
"Kamu harus kejar Dinda sekarang! Aku yakin dia belum jauh", suruh Bintang
Bukannya melakukan apa yang Bintang katakan, Harry justru masuk ke kamarnya tanpa mengatakan apapun.
" Harry, Harry "panggil Bintang.
Tidak lama kemudian, Harry keluar dengan membawa tas ransel miliknya.
" Kamu... kamu mau kemana?",tanya Bintang.
"Menjemput calon istriku", jawab Harry
" Dengan membawa semua ini? "tanya Bintang bingung.
" Barusan aku menghubungi anak buah ayah yang ahli dalam bidang IT,aku menyuruhnya mencari keberadaan Dinda dengan nomor ponsel miliknya. Dan dia bilang,kalau saat ini Dinda sedang berada di Jogja.Dan aku akan menyusulnya kesana",jelas Harry.
"Maaf ya aku kira kamu marah pada Dinda dan tidak perduli padanya", ucap Bintang.
" Aku memang kecewa padanya, karena dia tidak percaya kalau aku bisa mengatasi masalahnya.Tapi tidak berarti kalau aku akan menyerah dan melepaskannya begitu saja",kata Harry
"Aku senang mendengarnya, tapi bagaimana dengan kesehatanmu? Kamukan belum benar-benar pulih?" tanya Bintang yang juga khawatir dengan kondisi iparnya tersebut.
"Jangan khawatir, aku baik-baik saja", jawab Harry.
" Lalu mama?"
"Aku,akan mengijinkannya pergi" kata Mia yang tiba-tiba datang dari belakang Bintang.
"Nak,bawalah calon menantuku kembali", kata Mia sambil berjalan bmendekati putranya itu.Mia menyentuh pipi anaknya tersebut.
" Iya,Ma.Aku pasti akan membawa Dinda pulang ",ucap Harry.
Setelah memeluk mamanya,Harry pun segera pergi meninggalkan kediamannya.
Dia pergi dengan di temani seorang perawat dan seorang pelayan.
Harry berangkat ke Jogja dengan menaiki jet pribadi miliknya.
" Ma,dari mana mau tahu masalah yang menimpa Dinda? "tanya Bintang.
" Semalam setelah kamu tidur, Rangga datang menemui mama dan menceritakan semuanya ",jawab Mia.
" Aku senang karena mama bisa menerima kekurangan Dinda",ucap Bintang.
"Semua orang punya masa lalu dan kita tidak bisa mengubah itu.Yang terpenting adalah Dinda yang sekarang adalah Dinda yang berbeda dengan Dinda yang dulu", tutur Mia.
" Kita doakan saja, semoga Harry membawa Dinda kembali ke tengah-tengah kita",ujar Mia.
"Amin,semoga ya Ma", Bintang menimpali.
*****
Di tempat lain.
Dinda duduk di dekat jendela kamarnya sambil melihat pemandangan di luar sana.Pikirannya tertuju pada satu orang yaitu kekasihnya,Harry.
" Maafkan aku Harry,aku terpaksa pergi karena aku tidak mau diperalat oleh Beno nantinya. Kamu pasti kecewa padaku,tolong maafkan aku", Dinda bermonolog sambil menatap layar ponselnya. Dinda menggunakan foto Harry sebagai WPnya.
flash back satu hari sebelumnya...
Sore itu setelah menemui Beno,Dinda mengemasi barang-barangnya dan keluar dari apartemennya.
Dia mengetuk pintu apartemen sebelahnya.Yang di ketahui bernama Nuri.
"Eh Dinda, ada apa ya?"tanya Nuri tetangganya.
" Nur,aku nitip ini ya",Dinda menyerahkan dua amplop warna putih kepada Nuri.
"Besok,kalau ada perempuan yang bernama Bintang mencariku tolong berikan itu padanya", pinta Dinda.
" Lho memangnya kamu mau kemana Din?",tanya Nuri.
"Aku akan pergi ke luar kota dan mungkin tidak akan kembali.Jadi tolong berikan itu pada temanku Bintang saat dia datang" jawab Dinda.
"Baiklahlah Din,aku akan berikan ini pada temanmu nanti", kata Nuri.
" Terimakasih ya,Nur",ucap Dinda
Kemudian dia berjalan meninggalkan apartemen miliknya.
flash back off
"Ndok cah ayu,ayo sarapan dhisik", panggil Inah dari luar kamar.
(Ndok anak cantik,ayo sarapan dulu)
Inah adalah mantan pembantunya dulu sebelum nenek Dinda meninggal.
" Mangke,Mbok Dinda durung luwe maneh ",jawab Dinda
(Sebentar lagi,Mbok Dinda belum lapar)
" Wiwit wengi sampeyan durung mangan,dadi ora bisa keluwen maneh. Ayo sarapan cepet",kata Mbok Inah lagi
(Dari semalam kamu kan belum makan,jadi tidak mungkin belum lapar.Ayo Ndok cepat sarapan)
Dindapun terpaksa keluar dari kamarnya, dia tidak mau membuat wanita paruh baya yang sudah mau menampungnya khawatir.
"Ayo,Rini lan Sigit lagi nunggu ing meja makan", ajak Mbok Inah
(Ayo,Rini dan Sigit sedang menunggu di meja makan)
" Nggeh,Mbok" jawab Dinda
(Iya,Mbok)
Dindapun mengikuti Mbok Inah ke ruang makan.Dinda duduk di sebelah Rini,putri kedua mbok Inah.
"Mbak Dinda cantik ya.Coba Mbak Dinda jadi kakak ipar Rini,Rini pasti bangga punya kakak yang cantik seperti Mbak Dinda", puji Rini
(Rini,kalau lagi makan diam jangan berisik)
"Nggeh,Bu", jawab Rini
(iya,Bu)
Mereka pun memulai sarapan mereka.Usai sarapan Rini dan Sigit membawa Dinda jalan-jalan keliling desa.
Sepanjang perjalanan banyak orang yang memuji kecantikan Dinda.Terutama kaum adam.
Bahkan banyak diantara mereka yang terang- terangan mengajaknya berkenalan.Tapi Dinda menolak mereka secara halus.
" Mbak, Rini boleh nanya nggak?"
"Boleh, mau tanya apa?" Dinda balik tanya.
"Mbak Dinda sudah punya pacar belum?" tanya Rini.
Dinda diam sejenak
"Kenapa memangnya?" tanya Dinda lagi.
"Kalau mbak Dinda belum pacar,mbak Dinda maukan jadi pacarnya Mas Sigit. Mas Sigit itu orangnya baik lho Mbak" jawab Rini.
Sigit yang ada di sebelahnya menatap adiknya itu dengan tajam.
"Lho bukannya tadi pagi Mas ngomong gitu sama Rini", tukas Rini saat mendapati tatapan tajam kakaknya.
" Din,jangan hiraukan ucapan Rini ya",kata Sigit
"Tidak apa-apa kok Mas Sigit", jawab Dinda.
" Ohya Mas Sigit,disini ada lowongan pekerjaan nggak ya? Soalnya Aku kan nggak tahu sampai kapan aku di sini,aku pengen cari pekerjaan biar nggak terus - terusan ngrepotin Mbok Inah?" tanya Dinda
"Memang ijazah Mbak Dinda apa?" tanya Rini.
"Aku dokter,tapi jika ada lowongan pekerjaan lain aku mau kok. Yang penting Aku bisa kerja dan dapat uang, biar nggak ngrepotin Mbok Inah terus", jawab Dinda.
" Wah,Mbak Dinda hebat ya. Sudah cantik,dokter lagi.Benar-benar wanita yang sempurna",puji Rini lagi.
"Andai aku sesempurna itu,Rin.Aku tidak akan di sini untuk kabur dan menghindar dari masalah", batin Dinda.
" Mbak,Mbak Dinda",panggil Rini seraya melambaikan tangannya di depan wajah Dinda.
"Eh,iya Rin.Maaf tadi Mbak sempat melamun",Jawab Dinda
" Mbak mikirin apa sih?",tanya Rini penasaran.
"Nggak mikirin apa-apa kok", jawab Dinda.
" Gimana Mas Sigit? Kira-kira ada lowongan kerjaan nggak buat aku?"tanya Dinda sekali lagi pada Sigit
"Kayaknya di puskesmas sini sedang membutuhkan seorang dokter deh.Nanti aku coba ngomong sama Pak lurah", jawab Sigit.
" Sebelumnya makasih ya Mas. Dan maaf karena aku ngrepotin ",ucap Dinda.
" Nggak apa-apa kok Din",balas Sigit.
"Yuk kita pulang, sebentar lagi dhuhur",ajak Rini.
" Yuk",jawab Dinda.
Mereka bertiga pun memutuskan kembali ke rumah.
***
Di depan rumah Mbok Inah..
Dinda, Rini dan Sigit menghentikan langkah mereka, saat melihat rumah itu penuh sesak dengan orang-orang yang berkerumun di depannya.
"Maaf, ada apa ya?" tanya Dinda
"Enek,artis neng njero.Artise ganteng tenan lho", jawab salah seorang ibu-ibu.
(Ada artis di dalam.Artisnya ganteng sekali)
Dinda,Rini dan Sigit, mereka bertiga saling tatap karena bingung.
" Artis sinten,Lek?"tanya Rini
(Artis siapa, Lek?)
"Lha niko ten njero.Cobo delok'en dhewe", jawab ibu-ibu itu lagi.
(Lha itu di dalam, coba lihat sendiri)
" Kita lihat ke dalam saja yuk,Mbak",ajak Rini.
"Aku juga penasaran, yuk", jawab Dinda.
" Permisi, permisi ",kata Sigit
Mereka bertiga menerobos kerumunan orang-orang yang sedang berdiri di depan rumah Mbok Inah.
" Ono opo toh Mbok,rame tenan?"tanya Sigit saat mereka berhasil masuk ke dalam rumah.
(Ada apa sih Mbok,rame sekali)
"Iku Dinda", tunjuk Mbok Inah
(Itu Dinda)
Dinda terkejut saat mengetahui siapa orang yang datang ke rumah Mbok Inah untuk mencarinya.
## Tinggalkan jejak kalian dengan cara like,komen dan vote ya! Maaciew 😘