dia menampakkan dirinya di hadapan ibu kandungnya tersebut, berharap ibunya akan melihat dan mengejarnya.Dan rupanya perkiraannya itu tidak salah.Saat Mia melihatnya,Mia langsung mengejarnya,sama seperti pertama kali dia menunjukkan dirinya di hadapan ibu kandungnya itu di Paris. Harry sengaja berjalan ke arah jalan raya dan membuat ibunya itu hampir tertabrak,jika saja Rangga tidak datang tepat waktu. Saat itu dia begitu kesal karena rencana pertamanya gagal.
Kemudian Harry ingat dengan informasi yang di berikan oleh ayahnya,kalau kelemahan Rangga adalah istrinya BINTANG.Dia langsung menuju Bandung sesuai dengan informasi yang di berikan oleh ayahnya bahwa istri dari Rangga itu sedang bekerja di sebuah rumah sakit di Bandung.
Sebelum menemui Bintang, Harry terlebih dulu minum minum.Karena sebenarnya ada sedikit rasa tidak tega saat dia melihat wajah tulus iparnya yang sedang merawat orang di rumah sakit. Karena Bintang mengingatkan dirinya dengan teman kecilnya yang selalu menghiburnya ketika dia mendapatkan perawatan di Paris saat penyakit jantungnya kambuh.Dia ingat bagaimana gadis berumur 9 tahun lebih muda darinya itu mengatakan bahwa kelak dia akan menjadi dokter dan merawatnya hingga sembuh.saat itu gadis kecil itu memberinya sebuah kalung dengan liontin bintang dan mengatakan bahwa kelak dia pasti akan menemukan cahaya yang akan menerangi hidupnya seperti bintang yang ada di langit.
Malam itu Harry datang menemui istri dari Rangga Wijaya dan berharap bisa memperdaya Bintang dengan menyamar sebagai Rangga. Tapi aksinya gagal karena Bintang ternyata tidak suka dengan bau alkohol dari mulutnya dan pergi meninggalkan dirinya di hotel. Tapi bukannya kesal karena kegagalannya,justru Harry merasa senang karena tidak jadi melukai gadis itu.
Apalagi ketika Bintang tahu siapa dirinya,Bintang tetap datang untuk merawatnya.Entah apa yang Harry rasakan waktu itu, hatinya yang dingin seolah menjadi hangat.Bahkan berkat ucapan Bintang dia jadi ingin tahu kebenaran hidupnya.
#flash back end
Rangga mengatakan kalau dia sudah mengatur pertemuannya dengan mamanya sore nanti.Rangga menyuruh Harry datang ke sebuah taman yang tidak jauh dari rumah sakit.
Setelah mengetik kata 'ya' dan mengirimkannya pada Rangga, Harry segera kembali ke hotel tempat dia menginap sebelum dia di rawat di rumah sakit.
Pagi tadi Harry sudah keluar dari rumah sakit dan meminta untuk berobat jalan saja. Dokter Danil mengizinkannya keluar dari rumah sakit, asal Harry berjanji akan menjaga kesehatannya dan tidak melakukan kegiatan yang membuatnya terlalu lelah.Dokter Danil akan menelponnya saat ada jantung yang sesuai untuknya.
*****
Hari sudah menunjukkan pukul 17.00,Mia melihat jam tangan yang berada di pergelangan tangannya.
"Kenapa Rangga minta ketemuan di sini?aneh", gumam Mia.
Mia menuruti permintaan putranya untuk menunggunya di taman karena Rangga bilang ingin mengajak mamanya itu jalan-jalan.
" Rangga, kamu kemana saja mama sudah menunggumu dari tadi?"tanya Mia saat putranya itu berada di depannya.
"Lho,istri dan anak-anakmu mana?katanya kita mau jalan-jalan?", tanya Mia seraya melihat sekelilingnya dan mencari keberadaan orang yang dia maksud.
Rangga yang sebenarnya adalah Harry,tiba-tiba memeluknya dengan sangat erat.Bahkan dia sampai menitikan air matanya yang jelas membuat Mia merasa aneh.
" Nak,kamu kenapa? "tanya Mia cemas.
" Tidak apa-apa, aku hanya ingin memeluk mama saja",jawab Rangga(Harry).
Mia menepuk-nepuk punggung anaknya itu.Harry merasakan kalau ternyata pelukan ibunya sangatlah nyaman dan hangat.
"Pasti pekerjaanmu akhir-akhir ini sangat melelahkan ya sampai kamu seperti ini.Nak,kalau ada masalah di perusahaan seharusnya kamu cerita ke mama jangan di simpan sendiri", kata Mia.
Rangga (Harry) menatap Mia penuh tanya.
" Kamu kira mama tidak tahu apa yang terjadi dengan perusahaanmu itu? Mama selalu mengikuti perkembangan yang terjadi di perusahaanmu. Saat ini perusahaan kita sedang banyak masalahkan,iyakan? Mama yakin kamu pasti bisa menyelesaikan semua masalah yang terjadi dengan baik.Sama baiknya saat usaha ayahmu yang mendadak bangkrut 29 tahun lalu.Ayah mu bahkan harus kehilangan semua kekayaannya dan membuat kita jatuh miskin hingga tidak punya apa pun lagi.Bahkan dulu kami harus tinggal di sebuah rumah petak",Mia terdiam.
Dia jadi mengingat kejadian yang harus membuatnya kehilangan satu anaknya.
"Jika kita tidak bangkrut pasti kakakmu Harry masih bersama kita", lanjut Mia dengan suara lirih namun masih di dengar oleh Rangga (Harry). Tatapan mata Mia berubah sendu.
" Mama mengatakan sesuatu? "tanya Rangga (Harry).
" Tidak, Nak.Mama tidak mengatakan apapun "jawab Mia Harry.
" Mama bohong,jelas-jelas aku mendengar mama menyebut nama Harry",kata Rangga(Harry).
Tatapan mata Rangga (Harry) mengisaratkan kebencian di dalamnya.
"Siapa itu Harry? Kenapa mama tidak menceritakan apapun padaku soal Harry? Dimana dia sekarang? Apa mama dan papa sengaja membuangnya? Apa mama dan papa menjualnya karena kita dulu miskin?" tanya Rangga (Harry) bertubi-tubi.
Pertanyaan itu membuat Mia terluka, dia menampar pipi anaknya itu dengan sangat keras.
PLAAAKKKKK