Kontrak Pernikahan

Kontrak Pernikahan
BAB 154


Tidak lama kemudian seorang laki-laki datang memasuki ruangan tersebut.


" Maaf, Pak saya terlambat ",ucap orang itu.


" Duduklah",seru Rangga sambil mendongakkan wajahnya.


"KAMU....", kata orang itu sambil menatap Rangga tak percaya.


" Maaf, apa Anda mengenal saya?",tanya Rangga saat melihat ekspresi wajah orang itu.


"Maaf, Pak.Saya kira Anda orang yang saya kenal", jawab orang itu.


" Siapa namamu?",tanya Rangga yang kembali fokus dengan file di tangannya.


"Sigit,Pak", jawab orang itu,yang ternyata bernama Sigit.


" Apa dia benar-benar bukan Harry? Tapi kenapa sangat mirip",batin Sigit.


Sigit kembali memperhatikan Rangga dengan seksama.


"Benar,bahkan wajahnya sama persis seperti Harry. Tidak ada bedanya,mungkin jika mereka berhadap-hadapan mereka akan tampak sedang bercermin", batin Sigit lagi.


Rangga yang merasa sedang di perhatikan,kembali mendongakkan wajahnya menatap ke arah Sigit.


" Kenapa dari tadi kamu menatapku?",tanya Rangga.


"Tidak ada apa-apa,Pak", jawab Sigit


" Sigit,tugasmu adalah menemani Nando meeting dengan perusahaan MATSUHITO.Kamu juga harus membantunya mempersiapkan proyek baru yang akan kita jalankan dengan perusahaan itu",jelas Rangga.


"Iya,Pak.Saya akan mempelajari proyek itu secepatnya", jawab Sigit.


" Ohya,apa kamu sudah mendapatkan tempat tinggal di Jakarta? "tanya Rangga yang kembali menatap ke arah Sigit.


"Sudah,Pak. Semalam orang dari perusahaan menjemput saya dan mengantarkan saya ke tempat tinggal yang sudah di sediakan oleh perusahaan" jawab Sigit.


"Bagus kalau begitu", kata Rangga.


" Nando, apa Ester sudah menghubungimu kapan dia akan meeting dengan kita hari ini?" tanya Rangga kepada Nando yang sedari tadi berdiri di sebelahnya.


"Sudah. Dia bilang akan meeting dengan kita saat jam makan siang", jawab Nando.


" Aku sudah menghubungi Pak Hito dan bilang kalau kamu yang akan menemui Ester.Kamu akan di temani Sigit nanti",seru Rangga.


"Oke,tidak masalah", jawab Nando


" Sigit, kamu bisakan bekerjasama dengan aaistenku ini?"


"Tentu saja,Pak", jawab Sigit.


" Ini file tentang konsep yang diinginkan oleh perusahaan MATSUHITO,Kamu pelajari semuanya dulu.Jika ada yang tidak kamu pahami kamu bisa menanyakannya pada Nando ",tutur Rangga sambil menyerahkan sebuah map kepada Sigit.


" Baik,Pak",jawab Sigit seraya menerima map tersebut.


"Nando, antar Sigit ke ruangan barunya!", titah Rangga.


" Oke. Ayo ikut denganku".


Nando berjalan lebih dulu meninggalkan ruangan tersebut. Kemudian Sigit mengikutinya dari belakang.


*****


Sejak pagi Bintang sudah berada di rumah sakit.Hampir setengah hari ini dia bertugas di IGD, karena dokter yang biasa tugas di sana sedang tidak masuk karena sakit.


"Bi,masih sibuk kamu?", tanya Alex yang datang menghampiri Bintang di ruangan itu.


" Sudah lumayan nggak ",jawab Bintang.


" Kita ke kantin yuk! Kalau kamu sampai kelaparan di rumah sakitku,bisa-bisa aku di gorok sama suamimu",ajak Alex.


"Bisa saja kamu ini".


Alex mengajak Bintang ke kantin rumah sakit.


Setelah memesan makanan,mereka langsung duduk di salah satu kursi yang ada di kantin tersebut.


" Ohya Lex,bagaimana kabar Ana? Sudah lama aku tidak menghubunginya karena terlalu sibuk".


"Dia sehat.Tapi akhir-akhir ini dia over sensitif", jawab Alex.


" Maksud kamu?"tanya Bintang lagi.


"Ya gitu deh,aku pulang telat semenit saja ngambeknya sampe berjam-jam.Heh,pusing aku", jawab Alex.


" Sabar saja,mungkin ini bawaan baby kamu",jawab Bintang.


Mereka kembali melanjutkan makan mereka.


"Ohya Lex,apa kamu tahu siapa direktur rumah sakit ini 14 tahun lalu?", tanya Bintang.


" Kenapa kamu tanyakan hal itu?",tanya Alex. Dia kembali memasukkan makanan yang ada di sendok ke dalam mulutnya.


"Hanya ingin tahu saja", jawab Bintang


" Mungkin papaku,kalau tidak ya kakekku.Aku tidak tahu karena dulu aku juga jarang ke rumah sakit keluarga",jawab Alex kemudian.


"Begitu bya", jawab Bintang.


" Kenapa kamu bertanya soal itu? Apa ada sesuatu? ",tanya Alex ingin tahu.


" Tidak ada,hanya ingin tahu saja",jawab Bintang.


"Lex,apa...aku boleh minta kata sandi dari komputer di rumah sakit ini?", tanya Bintang hati-hati.


Alex menatap Bintang dalam-dalam.


" Untuk apa?"tanya Alex.


"E...aku ingin melihat laporan salah seorang pasien 14 tahun lalu, di rumah sakit ini", jawab Bintang.


" Apa ada yang terjadi 14 tahun lalu?"tanya Alex.


"Sebenarnya... ayahku meninggal di rumah sakit ini 14 tahun lalu saat sedang di operasi.Aku hanya ingin tahu apa yang terjadi di ruang operasi waktu itu", jawab Bintang.


" Siapa nama ayahmu ?"tanya Alex


"Namanya ALFIAN" jawab Bintang.


Bintang mengambil sesuatu di dalam sakunya.


"Ini nomor pasien ayahku dulu", Bintang menyerahkan tanda pengenal pasien kepada Alex.


Diam-diam Bintang mencuri kartu itu dari dalam dompet milik ibunya.


" Aku akan cari tahu itu sendiri dulu,setelah itu baru aku akan memberikan data pasien itu kepadamu",jawab Alex sambil menerima kartu tanda pasien dari tangan Bintang dan memaaukkanya ke dalam tas.


"Terimakasih ya Lex", ucap Bintang.


" sama-sama. Lanjutkan makanmu sekarang",jawab Alex seraya menyuruh Bintang untuk kembali memakan makanannya.


" Aku tinggal ya,ada panggilan mendadak di IGD ",pamit Bintang.


Alex menatap Bintang yang semakin menjauhi tempat tersebut, dia kembali menatap kartu pasien yang di berikan Bintang kepadanya.


*****


" Apa kamu sudah siap?"tanya Nando yang tiba-tiba masuk ke dalm ruangan Sigit.


Sigit yang masih fokus dengan komputer di depannya langsung berdiri, saat melihat asisten dari pemilik perusahaan Wijaya itu datang keruangannya.


"Sudah,Pak Nando.Baru saja saya selesei memeriksa file yang di butuhkan untuk meeting nanti" jawab Sigit.


"Tidak usah saya anda,kita ini kan sama-sama karyawan", jawab Nando.


" iya,Pak"


"Ayo,sekertarisnya Pak Hito sudah menunggu kita di ruang meeting", ajak Nando.


Nando dan Sigit segera menuju ke tempat yang di maksud.


Namun sebelum mereka tiba di ruang meeting ,ponsel milik Sigit berdering.


" Maaf Pak,Aku terima telpon sebentar",Sigit sedikit menjauh dari Nando.


" Sigit,kalau sudah selesei kamu langsung masuk saja ya. Aku tidak mau sekertaris Pak Hito menunggu kita terlalu lama",seru Nando.


"Iya,Pak", jawab Sigit.


Nando segera berjalan memasuki ruang meeting itu terlebih dulu.


^°^°^°^


( Di ruang meeting )


" Maaf, Nona Ester karena kami datang sedikit terlambat ",ucap Nando sambil mendudukkan dirinya. Dia duduk di bangku kosong yang berada di depan sekertaris Pak Hito tersebut.


Ester terlihat seperti mencari seseorang.


" Apa Anda mencari Pak Rangga? ", tanya Nando.


" Tidak juga,tapi tadi Anda bilang kami.Jadi aku mencari seseorang selain kita",jawab Ester.


"Yang pasti orang itu bukan Pak Rangga, karena Pak Rangga sudah mengutus orang lain untuk menggantikannya", tambah Nando.


Ester dan Nando menatap ke arah pintu bersamaan ketika tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka.


" Kamu!!!"