
"Kamu telat 3 menit 10 detik"
Suara itu mengagetkan Bintang.
Bintang menoleh ke arah sumber suara.
glek,dengan susah payah dia menelan ludahnya saat mendapati seorang lelaki berkaca mata menatapnya tajam.Dari pakaian dan gestur tubuhnya,Sepertinya lelaki tersebut adalah dosen baru di kelasnya.
"Ma maaf Pak saya terlambat" ucap Bintang.
"Saya paling tidak suka dengan mahasiswa yang tidak disiplin.Silahkan keluar dan tidak usah ikut mata kuliah saya selama satu semester"
"Pak,saya janji nggak akan telat lagi. Tolong beri saya kesempatan,Pak" kata Bintang dengan mengatupkan dua tangannya seraya memohon.
"Keluar sekarang! Atau saya yang akan keluar dari kelas ini!", kata dosen itu dengan suara satu oktaf lebih tinggi dari sebelumnya.
" iya,Pak saya keluar.Permisi"akhirnya Bintang keluar dari kelasnya,dia terpaksa melakukannya kerena tidak mau gara-gara dia satu kelasnya tidak bisa mengikuti pelajaran dari dosen tersebut.
"Benar-benar sial,hari pertama masuk kuliah malah harus keluar dari kelas" gumam Bintang.
Dia menunggu di depan kelasnya,sambil mendengarkan penjelasan dari sang dosen dari luar. Sesekali dia mencatat sesuatu di bukunya.Dan sesekali pula dosen itu menatap Bintang dengan tatapan seramnya.
Saat pelajaran usai Bintang kembali mendekati sang Dosen.
"Pak,saya benar-benar minta maaf. Saya janji Pak tidak akan telat lagi.Saya mohon izinkan saya mengikuti mata kuliah Bapak",Bintang terus memohon bahkan dia mengikuti langkah sang dosen yang ke luar dari kelasnya.
" Pak, Saya mohon ",Akhirnya Dosen tersebut berhenti dan kembali menatap Bintang.
" Baiklah kamu saya izinkan mengikuti mata kuliah saya,tapi sebagai hukumannya kamu harus membantu saya di klinik usai pulang kuliah selama seminggu "
"Klinik?" tanya Bintang
"iya, kebetulan saya mempunyai klinik yang tidak jauh dari kampus ini.Bagaimana apa kamu bersedia?"
"Baiklah,Pak" jawab Bintang, meskipun Sebenarnya dia bingung bagaimana caranya meminta izin suaminya.
"Kamu bisa mulai sore ini.Saya tunggu di klinik", Dosen tersebut meninggalkan Bintang yang masih diam mematung.
'Duh gimana cara ngomongnya ke Rangga ya,Dia pasti marah.Tapi demi jadi dokter aku harus melakukannya,lagian inikan cuma untuk seminggu'' Bintang berbicara dalam hati.
Bintang mengambil ponselnya dan mengetikkan sesuatu di sana.
'Sayang, hari ini aku pulang agak malam karena ada tugas tambahan.
Kamu tolong temani anak-anak tidur ya.
Saat pulang nanti aku akan memuaskanmu seperti janjiku tadi pagi.
Love you suamiku 😘'
Setelah menuliskan itu,Bintang memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas.Dia kembali ke kelasnya sembari menunggu matabkuliah berikutnya.
Sore harinya begitu jam perkuliahan selesei Bintang segera ke klinik yang di maksud dosennya tadi pagi.
" Maaf,Mbak bisa bertemu dengan Pak dosen? "tanya Bintang pada perawat yang berjaga di klinik tersebut.
" Pak Dosen?Apa yang mbak maksud adalah Dokter Rendi?"tanya perawat itu memastikan.
"Mungkin,soalnya aku tidak tahu namanya mbak" jawab Bintang jujur.
"Pokoknya orangnya lumayan tinggi,kulitnya putih dan berkaca mata" Bintang memberi gambaran orang yang dia cari.
"Yang merangkap jadi Dosen dan Dokter disini ya cuma Pak Rendi,tapi setahu saya Pak Rendi nggak pakai kaca mata Mbak" perawat itu memberi tahu.
'ehemmm', terdengar suara deheman dari belakang Bintang. Bintang menoleh ke arah sumber suara tersebut.
Dia sedikit terkejut saat melihat penampilan leleki di depannya.
"Saya kira kamu tidak akan datang" ujar lelaki di depannya.
"Maaf, apa Anda beneran Pak Dosen ya?" tanya Bintang sedikit ragu-ragu.
Lelaki tersebut malah tersenyum dan balik bertanya, "kenapa?'tanyanya.
" Beda saja,Bapak kelihatan masih muda"jawab Bintang.
"Jangan panggil aku Pak Dosen di sini,kamu bisa panggil Kak Rendi,Mas Rendi atau apalah terserah karena di sini aku bukan dosen" suruh Rendi,Bintang mengangguk mengerti.
"Jadi sekarang apa yang harus saya lakukan Pak Rendi?" tanya Bintang,Rendi menatapnya.
"Tugasmu adalah mengecek tekanan darah pasien dan mencatatnya" kata Rendi menjelaskan.
"selain itu kamu juga harus mencatat semua keluhan yang di derita pasien.Jangan sampai salah catat ingat itu" tambahnya dengan sorot mata tajamnya.
"Oke" jawab Bintang seraya mengacungkan jempolnya.
Jam menunjukkan pukul 22.00 wib,saat Bintang keluar dari klinik.Dia menyalakan kembali ponselnya yang sejak sore tadi dia matikan.
Terdapat ratusan panggilan tak terjawab di sana,siapa lagi Kalau bukan dari suaminaya.Bintang segara menghubungi kembali suaminya.
"Kenapa baru menelpon?kau tahu aku mencemaskanmu" terdengar teriakan dari seberang sana.
"Maaf,akukan tadi sudah bilang kalau aku ada tugas.Dan tadi hpnya aku matiin soalnya takut ganggu pasien" jawab Bintang.
"Pasien?"
"Nanti aku ceritakan begitu sampai rumah.Ohya bagaimana anak-anak?"
"Tadi anak-anak rewel minta di kelonin sama Mommy nya,untungnya ada mama sama ibu jadi semua bisa teratasi" jawab Rangga.
"Kamu dimana sekarang?apa perlu aku jemput?" tanya Rangga.
"Tidak usah,nih taksi online nya sudah datang.Aku tutup ya,30 menit lagi aku sampai rumah. Da Sayang, Love you"
"Love yoe too honey.Hati-hati" jawab Rangga dari seberang sana.Bintang kembali memasukkan ponselnya ke dalam tas.
Bintang tidak jadi naik taksi pesananya saat melihat Seorang ibu dengan dua orang anaknya sedang kebingungan.
"Maaf,Bu.Apa ibu juga ingin pulang?" tanya Bintang pada ibu itu.
"iya,Mbak.Tapi jam segini susah cari angkot" jawab ibu itu.
"Pak,tolong antar ibu ini ya.Biar saya yang bayar" kata Bintang kepada supir taksi online tersebut.
"Iya Mbak" jawab sopir tersebut
"Terimakasih ya Mbak" ucap wanita itu,
"iya" jawab Bintang di sertai senyum manisnya.
Dari kejauhan Rendi melihat hal itu.
"Ternyata kamu tidak hanya cantik, tapi juga baik" gumam Rendi.
Dengan mengendarai mobil hitamnya,Rendi mendekati Bintang.
"Butuh tumpangan?",Rendi menurunkan kaca mobilnya.
" Nggak usah,aku bisa pesen taksi online lagi kok Pak"jawab Bintang.
"Ayolah,ini sudah hampir jam setengah sebelas.Keluargamu pasti sudah menunggumu di rumah"
"Nggak apa-apa deh,lagian Mas Rangga pasti sudah khawatir nungguin aku di rumah" gumam Bintang.
"Ayolah" suruh Rendi lagi,Bintang pun masuk ke mobil milik Rendi.
Rendi mengantarkan Bintang hanya sampai di pertigaan,Bintang menolak saat Rendi ingin mengantarnya sampai di depan rumah.Bukan apa-apa Bintang hanya tidak mau suaminya salah paham.
Bintang langsung masuk ke kamarnya saat melihat ruang kerja suaminya masih menyala,itu artinya Rangga sedang sibuk dengan pekerjaannya.
Dia segera masuk ke dalam kamar mandi karena tubuhnya sudah sangat lengket.Bintang melucuti pakaiannya dan berendam di bathub sambil memejamkan matanya.
Rasanya lelah di tubuhnya sudah mulai berkurang.Dia segera membuka matanya saat merasakan ada tangan yang bergerilya di tubuhnya dan benar saja tangan itu tidak lain dan tidak bukan adalah tangan milik suaminya.
"Kenapa baru pulang Sayang, aku sudah menunggumu dari tadi" ucap Rangga sambil memulai aksinya mencumbu sang istri.
Malam itu menjadi malam panjang bagi keduanya setelah sebulan mereka tidak melakukannya.